
"Tumben dia tidak membalasnya, biasanya cepat deh merespon chat dari aku." ucap marni yang sedang menunggu balasan dari Marcel.
Marcel sengaja menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya hanya untuk menutupi kecurigaan jasmine kepadanya.
"Kamu lagi sibuk ya Long?." tanya marni kembali untuk memastikan sedang apa Marcel sekarang.
Tetapi Marcel tetap tidak menjawab chat dari marni tersebut.
Agar tidak terlihat sibuk dengan hp nya saja, Marcel berusaha untuk tidak memegang hpnya ketika sedang bersama dengan anak dan istrinya.
"Apa kalian mau beli sesuatu?." tanya Marcel karena melihat ada yang berjualan di sekitar taman.
"Beli minum boleh ngak yah? Misya haus." jawab Misya.
"Ya sudah kalian beli ya, untuk ayah dan ibu juga. Ini uangnya." sambil menyerahkan uang kepada Via kakaknya.
"Ayo Sya kita beli di sana." Via memegang tangan Misya untuk menemaninya membeli minuman untuk mereka berempat.
"Apa kamu senang hari ini sayang?." tanya Marcel membuat jasmine heran karena sudah lama ia tidak memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar barusan?." tanya jasmine kembali.
"Salah di mana?." Marcel juga terlihat bingung kenapa jasmine merespon nya seperti itu, padahal ia berniat untuk mengulang kenangan di masa bahagia mereka.
"Tidak, apa aku tadi tidak salah dengar? kamu bilang sayang?." tanya jasmine kembali mengulang apa yang diucapkan Marcel.
"Iya memang tidak salah. memang nya tidak boleh? kan, aku ingin memanggilmu seperti dahulu sewaktu kita baru menikah." jawab Marcel dan tiba-tiba via dan misya datang menghampiri mereka.
"Ini untuk ayah, ini untuk ibu." sambil menyerahkan minuman kepada Marcel dan jasmine.
"Iya terimakasih Nak." jawab mereka bersamaan.
"Cie so sweet banget sih." ucap misya sambil menutup mulutnya.
"Sebentar lagi kita pulang ya Nak. ini sudah larut malam." ucap jasmine mengakhiri pembicaraannya dengan Marcel.
"Iya bu." jawab Via dan Misya bersamaan.
Setelah menghabiskan minumannya mereka langsung pulang karena sudah larut malam dan besok Misya harus pergi sekolah lebih awal.
"Ayo kita pulang!." Marcel mengajak mereka pulang.
"Ayo." jawab Misya.
Sesampainya mereka di rumah, jasmine, Via dan Misya sibuk membersihkan diri dan menganti pakaian mereka.
__ADS_1
Sedangkan Marcel duduk santai di ruang tamu dan mengecek hp nya.
"Maaf ya Mar, tadi aku sedang bersama dengan jasmine dan anak-anak." Marcel membalas pesan marni ketika sudah di rumah.
"Pantes saja kamu tidak membalas dari tadi. Aku tunggu-tunggu, eh baru sekarang di balas." jawab marni
"Maaf ya." pinta Marcel sekali lagi.
"Iya, tidak masalah. Lain kali kamu kasih tahu dong, jadi kan aku ngak menghubungi mu terus dan buat aku khawatir saja karena kamu ngak balas chat aku." pinta marni
"Iya iya, nanti aku akan mengabarimu jika pergi bersama mereka lagi." jawab Marcel.
"Oke. Besok kita ketemuan ya Long!." Marni meminta Marcel untuk saling bertemu.
"Sepulang aku bekerja ya, soalnya besok ada Meeting jadi aku tidak bisa keluar di jam kantor." ucap marcel.
"Oke, aku tunggu di tempat biasa." jawab marni.
"Oke."
Setelah asyik chat dan janjian ingin bertemu, Marcel kemudian tidur untuk menyiapkan fisik untuk besok bekerja.
Keesokan harinya marcel sibuk bekerja, ia tidak melihat hp sama sekali.
Sampai-sampai ia terlupa kalau ia sudah berjanji dengan marni untuk bertemu.
