Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 66


__ADS_3

"Aku tidak yakin akan memaafkanmu, aku sangat kecewa dengan kelakuanmu kepadaku. Kau sudah berubah Cel, tidak seperti yang ku kenal dulu." Jasmine mengeluarkan unek-unek yang tersimpan di dalam otaknya.


"Beri aku kesempatan Jasmine!." pinta Marcel.


"Harus berapa kali kesempatan Cel, dulu kamu juga pernah melakukan hal ini, tapi aku memberi kesempatan kepada mu, mungkin saja kamu khilaf dan tidak akan mengulanginya setelah aku mengetahuinya. Tetapi apa? apa yang aku dapat untuk mempercayai mu? kamu bahkan tidak peduli dengan keseharian anak-anak, dan Aldi di sana, apa kamu tahu dia kekurangan uang?. Kamu selalu beralasan untuk tidak mengirimkannya uang, padahal kamu sering makan diluar. Apa kamu pikir makan diluar bayar pakai daun?. Diam bukan berarti tidak tahu Cel" jasmine akhirnya angkat bicara tentang kekecewaannya selama ini.


"Maafkan aku jasmine, aku akan berusaha sebaik mungkin memperbaiki nya." Marcel tetap memohon meskipun masih sama-sama drop.


"Buktikan jika kamu benar-benar ingin memperbaiki semuanya." jawab jasmine.


"Baiklah, jika kamu mau nya seperti itu, kamu pegang saja hp ku untuk membuktikan kalau aku benar-benar ingin memperbaiki pernikahan ini. Dan Aldi di sana, akan aku usahakan untuk mengirimkan uang kepadanya. " pinta Marcel agar jasmine tetap menyimpan HP nya.


"Lakukan saja apa yang mau kamu buktikan Cel, maafkan aku, untuk sementara aku belum bisa sepenuhnya percaya dengan apa yang kamu katakan, sebelum aku melihat buktinya sendiri." ucap jasmine masih sangat kecewa.


Batin jasmine, "Aku harus bagaimana ya Allah, aku benar-benar bingung dengan situasi ini."


Jasmine meninggalkan Marcel keluar kamar dengan kondisi yang masih lemah, sementara Marcel masih terbaring karena kondisi yang masih lemah juga.


"Mau kemana?." tanya Marcel ketika jasmine hendak keluar.

__ADS_1


"Aku mau mencari udara segar." jawab jasmine sedikit judes dan Marcel merasa sakit setelah mendengar ucapan jasmine.


"Baiklah kalau begitu." ucap marcel.


Jasmine keluar menuju ke dapur dan duduk di depan pintu sambil memandang keluar.


Batin jasmine, "Ya Allah aku tahu, engkau mengirimkan cobaan ini kepadaku karena aku mampu melewatinya. Maka kuatkanlah aku Ya Allah. Berikanlah aku berjuta kesabaran untuk melewati semua tahapnya Ya Rabb."


"Bu, ibu kenapa disini? jangan melamun bu! Ibu harus istirahat sekarang." Tiba-tiba Via datang untuk mengingatkan kalau jasmine perlu istirahat.


"Sebentar Via, ibu akan istirahat nanti." dengan pandangan yang sangat jauh ia menjawab pertanyaan Via.


"Iya Via, tenang saja." jawab jasmine seolah menenangkan tetapi sebenarnya iya rapuh.


"Baiklah ibu."


Via memantau ibunya dari kejauhan, ia takut ibunya akan nekat melakukan sesuatu jika tidak diperhatikan.


"Sebenarnya aku ingin mengakhiri saja, tapi bagaimana dengan nasib anak-anak ku nanti, mereka perlu kasih sayang ayah, dan pendidikannya bagaimana, aku takut akan merusak masa depan mereka." Batin jasmine.

__ADS_1


Keesokan harinya, tibalah saat yang ditunggu-tunggu jasmine, yaitu mengetahui jawaban dari Bu Lena.


"Bu, mau berangkat jam berapa nanti ke rumah nya bu Lena?." tanya Via.


"Nanti sore saja ya Via." jawab jasmine.


"Baiklah bu, kalau begitu via mau bikin kue dulu lah, mau cicil sedikit, biar tidak terlalu capek nantinya." ucap Via.


"Iya Via."


"Misya ayo kita mulai buat kuenya!." ajak Via.


"Baiklah kak." jawab Misya tidak semangat.


"Kenapa terlihat lemah sekali?." tanya Via kepada Misya.


"Tidak apa kak." Misya berbohong karena merasa tidak enak dengan kakakny.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2