
"Dimana Ibumu Via?." tanya Nenek Via ketika baru masuk ke dalam rumah.
"Ibu lagi tidur Nek." jawab Via.
"Nenek mu mana? Kok tidak kelihatan?." tanya Nenek lagi.
"Nenek baru saja pulang, Baru 15 menitan Nek." jawab Via kepada Nenek nya.
Setelah beberapa menit menunggu, Jasmine tersadar mendengar suara Ibu nya yang sedang berbicara kepada Via.
"Bu, sudah lama ya sampai rumah?." tanya Jasmine yang sudah seminggu tidak bertemu.
"Baru juga Kok, bagaimana keadaanmu. Apa sekarang sudah enakan?." tanya Ibu kandung Jasmine.
"Sudah agak baikan Bu, makanya sekarang diperbolehkan pulang. Aku sudah kangen dengan anak-anak Bu." jawab Jasmine mengutarakan kerinduannya kepada anak-anak nya, apa lagi saat itu ia belum sempat melihat anak yang baru dilahirkannya.
"Oh syukurlah. Ibu sangat khawatir kepadamu, sekarang kamu istirahat lagi ya jasmine." ucap Ibu kandung nya jasmine.
"Sayang aku mau ke kantor ya sebentar." ucap marcel pamit untuk bekerja, karena sudah berapa hari tidak masuk bekerja karena menjaga jasmine di rumah sakit.
__ADS_1
"Baiklah sayang, kamu hati-hati di jalan." jawab jasmine.
"Iya sayang, kamu istirahat ya." marcel mengelus kepala jasmine.
"iya sayang."
"Via tolong jaga ibu mu ya, ayah harus ke kantor sekarang." ucap Marcel meminta via untuk selalu berada di dekat ibu nya.
"Siap ayah, Via akan menjaga ibu." ucap Via bersemangat.
Marcel langsung ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikannya.
Pada saat Marcel mengerjakan semua pekerjaannya, Maria menghampirinya di kantor, dan membahas soal suaminya.
"Iya, silahkan masuk." ucap Marcel bingung dengan kedatangan Maria yang secara tiba-tiba berada di hadapannya.
"Ada apa kamu ke sini?." Tanya Marcel yang sedang bingung.
"Aku sengaja ke sini, Cel kemarin suami ku datang ke rumah dan bersikap sangat romantis kepada ku, tetapi dia sudah memiliki istri lagi, kenapa dia masih ke rumah ku. Aku merasa kesal Cel." Maria ingin mengetahui pendapat Marcel mengenai masalah rumah tangganya.
__ADS_1
"Bagus lah dia masih ke rumah mu, itu tandanya ia masih sayang kepadamu. Apa tidak sebaiknya kamu pikirkan lagi niat untuk menggugatnya." tanya Marcel kembali.
"Aku rasa tidak Cel." jawab nya dengan wajah kesal.
"Pikirkan anak-anak mu Maria, jangan sampai kau salah mengambil keputusan. Nanti kamu juga yang menyesal." ucap Marcel mengingatkan Maria.
"Iya aku sudah memikirkan dengan matang, aku sanggup menghidupi dan menanggung semua keperluan anak-anakku." jawab Maria dengan sangat yakin.
"Apa kamu sudah bicara dengan suami mu untuk bercerai dengan nya?." Tanya Marcel.
"Belum Cel, aku takut dia akan marah dengan keputusanku." jawab Maria membuat Marcel bingung harus bagaimana untuk membantunya.
"Kenapa kamu tidak bicara kepada Nya, jika sampai pernikahan mu berakhir tanpa persetujuannya. maka dia akan lebih marah kepada mu maria." Marcel mencoba mengingatkan Maria tetapi Maria tetap dengan pendiriannya.
"Kalau bicara juga percuma Cel, dia tetap akan marah kepada ku." jawab Maria
"Sudah lah Maria, coba lah untuk memberikan kesempatan kepada nya, barangkali dia akan lebih baik dari sebelumnya." ucap Marcel.
"Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan selama aku hidup bersamanya Cel." Maria kecewa mendengar jawaban Marcel yang mendukung hubungannya dengan Suaminya membaik.
__ADS_1
"Maaf Maria, aku mungkin tidak mengerti tetapi aku ingin kamu mengerti bahwa anak-anak mu perlu ayah yang selalu ada untuk nya. Jika kamu bercerai dengan nya, bagaimana dengan anak mu yang masih butuh perhatian ayahnya?." jawab Marcel.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