Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 98


__ADS_3

Di dalam perjalanan Misya bertanya lagi kepada Marcel, karena ia masih tidak percaya kalau ia akan mendapatkan HP baru dari ayahnya.


"Yah, apa benar sekarang kita akan pergi beli HP untuk Misya?." tanya Misya saat di perjalanan.


"Iya benar, kenapa Misya." tanya Marcel kembali.


"Kan ayah bilang kemarin belum ada rezekinya, tapi kok tiba-tiba sekarang kita pergi yah?." jawab Misya.


"Kemarin memang belum, tapi sekarang insyaAllah cukuplah untuk kamu." ucap Marcel.


"Alhamdulillah rezeki Misya ya yah." jawab Misya tersenyum senang.


"Iya Misya, sudah jangan ajak ayah bicara dulu, biarkan ayah fokus mengendara nya." ucap Via yang juga ikut saat itu.


"Iya kak, tapi aku benar-benar senang kak, rasa nya mimpi bisa beli HP baru." jawab Misya mengungkapkan perasaannya kepada Via.


"Iya, kakak mengerti." ucap Via.


Beberapa menit kemudian ia sampai di lokasi perbelanjaan aksesoris dan di samping nya ada orang yang menjual bubur ketan.


Marcel berhenti tepat di depan penjual bubur ketan dan meminta Via dan Misya untuk turun di sini.

__ADS_1


"Loh, kenapa berhenti di sini yah? kan di sini tidak ada toko yang menjual Hp?." tanya Misya heran, sedangkan Via melihat kiri dan kanan lokasi tersebut memang tidak ada toko yang menjual HP.


Batin Via, "Apa ayah berbohong untuk belikan Misya HP?."


"Sebentar kita makan bubur ketan dulu, sambil menunggu teman ayah di sini." ucap Marcel, Via dan Misya tidak menyangka yang di maksud Marcel adalah marni.


"Oh iya yah, kebetulan Via pengen sekali makan bubur ketan." jawab Via.


"Via, kamu pesankan 3 porsi ya ke abang penjualnya!." pinta Marcel.


"Baik ayah." tanpa menolak Via langsung menghampiri penjualnya dan memesan untuk mereka bertiga.


Tidak lama setelah itu, Tiba-tiba datanglah marni dan juga anak bungsunya tepat di depan penjual bubur ketan itu dan menghampiri Marcel dan anak-anaknya.


"Tidak, baru saja. Silahkan duduk!." ucap Marcel.


Batin Via, "Loh, kok bu marni lagi sih yang di tunggu ayah. Sebenarnya ada apa ini."


Via bertanya-tanya di dalam hati, kenapa lagi-lagi Marcel menunggu temannya yang tidak lain adalah marni teman perempuannya.


"Saya pesankan ya!." ucap Marcel tiba-tiba langsung memesan bubur ketannya, padahal sebelumnya ia menyuruh Via yang memesan.

__ADS_1


"Iya boleh Long." jawab marni dengan panggilan yang kemarin di dengar oleh Via, sehingga Via dan Misya saling berpandangan mendengar nya.


"Ibu dari mana?." tanya Via sengaja bertanya biar terlihat ramah di depannya, padahal ia sangat malas untuk mengucapkan satu pertanyaan, tetapi jika tidak begitu nanti ayahnya akan malu jika punya anak yang tidak pandai menghormati orang tua.


"Ibu dari rumah, langsung ke sini. Katanya ayahmu mau belikan kamu HP ya Misya?." jawab marni kemudian bertanya kepada Misya.


Batin Via lagi, "Hah, dari rumah lalu ke sini hanya untuk bertemu ayah?."


"Oh, memang mau ke sini ya. Oh iya bu, tadi kata ayah sih begitu" jawab Via sedangkan Misya hanyaterdiam.


"Iya, nanti ibu bantu pilihkan HP nya ya." ucap marni sambil memandang Misya.


Misya tidak menjawab dan hanya menunjukkan wajah cemberutnya di depan marni.


Via memandangi Misya tetapi tidak dapat menegurnya takut di lihat oleh marni yang sok akrab dengan anak Marcel.


Ketika Marcel selesai memesannya lalu kembali ke meja tempat mereka duduk.


"Nanti ke jalan Niaga saja beli nya long, di sana tempat langganan saya." ucap marni memberi saran kepada Marcel.


"Oh boleh deh." tanpa basa basi Marcel menyetujui ucapan marni di depan anak"anaknya.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2