
"Sudah ku cerna Long, bukan hanya 1 kali aku mendengar kedekatanmu dengan bidan itu, sering!. Hanya saja aku belum pernah melihat langsung pertemuanmu dengan bidan itu." ucap Jasmine.
"Sudahlah jasmine berhenti menuduh ku begitu." pinta Marcel.
"Kamu bilang aku menuduh mu, padahal kenyataannya semua sudah tertuju kepada mu, sekarang aku hanya ingin mengikhlaskan semua, dan aku minta kamu pun juga begitu, ikhlaskan dan lepaskan aku, aku sudah lelah, pusing, selalu mendengar berita buruk tentang kamu." Jasmine meminta Marcel untuk menceraikannya secara baik-baik.
"Gampang sekali kamu ngomong, sambil mikir ngak sih? Asal bicara saja." jawab Marcel tidak mau menceraikan Jasmine.
"Ya mikir lah, untuk apa di pertahankan, kamu sendiri saja tidak memenuhi tanggung jawab kamu sebagai suami, keluyuran pulang larut malam bahkan pernah tidak pulang, dan kamu tidak memberitahu aku sebagai istri kamu. Komunikasi kita tidak baik sekarang Long, kita sudah tidak sependapat lagi." ucap Jasmine.
"Ah sudah lah, aku pergi kemana pun kamu tidak peduli kok." ucap Marcel yang acuh tak acuh dan langsung meninggalkan Jasmine pergi lagi.
"Main pergi-pergi saja, setiap kali bicara tidak pernah selesai dan tidak ada solusinya." ucap Jasmine sendirian.
Setelah Marcel dan Jasmine bertengkar, Marcel memilih pergi karena pusing setiap pulang ia sering bertengkar dengan Jasmine.
"Bu, ada apa lagi sih, kok saling marahan begitu?." tanya Misya.
"Ibu sudah pusing dan tidak kuat dengan sikap ayah mu, yang selalu menomor duakan kita sebagai keluarganya, terlebih lagi tetangga kita membicarakan tentang ayahmu yang selama ini dekat dengan Bidan itu. Dari dulu tidak pernah berubah." Jasmine bingung harus berbuat apa, meminta cerai tetapi Marcel tidak mau menceraikannya.
"Sabar bu, ibu pasti kuat melewati ini." Misya menenangkan Jasmine.
"Harus sesabar apa lagi ibu Misya, sampai detik ini ibu masih bertahan untuk apa? ibu berharap ayah mu berubah menjadi lebih baik, tapi apa yang ibu harapkan malah tidak ada artinya, ayahmu tetap saja begitu."
Keesokan harinya Marcel pergi ke sawah untuk menenangkan pikirannya, sedangkan kebun yang biasa ia urus, sekarang sudah tidak di perdulikan lagi.
Jasmine membiarkan Marcel seperti itu setiap hari, tetapi pikiran Jasmine sendiri menjadi kacau karena sikap Marcel kepada nya.
Akhirnya Jasmine yang menggantikan Marcel mengurus kebunnya, sebagai penenang bagi dirinya sendiri.
Seharian Jasmine tidak pulang, begitupun dengan Marcel, Misya tidak tahu kalau ayah dan ibunya tidak di rumah selama ia ke sekolah.
Di saat Misya pulang ke rumah di sore hari, orang tuanya tidak ada di rumah, Jasmine sengaja masak pagi-pagi sekali, agar misya tidak kelaparan jika pulang sekolah.
"Ibu kemana ya, kok sepi di rumah." ucap Misya sendiri ketika baru pulang dari sekolah.
Selama 3 jam Misya sendiri di rumah karena Jasmine sengaja berada di kebun untuk menenangkan pikirannya.
Menjelang matahari akan tenggelam, Jasmine dan Marcel baru pulang ke rumah.
"Misya, kamu pulang jam berapa tadi?." tanya Jasmine ketika baru sampai dari kebun.
__ADS_1
"Seperti biasa bu, Ibu dari mana saja? tidak biasanya ibu jam segini tidak di rumah?." tanya Misya karena dari pulang sekolah ia tidak melihat ibunya di rumah.
"Ibu seharian di kebun Misya. Ayah mu mana? apa ia sudah pulang?." Jasmine mencari Marcel.
"Ayah belum pulang bu, sejak Misya pulang, Misya tidak bertemu ayah sama sekali." jawab Misya.
"Kemana ya ayahmu pergi." Jasmine curiga Marcel pergi menemui marni.
"Mungkin ayah sekarang sedang bertemu dengan bidan itu bu." Misya membuat Jasmine berpikir yang bukan-bukan kepada Marcel.
"Jangan membuat ibu kepikiran lagi misya." ucap Jasmine.
Setelah itu Marcel pun datang dengan pakaian yang sangat kotor, karena seharian ia bekerja di sawah.
