Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 109


__ADS_3

Selesai menelpon ibunya, Via kemudian menghubungi kakaknya Aldi.


"Kak, tadi Via sudah selesai mendaftar untuk wisuda, terus minggu depan wisuda di laksanakan, kalau bisa nanti perginya sebelum acara yudisium ya kak. Soalnya orang tua harus hadir juga." pinta Via kepada Aldi.


"Oh masih lama kok, tapi nanti kakak akan cari mobil dulu untuk di sewa. Kamu sudah belanja untuk persiapan wisuda belum?." tanya Aldi yang sudah pernah wisuda.


"Maksud nya belanja apa itu kak?." tanya Via karena belum mengerti apa yang harus di persiapkannya.


"Belanja pakaian untuk yudisium mungkin? atau apa lah yang di gunakan untuk yudisium. Aksesoris?." Aldi memberi pendapat karena dulu ia pernah menemani pacarnya belanja untuk persiapan wisuda.


"Oh iya ya kak, tapi bagaimana mau belanja, uang Via tidak cukup kak. ini saja Via hanya punya untuk membayar jasa jahit pakaian yang sedang dikerjakan." jawab Via jujur kepada Aldi.


"Hm, kakak ada sedikit uang, nanti kamu bisa belanja apa yang di perlukan, tapi kekurangannya kamu minta tambahan kepada ayah ya Via, nanti kakak transfer ke Rekeningmu." ucap Aldi yang kebetulan ada rezeki lebih.


"Alhamdulillah, Terima kasih banyak ya kak. ucap Via.


Setelah mengabarinya, Via chat kepada Misya kembali.


" Misya, apa ibu sudah bicara kepada Ayah?." tanya Via.


"Belum kak, ayah belum pulang sekarang." jawab Misya.


"Kemana ayah sampai sekarang belum pulang." ucap Via heran.


Tidak lama setelah Via menanyakan ayahnya, tiba-tiba Marcel datang. Kemudian Jasmine membuatkan ia segelas Kopi dan membiarkan ia santai terlebih dahulu.


"Ini kopi nya Long." sambil menyuguhkan segelas kopi di meja dekat Marcel duduk.


"Iya." jawab Marcel cuek.


"O iya Via ada telpon ngak tadi?." tanya Jasmine kepada Marcel.


"Tidak, ada apa?." tanya Marcel kembali karena penasaran kenapa Via menelpon.


"Tadi Via bilang ia sudah selesai mendaftar wisuda, dan wisuda nya di laksanakan minggu depan terus Via minta supaya kita datang di acara yudisium nya dan minta di sampaikan kepada along." Jelas Jasmine.


"Oh nanti lah kita lihat bagaimana baiknya." jawab Marcel karena belum tahu bagaimana nanti nya.


Mendengar jawaban Marcel begitu lalu Jasmine meninggalkan ruang tamu.


Kemudian Marcel mengambil HP nya dan menghubungi Aldi putra pertamanya.

__ADS_1


Tut.. Tut.. Tut..


"Ya halo yah." jawab Aldi.


"Kamu di mana sekarang?." tanya Marcel.


"Aldi sekarang kerja yah, mungkin hari Kamis depan baru pulang ke sana, soalnya tadi Via bilang minggu depan ia wisuda. Jadi kita perginya sebelum yudisium Via kan Yah?." tanya Aldi.


"Iya Aldi, kalau bisa kamu cari kendaraan yang bisa di sewa, perkiraan untuk 8 orang saja Di." pinta Marcel.


"Iya ayah, nanti Aldi tanya dulu dengan teman Aldi, biasa ia sering menyewakan mobilnya kepada orang." jawab Aldi.


"baik lah Aldi, ayah tunggu kabar dari kamu secepatnya." ucap Marcel.


Saat Marcel berbicara dengan Aldi, jasmine mendengar percakapannya dan seketika merasa lega karena mereka sudah berkomunikasi tentang wisuda Via.


Setelah selesai menelpon, Marcel berpikir untuk mengajak orang tuanya yaitu ibunya yang akan pergi di acara wisuda Via nanti dan mertuanya.


Tetapi mertuanya tidak bisa pergi karena kesehatan yang kurang baik, sebagai gantinya paman dan bibi Via dari sebelah jasmine yang bisa pergi.


