Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 104


__ADS_3

Seminggu setelah pertemuan mereka di rumah si penjahit baju itu, mereka tidak saling bertemu lagi hanya berkomunikasi melalui pesan whatsapp.


Jasmine mulai curiga dengan Marcel yang tidak pernah meninggalkan hp nya, meskipun harus ke toilet.


"Mau ke toilet aja bawa hp, mau ngapain memangnya di dalam toilet Long?." ucap Jasmine dengan panggilan sehari-hari yang sudah lama tidak di sebutnya.


"Tumben jasmine baru panggil dengan sebutan itu lagi." Batin Marcel ketika di dalam toilet.


"BAB sambil nonton, biar ngak bosan." jawab Marcel tertawa kepada jasmine.


"Nonton nya nanti saja, nanti ke cemplung lagi baru tahu loh." ucap jasmine seperti menyumpah Marcel.


"Jangan di doakan begitulah." lalu Marcel terdiam setelah menjawab apa yang di katakan jasmine.


Kemudian Misya dan Via menghampiri jasmine.


"Ada apa bu?." tanya Via.


"Tidak. Ibu hanya heran dengan ayahmu, ke toilet selalu saja bawa HP. nanti ke cemplung lagi barulah menyesal." berkali-kali jasmine mengingatkan meskipun selalu berakhir dengan pertengkaran tetapi selalu saja ada jalan untuk baikan seperti tidak ada masalah.


"Biar saja ke cemplung bu, nanti beli baru. Ayahkan punya banyak uang." ucap Misya berniat memuji ayahnya ketika Marcel sudah mau selesai BAB nya.


"Banyak tapi ngak pernah di kasih mis." jasmine menyindir Marcel.


"Loh kok ngak di kasih?." ucap Misya.


"Ngak tahu misya." jasmine langsung meninggalkan ruang dapur dan pergi ke halaman depan rumahnya.


Tiba-tiba ketika Marcel keluar dari toilet, hp Marcel berdering dan ternyata dari marni.


"Long, baju nya sudah selesai kata mbak yang kemarin." ucap marni tidak sabar untuk memberikan teluk belanga' kepada Marcel.


"Oh sudah di ambil apa belum?." balas Marcel via WhatsApp.


"Belum Long, mbak nya baru kasih tahu barusan." jawab marni.


"Ya sudah nanti kita ke sana ambil bajunya." Marcel menawarkan dirinya untuk bertemu kembali.


"Oh jangan Long, nanti biar aku saja yang ambil." marni menolak Marcel ikut mengambilnya.


"Kenapa? Kan bajunya bukan kamu saja Mar?." tanya Marcel.


"Kan cuma ambil doang, biar aku saja yang ke sana. Nanti along ke rumah saja untuk mengambil punya along sendiri." jawab marni.


Awalnya menolak, ujung-ujungnya juga mau ketemu.

__ADS_1


"Baiklah Mar. Nanti aku akan ke sana." ucap Marcel.


Pada sore harinya Marcel pergi ke rumah marni dan mengambil teluk belanga' nya yang sudah berada di rumah marni.


"Assalamualaikum." Marcel mengucapkan salam ketika sudah berada di depan pintu rumah marni.


"Waalaikum salam, sebentar." jawab marni dan segera menghampiri Marcel untuk di bukakan pintu rumahnya.


"Masuk Long!." Ketika marni melihat yang datang adalah Marcel.


"Iya, sudah di ambil ya baju nya?." tanya Marcel karena tidak sabar melihat hasil jahitannya.


"Sudah Long, sebentar saya ambil dulu, duduk dulu lah!." marni meminta Marcel untuk duduk di ruang tamu nya terlebih dahulu sambil ia mengambilkan bajunya di dalam kamarnya.


5 menit kemudian, marni menghampiri Marcel kembali dan menyerahkan teluk belanga' nya kepada Marcel.


"Ini Long, di coba dulu, pas atau tidak. Kalau kurang pas bisa minta benarkan lagi, mumpung masih di sini, ya kan?."


"Iya, coba dulu deh sebentar. Saya pinjam ruangan ini ya sebentar." Marcel memilih ruang pasien marni untuk mencoba memakai baju nya, karena rumah yang ia diami adalah rumah dinas nya.


"Iya, Silahkan Long." jawab marni.


