
"Ya ibu akan tanya hubungan nya dengan ayah mu apa." ucap jasmine.
"Ya pasti di jawab hanya teman lah bu, sama seperti ayah, ia juga jawabnya begitu." ucap Misya ada benarnya.
"Iya juga sih. Kalau memang ada hubungan lebih mana mungkin mereka mau mengakui nya dengan mudah." ucap jasmine mulai menyadari.
"Cari cara lain saja bu untuk mengajaknya bicara, atau kasih jebakan bedmen." ucap Misya bercanda.
"Kita harus punya bukti dulu baru kasih jebakan Misya. Ini aja belum punya bukti." ucap jasmine sambil berpikir.
"Haha, seperti permainan saja ya bu ada jebakan bedmen." jawab Misya.
"Hanya perumpamaan saja Misya. Hm tapi ibu bingung bagaimana cara ibu bisa mengetahui tentang hubungan ayahmu. Ayahmu sangat pandai berbohong. Kalau saja surga ibu sekarang bukan di ayahmu, mungkin sudah ibu lepaskan. Kalau saja cerai itu tidak di haramkan, mungkin sudah ibu lakukan dari awal." jasmine berandai-andai untuk merelakan tetapi masih memikirkan bahwa pernikahan bukan permainan.
Ketika malam harinya, marcel, jasmine dan anak-anaknya menghadiri acara penutupan MTQ, jasmine sudah menunggu kedatangan Marni si Bidan yang dekat dengan marcel itu.
"Bu, seperti nya Bidan itu tidak datang deh bu, soalnya sudah jam segini tapi ia belum juga datang." ucap Misya yang menyaksikan kedatangannya pada hari pembukaan MTQ.
"Ya sudahlah kalau memang dia tidak datang Misya." jasmine bersyukur karena Marni tidak datang, karena kalau sampai ia datang maka jasmine akan melakukan hal yang membuat keluarga nya malu, Misya terdiam mendengar ucapan jasmine.
__ADS_1
Keesokan harinya marcel melakukan aktivitas seperti biasa, sepulang dari kantor ia menyempatkan untuk ke kebun.
Di kebun sudah banyak sayur serta cabe yang bisa di panen, dan tidak di sangka marcel di kunjungi oleh Bidan tersebut pada saat ia di kebun.
Banyak tetangga yang melihat bahwa marcel di datangi oleh Marni, entah membahas tentang apa jasmine pun tidak mengetahui nya.
"Jasmine, siapa wanita yang tadi ke kebun? pakaiannya rapi memakai seragam dinas." tanya tetangga yang sedang ke sawah pada saat mereka di kebun.
"Siapa ya. teman nya marcel mungkin ya." jawab jasmine mencoba untuk terlihat tenang.
"Teman dekat ya?." tanya tetangga kembali.
"Tetapi itu teman wanitanya ya." ucap tetangga nya.
"Iya, banyak kok biasanya yang mampir di kebun kami."
"Iya sih, mungkin saja ya.
Jasmine mencoba menutupi keburukan marcel di depan orang.
__ADS_1
Batin Jasmine, "Karena pasangan adalah pakaian, maka aku akan menutupinya."
Ketika marcel pulang dari kebun, jasmine bertanya tentang hal yang di tanyakan oleh tetangganya.
"Siapa tadi yang ke kebun?." tanya jasmine.
"Siapa memangnya." jawab marcel.
"Malah tanya kembali. Siapa tadi yang ke kebun? Kenapa ngak di bawa ke rumah saja." ucap jasmine marah.
"Apa sih kamu jasmine. Ngomong apaan sih." jawab marcel berpura-pura tidak mengerti.
"iiiiih kamu ini, kenapa sih susah banget mengakui semua nya, padahal jelas-jelas sudah ketahuan, tetangga saja banyak yang melihat. Masih saja mengelak." ucap jasmine.
"Mengaku apa? yang ke kebun itu tadi temanku, bukan siapa-siapa. Dia cuma mau beli cabe saja." jawab marcel emosi.
"Mau beli cabe jauh-jauh sampai ke sini. Di pasar kan banyak? cuma akal-akalan kalian saja." ucap jasmine ingin mengungkap semuanya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1