"Kenapa jam segini Marcel belum datang ya." ketika marni sudah berada di lokasi pertemuan mereka.
Tetapi Marcel tidak kunjung datang, marni menunggu sampai 2 jam lebih, marcel tetap tidak muncul.
"Apa Marcel masih sibuk di kantor?." ucap nya sendirian.
Tut.. Tut.. Tut..
"Angkat dong Long." ucap marni lagi.
Tetapi tetap saja tidak di angkat, saat itu hp Marcel berada di meja tamu.
"Bu lihat ada yang menelpon ayah." ucap Via yang sedang berada di rumah bersama jasmine.
"Sudah mati Via." jasmine tidak mengetahui siapa yang menelpon.
"Siapa namanya?." tanya Via penasaran.
"Di mana mau lihat, ibu ngak tahu." jasmine belum mengerti menggunakan hp android.
__ADS_1
"Sini biar Via lihat." Via melihat notifikasinya ternyata yang menelpon adalah marni.
"Siapa Via?." tanya jasmine penasaran.
"Hm, marni bu." jawab Via membuat jasmine terkejut dan bertanya-tanya.
"Marni yang mana ni? Kenapa dia menelpon?." tanya jasmine penasaran.
"Marni si Bidan itu lah bu, siapa lagi coba? kurang tahu bu, nanti kalau ia masih menelpon, jawab saja bu." ucap Via.
"Iya nanti kita jawab." jawab jasmine sambil menunggu telpon dari marni lagi.
Setelah beberapa menit menunggu, marni tidak menelpon Marcel lagi.
Ketika Marcel tersadar dari tidurnya, ia tetap tidak menyadari bahwa ia telah berjanji ingin bertemu, Marcel hanya ingat bahwa ia harus ke kebun.
Ketika Marcel ke kebun, Marcel baru ingat bahwa ia ada janji dengan marni.
"Bukannya aku janji ketemu ya hari ini dengan marni." ucap marcel ketika sudah sampai di kebunnya.
Marcel langsung melihat hp nya, tidak terdapat pesan hanya telpon dari marni yang tidak terjawab.
Dengan cepat Marcel mengirimkan pesan dan meminta maaf kepada marni.
"Mar maafkan aku, aku benar-benar lupa bahwa hari ini kita harus bertemu, aku kelelahan sampai-sampai aku tertidur." ucap Marcel mengirimkan pesan kepada marni.
"Pantes saja, kamu tahu tidak aku menunggu sampai 2 jam lebih di sana. aku kira kamu sibuk Long, ternyata kamu enak tidur." balas marni sangat kesal.
"Iya aku minta maaf, aku benar-benar lupa tentang janji kita. kita ganti dengan hari lain ya ketemunya. Sekarang aku terlanjur pergi ke kebun." ucap Marcel lagi.
"Iya, tapi lain kali jangan sampai lupa ya." pinta marni.
"Iya, aku usahakan untuk selalu ingat." jawab Marcel.
Setelah saling membalas chat Marcel menyimpan hp nya ke dalam kantong kresek agar tidak terjadi hal seperti dahulu.
"Via, ayah mu tidak kapok -kapoknya membawa hp saat pergi ke kebun. Nanti kalau jatuh lagi baru tahu rasa." ucap jasmine menyadari hp Marcel tidak di rumah.
"Tadi ayah bungkus ke dalam kantong kresek bu, mungkin untuk menghindari kerusakan jika terjatuh ke dalam sungai lagi." jawab Via.
"Sebenarnya tidak perlu membawa hp kalau ke kebun, biar lebih aman." ucap jasmine lagi.
"Ya kan ayah super sibuk jadi harus bawa hp kemana pun berada bu. jangankan ke kebun, ke toilet saja ayah selalu bawa." jawab Via.
"Iya juga sih, kenapa ayah mu seperti itu, tidak sayang sekali dengan barang, selalu di bawa ke tempat yang tidak aman." ucap jasmine.
__ADS_1
"Biarkan saja lah bu, yang penting bukan hp orang lain yang di bawa ayah."
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