Marcel mencoba memakainya dan meminta pendapat marni tentang penampilannya ketika memakai teluk belanga'.


"Bagaimana menurut mu Mar, cocok atau tidak?." tanya Marcel.


"Bagus ya?." ucap Marcel sambil berputar menampilkan teluk belanga' nya.


"Iya bagus. Memang rekomen banget tu si penjahitnya. jahitannya rapi dan sesuai banget dengan permintaan kita." marni meluapkan perasaan puas nya menggunakan jasa jahit langganannya itu.


"Nanti lah kalau ada kain lagi, boleh banget buat baju lagi jahit ke sana." Marcel juga sangat puas dengan hasil jahitannya.


"Iya." jawab marni tersenyum.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya mar." pamit Marcel kepada marni.


"Kok buru-buru?." tanya marni yang tidak ingin mengakhiri masa-masa berdua meskipun hanya sebatas bicara tentang pakaian.


"Aku harus ke kebun, meskipun sebentar. aku pulang dulu ya!." pamit Marcel sekali lagi.


"Oh ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya di jalan long." marni menunjukan perhatiannya.


"Iya." Marcel langsung pulang dan menenteng kantong teluk belanga' nya.


Di perjalanan Marcel terbayang-bayang memakai teluk belanga' pemberian dari marni itu.

__ADS_1


Sampai-sampai di rumah ia mencoba memakainya kembali, dan meminta anak nya untuk mengabadikannya.


Sesampainya di rumah Marcel langsung mencoba teluk belanga' nya.


"Misya." panggil Marcel.


"Iya ayah." jawab misya dan langsung menghampiri Marcel.


"Misya tolong fotokan ayah!." pinta Marcel sambil menyerahkan hp nya.


"Baju baru ya yah?." tanya misya biasa saja karena tidak mengetahui kalau baju yang saat itu ayahnya gunakan adalah baju pemberian dari marni.


"Iya, bagus ngak?." tanya Marcel kembali.


"Bagus, pasti mahal kan?." ucap misya tetapi Marcel hanya terdiam sambil bergaya ketika di foto.


"Oh iya, hp ayah sudah tidak rusak lagi ya." ucap misya sambil membolak balikkan hp yang sedang di pegangnya.


"Iya, kemarin sudah ayah service. Gimana hasil foto nya? bagus tidak?." tanya Marcel.


"Bagus kok, ayah ganteng banget." ucap Misya memuji Marcel, dan kala itu Marcel sangat tersanjung dan memberi misya uang.


"Iya dong, ayah gitu loh. Ini untuk misya karena sudah bilang ayah ganteng." sambil menyerahkan uang Rp. 20.000 an kepada misya karena sudah memujinya.


Marcel adalah laki-laki yang suka di puji, jika ada yang memujinya ia langsung baik kepada orang tersebut.


Misya kaget dengan reaksi ayahnya, baru di puji begitu ia langsung memberi misya uang, sedangkan jika di pinta ia tidak pernah mau memberi.


"Ini untuk misya yah?." tanya Misya tidak percaya sambil memegang uang yang sudah di beri Marcel.


"Iya untuk kamu. Kamu ngak mau ya?." Marcel bertanya kembali karena reaksi misya seperti orang bingung.


"Ya mau lah, terimakasih ayah." jawab misya tersenyum bahagia.


"Sudah selesai ya yah fotonya".


" Iya sudah cukup misya." jawab Marcel dan langsung mengirimkan hasil fotonya kepada marni.


Misya langsung menghampiri jasmine dan mengatakan bahwa ayah memberi misya uang.


"Bu, ayah kasih misya uang Rp. 20.000, padahal misya ngak minta." ucap misya kepada jasmine.


"Tumben, kenapa ayah mu tiba-tiba memberimu uang Sya." jasmine juga bingung, biasanya ketika di minta ia malah marah bahkan bilang tidak ada uang.


"Tadi itu ayah minta di foto kan oleh misya, terus misya bilang ayah ganteng. Eh ayah kasih misya uang gitu aja, misya ngak minta padahal." ucap misya.

__ADS_1


"Oh jadi kuncinya kalau mau minta uang ke ayahmu, bilang ayah dia ganteng atau apa saja yang bagus-bagus. Pasti di kasih deh." jasmine baru menyadari sifat Marcel yang sangat senang di beri pujian.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2