
Sepulangnya mereka dari rumah Bu Lena, jasmine memandangi wajah marcel.
Batin jasmine, "Sebenarnya aku tidak ingin siapapun mengganggu rumah tangga kita, tetapi sekarang telah terjadi hal yang membuatku bingung dengan sifatmu Cel, hari ini aku akan mencoba melupakan semuanya seolah tidak terjadi apapun, semua ini kulakukan demi anak-anak dan mendapatkan ridho suami untuk menggapai surganya nanti."
"Bu, kenapa memandang ayah seperti itu?." tanya Misya saat ibunya memandangi marcel yang sedang tertidur.
"Tidak Misya." jawab jasmine.
"Ibu jangan pikirkan apapun yang mengganggu perasaan ibu, sebaiknya ibu istirahat saja ya." ucap Via kepada ibunya.
"InsyaAllah tidak lagi." jawab Jasmine dan duduk tepat dj depan kamar nya.
"Ya sudah, sekarang ibu istirahat, Via mau lanjut buat kue dulu ya, Misya ayo bantu kakak! karena besok kita sudah lebaran." ucap Via mengajak adiknya untuk membantunya membuat kue.
"Siap kak." jawab misya dengan sangat semangat.
Via dan misya membuat kue dengan sistem kebut-kebutan karena mendekati hari lebaran, kue nya baru 1 yang sudah jadi.
Sampai larut malam pun mereka masih sibuk untuk membuat kue, sedangkan ayah dan ibunya belum terlalu sehat, kondisi badan yang masih sangat lemah.
Ketika sedang sibuk membuat kue, Tiba-tiba teman dari marcel berkunjung untuk menjenguk keadaan marcel saat itu.
__ADS_1
"Lagi bikin kue ya mereka Cel?." tanya teman marcel.
"Iya, ibunya lagi kurang sehat, jadi mereka yang bikin semua." jawab marcel sambil menyaksikan pengorbanan anaknya membuat kue lebaran tanpa jasmine.
"Rajin dan pandai ya mereka, kamu beruntung punya anak seperti mereka Cel." ucap temannya.
"Iya alhamdulillah terimakasih." jawab marcel.
Ketika mereka asyik mengobrol, marcel sangat bergembira meskipun keadaan yang belum stabil saat dikunjungi temannya.
Berapa jam setelah temannya mengunjungi marcel, merekapun pulang dan menyuruh marcel untuk istirahat yang cukup karena besoknya sudah mau lebaran.
"Oh iya. Terimakasih atas waktunya." ucap marcel.
Sepulangnya teman marcel, ia pun langsung ke kamar dan istirahat. Saat itu juga Via dan Misya selesai membuat kue lebaran yang sangat melelahkan karena sudah larut malam.
"Via, Misya, ayah tidur dulu ya. Kalian cepat tidur, sudah larut ini Nak." ucap Marcel seketika perhatian dengan Via dan Misya.
"Iya ayah, ini mau membereskan semuanya dulu." jawab Via.
"Baiklah." marcel langsung menuju kamar nya dan jasmine sudah dalam keadaan tidur.
__ADS_1
Ketika jasmine dan marcel sudah terlelap, Via dan Misya memutuskan untuk tidur tepat di depan kamar ayah dan ibunya.
"Misya kita tidur di depan kamar ayah dan ibu ya, kita harus jaga mereka." Via mengajak misya sesuai perintah kakak nya aldi yang sedang tidak ada di rumah.
"Baik kak." Misya membereskan kasur tidurnya dan langsung terbaring karena sangat kelelahan setelah seharian membuat kue.
"Lah. Misya, baru juga selesai ngomong, ud tidur aja tu." ucap Via melihat misya yang sudah tertidur.
Batin Via," ya sudah, aku tidur nya nanti saja lah." Via menahan rasa ngantuknya demi menjaga ayah dan ibunya.
Ketika sedang sibuk main HP, Via mendengar marcel mengingau dengan menyebut cincin.
"Cincin." ucap marcel.
"Ayah kenapa?." Via menghampiri marcel yang sedang mengigau dengan menyebut Cincin.
"Aaa... Ayah mimpi Via." jawab marcel ketika sadar saat Via menyentuh tubuhnya.
"Ayah mimpi apa?." Via sangat khawatir saat ayahnya mengigau seperti orang ketakutan.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1