"Ternyata ayah ke sawah bu, itu baju ayah terlihat kotor sekali." ucap misya ketika melihat Marcel datang.
"Kamu sih, sembarangan kalau ngomong. Misya, nanti habis isya ibu mau ke rumah nenek, kamu mau ikut?." tanya Jasmine.
"Boleh bu, tapi sebelum pergi, misya mau selesaikan PR misya dulu bu." jawab Misya.
"Oh iya, sekarang kamu mandi dulu, habis itu makan dan kerjakan PR nya, biar nanti bisa ikut ke rumah nenek." pinta Jasmine.
"Oke bu."
"Misya, bilang ibu dan ayah besok kakak pulang, soalnya kakak sudah selesai mengurus dan meminta legalisir ijazah." Via telah mengurus ijazah perguruan tinggi nya.
"Oh ya, akhirnya kakak pulang juga." jawab Misya merasa senang.
"Iya, tolong bilang ibu ya." pinta Via.
"Iya kak, nanti Misya bilang ke ibu." Misya bergegas menghampiri Jasmine dan mengatakan bahwa Via akan pulang.
"Ibu. Ibu." panggil Misya sambil berlari.
"Ada apa Misya, sampai lari begitu, bisa hancur nanti ni rumah." ucap Jasmine karena kondisi rumah yang tidak stabil.
"Maaf Bu, Misya sangat senang mendengar kakak akan pulang besok." jawab Misya tersenyum.
"Oh ya, urusan nya sudah selesai ya di sana?." tanya Jasmine kembali.
"Kakak bilang sih sudah bu, jadi besok bisa pulang."
__ADS_1
"Alhamdulillah, syukurlah, ibu ada teman nanti kalau kakak mu pulang, soalnya nungguin kamu pulang sekolah lumayan membosankan jika ibu hanya di rumah." ucap Jasmine mengungkapkan perasaan nya jika di rumah.
"Iya bu, sekarang Misya mau kerjakan PR dulu bu." jawab Misya sekalian pamit untuk mengerjakan PRnya.
"Iya Misya."
Setelah Misya mandi, Tiba-tiba Marcel menyusul mandi dan pergi lagi hingga larut malam.
Tanpa pamit, Marcel langsung pergi keluar dan hanya terdengar suara motornya oleh Jasmine dan Misya.
"Misya ayahmu kemana lagi?." Jasmine menyangka Marcel pamit dengan Misya tetapi ternyata tidak sama sekali.
"Tidak bu, ayah tidak pamit kepada Misya." jawab Misya sambil menyelesaikan PR nya.
"Kebiasaan ayah mu itu, tahu-tahu nanti pulang larut, kemana pergi nya ngak jelas." Jasmine marah-marah sendiri dan langsung meninggalkan Misya.
Ketika mereka sudah di rumah orang tua Jasmine, sang ibu bertanya mengenai hubungan Jasmine dengan Marcel.
"Assalamualaikum." ucap Misya dan Jasmine ketika sampai di depan pintu rumah orang tuanya.
"Waalaikum salam, masuk, masuk." jawab Nenek Misya.
Jasmine dan Misya langsung masuk dan tidak berlama-lama berdiam diri di depan pintu.
Ibu Jasmine penasaran dengan hubungan Jasmine dengan marcel, apakah sekarang baik-baik saja atau tidak.
"Lama sekali kalian tidak ke sini?." tanya Nenek Misya.
"Iya bu, sudah lama tidak mengunjungi ibu, ibu gimana? Sehat?." Jasmine mengkhawatirkan kesehatan ibunya.
"Alhamdulillah kami di sini sehat, ayahmu juga sehat. O iya dari kemarin ibu ingin bertanya sama kamu. Bagaimana hubungan mu dengan Marcel sekarang?." tanya Nenek Misya kepada Jasmine.
"Ya begitu lah bu, tidak seperti dulu awal kami menikah." jawab Jasmine singkat.
"Maksud nya bagaimana, apa Marcel melakukan hal seperti dengan Maria lagi?." Firasat seorang ibu itu memang selalu benar, padahal Jasmine tidak memberitahukan hal ini kepada Ibunya.
"Banyak yang bilang, Marcel sekarang sedang dekat dengan Bidan Komplek sebelah bu, mereka sering bertemu, tapi aku sendiri belum pernah melihatnya. Itu sebab nya aku sangat bingung harus bagaimana." ucap Jasmine mengatakan isu yang beredar kepada ibunya.
"Kalau Marcel masih melakukan hal seperti kemarin, sudah lah Jasmine tinggalkan saja dia, kami sebagai orang tua sudah ikhlas jika ia akan meninggalkan mu, kami yang akan mengambil mu kembali, dari pada kamu selalu di sakiti seperti ini, ya sudah tinggalkan saja."
Ucap Ibu kandung Jasmine yang sudah merelakan menantunya jika ingin pergi meninggalkan anak kandungnya.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