Keesokan harinya Via mengabarkan bahwa nanti teman sebangku waktu ia SMA akan ikut bersama dengan orang tuanya.


Serta tetangga Marcel yang sering ikut kemana pun Marcel pergi, ia juga akan ikut pada acara wisuda Via.


Akhirnya ia memutuskan untuk pergi lebih dulu di banding Jasmine, Jasmine dan yang lain menyusul setelah Marcel.


Mendekati hari bahagia Via, Via menghubungi Marcel kembali, kapan ia akan berangkat.


"Yah, besok ayah dan ibu bisa datang kan acara yudisium Via, Undangan nya sudah ada ke Via." tanya Via ketika sedang menghadiri gladi yudisium.


"InsyaAllah Via, sekarang ayah sedang di perjalanan." jawab Marcel ketika sedang dalam perjalanan menuju Kota bersama dengan tetangganya menggunakan Bus.


"Hati-hati ya yah, Siapa saja yang ikut yah?." tanya Via, dan mengira Jasmine dan yang lain pergi di hari yang sama bersamaan dengan Marcel.


"Hari ini ayah bersama dengan Adam saja. Besok ibu dan yang lain menyusul Via." jawab Marcel.


"Jadi ibu tidak pergi hari ini? Berarti tidak bisa hadir dong di acara yudisium Via?." Via merasa sedih karena ibunya tidak bisa menghadiri.


"Iya, Nanti ayah usahakan datang ke acara yudisium kamu Nak." ucap Marcel membuat Via merasa lega meskipun ibunya tidak dapat menghadiri.


"Baiklah yah, besok ayah datang awalnya." Via khawatir ayahnya akan bangun kesiangan.

__ADS_1


"Iya."


Kemudian Via bertanya kembali kepada Aldi untuk memastikan kapan ia akan berangkat.


"Kak, kenapa tidak berangkat hari ini saja bersama dengan ayah?." tanya Via penasaran.


"Tidak bisa Via, nanti biaya sewa mobil nya lebih mahal, kami hanya bisa nginap 1 malam saja di sana." ucap Aldi menjelaskan.


"Padahal Via sangat berharap kalau ibu bisa datang di acara yudisium Via." jawab Via bersedih.


"Sudahlah Via, yang penting ayah kan sudah pergi sekarang dan bisa menghadiri yudisium nya.


" Tapi Via rasa kurang lengkap saja kak." jawab sambil menunduk.


"Tidak usah khawatir yang penting Orang tua kita bisa datang ketika acara puncak nantinya." ucap Aldi memberi pengertian kepada Via.


"Baiklah kak, kalian hati-hati ya besok kak, kabari jika sudah sampai." jawab Via.


Keesokan harinya ketika acara yudisium akan di mulai, Via kembali menghubungi Marcel.


"Yah, ayah di mana?." Via sangat khawatir kalau ayahnya tidak dapat hadir.


"Ayah sudah di jalan Via." ucap Marcel menyakinkan Via dan ternyata Marcel salah jalan, dan tidak bisa datang tepat waktu.


"Oke yah."


Setelah beberapa menit Via melihat ke belakang, kiri, dan kanan, tidak ditemukannya wajah ayahnya.


"Yah apa ayah sudah berada di kampus Via?." tanya Via kembali ketika acara baru saja di mulai.


"Ayah sudah di kampus, tetapi ayah salah gedung." ucap Marcel membuat Via gelisah.


Batin Via, "Bagaimana ini, mana acara sudah di mulai lagi."


"Ayah di gedung sebelah mana? Coba ayah pergi ke gedung yang terlihat ramai yah." pinta Via.


"Ayah tidak mengerti Via, terlalu banyak gedung, tapi gedung yang mana satu ini." ucap Marcel sambil mencari-cari.


Ketika sedang asyik mencari, ternyata Marcel berada tidak jauh dari ruang yudisium nya, tetapi ia merasa malu untuk masuk ke dalam ruangan karena sudah terlambat beberapa menit dan sekarang acara sudah di mulai.


"Ayah sudah di luar ruangan mu Via, tetapi ayah malu mau ke dalam, apalagi ayah sudah terlambat beberapa menit." Marcel memutuskan untuk tidak masuk ke dalam ruangan karena acara sudah di mulai.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2