Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 93


__ADS_3

Via tidak menyangka ternyata teman yang di tunggu ayahnya adalah Bidan itu si marni.


"Sudah lama ya long menunggunya?." tanya marni, sontak membuat Via berpikir, kenapa panggilannya seperti itu kepada ayahnya dan tidak lupa Via bersalaman kepada marni sebagai tanda hormatnya kepada yang lebih tua.


"Tidak, kami baru selesai makan, pesan lah sana." marcel menawarkan marni untuk makan juga.


"Tidak usah, tadi sudah makan sebelum ke sini." jawab marni yang memakai seragam dinasnya.


"Baru pulang kerja ya sekarang?." tanya marcel lagi.


"Tidak, sekarang lagi istirahat, langsung ke sini. Eh ini Via ya?." tanya marni.


"Iya bu." jawab Via sambil tersenyum masih menunjukkan rasa hormatnya.


"Sudah besar ya sekarang, tambah cantik, putih, hidung nya mancung, sama seperti ayahnya." ucap marni sambil tersenyum memuji marcel dan sesaat marcel tersipu.


Seketika Via heran melihat tingkah mereka berdua yang 1 tebar pesona dan yang 1 nya malu-malu kucing.


"Terimakasih bu." jawab Via dan memperhatikan ayah dan Bidan tersebut bicara sambil mengamati pembicaraannya dan tidak mengarah kepada pekerjaan.


Marni menanyakan bagaimana kuliah Via, seperti sok akrab padahal bertemu dengan Via hanya 2 kali dengan hari itu.


"Ambil jurusan apa kuliah nya Via?." tanya marni.

__ADS_1


"Ekonomi bu." jawab Via singkat.


"Gimana? Gampang tidak?." marni bertanya seperti mengintrogasi anaknya sendiri.


"Gampang-gampang susah bu, tapi harus di jalani dong." Via masih menjawab setiap pertanyaannya karena ingin menjaga perasaan marcel agar tidak terkesan memalukan.


"Kenapa ngak masuk jurusan guru saja, sekarang kan banyak pensiunan guru, jadi banyak menerima jasa guru." ucap marni pada zaman dimana memang tenaga guru yang banyak diperlukan.


"Awalnya memang ingin mengambil jurusan matematika, tetapi ada yang bilang itu susah, jadi Via di suruh kakak untuk pilih ekonomi saja, bisa bekerja di mana saja." ucap Via menjelaskan keinginan nya dulu.


"Wah, sayang banget long, padahal bagus loh kalau Via jadi guru, apalagi jurusan matematika saat ini banyak di cari." ucap marni mengatakan kepada marcel.


"Oh begitu ya, tapi kalau ekonomi kan bisa ngajar juga." ucap marcel.


"Iya benar itu long." ucap marni menyaut.


Tidak lama setelah itu, mereka memutuskan untuk pulang karena marni akan masuk bekerja lagi.


"Ibu sudah mau masuk kerja lagi ini. Jadi ngak bisa lama-lama ngobrolnya." ucap marni kepada marcel dan Via.


"Oh sudah jam masuk kerja ya?." tanya marcel sambil memandang marni.


"Iya sebentar lagi ni." jawab marni.

__ADS_1


"Oh ya sudah, kalau begitu kita juga mau pulang sekarang." ucap marcel.


"Loh kok buru-buru, ngak papa kalau masih mau nongkrong di sini, ya Via ya." jawab marni.


"Tidak bu, kami mau pulang saja, lagian kami sudah selesai makan juga kok." ucap Via.


"Oke lah kalau begitu." ucap marni.


"Salam dulu Via." ucap marcel dan Via langsung bersalaman dengan Marni.


Ketika dalam perjalanan, Via tidak bisa menahan rasa penasarannya dan bertanya kepada marcel.


"Yah, sebenarnya ayah ada hubungan apa dengan bu marni itu?." tanya Via tanpa rasa ragu.


"Ayah hanya teman dengan ibu marni Via, memang nya ada apa?." tanya marcel sedikit ketakutan karena pertanyaan Via.


"Teman kok seperti ada hubungan spesial, panggil ayah saja begitu seperti ibu panggil ayah biasa di rumah." tanya Via lagi.


"Benar teman kok Via. Sudahlah jangan memikirkan yang bukan-bukan." ucap marcel mencoba mengakhiri pembahasannya tentang marni.


Batin Via, "Sepertinya ayah memang ada hubungan spesial, ketika di tanya ekspresinya sangat ketakutan begitu."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2