Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 115


__ADS_3

"Kemarin aku sudah minta cerai kepada nya bu, tapi ia tidak mau menceraikannku, malah ia marah karena aku bicara begitu di depannya. aku benar-benar bingung bu harus bagaimana sekarang." jawab Jasmine dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau Marcel sendiri tidak mau bercerai kenapa ia tidak memperbaiki sifat nya, Jujur saja ibu tidak ingin kamu di sakiti, ibu dan ayahmu sangat mendukungmu jika kamu memilih untuk berpisah, itu semua tergantung kepada mu lagi. Pikirkan baik-baik jika kamu sudah mengambil keputusan yang tepat." Ibu Jasmine sudah sangat marah dengan Marcel dan tidak ingin punya menantu seperti Marcel lagi.


"Gimana ya bu, aku sendiri bingung harus bagaimana, sebenarnya aku sudah berapa kali meminta cerai kepadanya, tetapi ia tidak mau, dan yang lebih herannya lagi, ia malah masih bermain api di belakangku." Jawab Jasmine.


"Kamu selesaikan saja nanti dengan Marcel bagaimana baik nya untuk kalian berdua Jasmine, kalau ibu pribadi lebih baik kalian pisah saja." Ibu Jasmine sudah merelakan jika Jasmine akan berpisah dengan Marcel.


Jasmine hanya terdiam mendengar ucapan ibu nya.


Batin Jasmine, "jangankan orang lain, Bahkan ibu dan ayahku sendiri sudah memintaku untuk berpisah dengan marcel."


"Oh iya bu, besok Via pulang." ucap Jasmine memberitahu ibunya bahwa Via akan pulang.


"Syukurlah berarti ia sudah selesai ya kuliahnya di sana." jawab Ibunya.


"Alhamdulillah sudah bu, tinggal kemana ia ingin bekerja nantinya, semoga rezeki Via di lancarkan ya bu."


"Aamiin, yang penting sebagai orang tua selalu doakan anak-anak untuk kesuksesannya." jawab Ibu Jasmine.


"Iya bu."


"Seperti nya sudah larut ni Misya, yuk kita pulang!." ajak Jasmine.


"Iya bu, besok Misya juga berangkat sekolah awal." jawab Misya.


"Ayo."


"Nek, Kek. Kami pulang dulu ya." pamit Misya kepada neneknya.


"Iya, sering-sering dong Misya ke rumah nenek, ajak Via juga nanti." pinta sang Nenek.


"Iya insyaAllah nek."


Keesokan harinya Via meminta untuk di jemput di depan komplek, karena Bus nya hanya sampai depan komplek, tidak sampai depan rumah mereka.


Tut.. Tut.. Tut..


"Halo. Ada apa Via?." tanya Marcel ketika Via menelpon nya di pagi hari dan Marcel masih terbaring di tempat tidurnya.


"Yah, Via sekarang sudah di depan komplek, jemput dong yah." pinta Via kepada Marcel yang sedang enak tidur.


"Kamu pulang hari ini?." tanya Marcel kaget karena ia belum di beri tahu kalau Via akan pulang.

__ADS_1


"Iya yah, Misya ngak bilang ayah ya tadi malam?." tanya Via kembali.


"Tidak Via." jawab nya singkat.


Batin Marcel, bagaimana mereka ingin memberitahu aku, aku saja pulang nya larut tadi malam, dan mungkin Misya tidak punya pulsa untuk menghubungi ku."


Tiba-tiba Marcel bisa memaklumi hal ini, karena ia tidak pernah memberi uang kepada anaknya hanya untuk cuma-cuma.


"Sebentar ya Via, ayah minta Misya yang jemput ke depan." Marcel masih malas-malasan ingin keluar rumah sepagi itu.


"Iya ayah, Via tunggu."


"Misya." panggil Marcel saat Misya sedang bersiap mau mandi.


"Iya yah." jawab Misya dan langsung menghampiri Marcel di depan pintu kamarnya.


"Sekarang kamu jemput kakakmu ya, sekarang ia sudah di depan." ucap Marcel meminta Misya yang menjemputnya.


"Oh kakak sudah sampai. Iya yah Misya jemput sekarang." Bergegas Misya mengambil jilbabnya dan kunci motor untuk menjemput kakak nya sebelum ia mandi dan pergi sekolah.


Perjalanan menuju depan komplek berkisar antara 5 menit saja, Misya buru-buru menjemput Via karena ia juga harus segera mandi.


***


"Sudah lama ya kakak menunggu, maaf ya kebetulan tadi malam aku habis kouta, jadi ngak bisa di hubungi deh." ucap Misya menjelaskan kepada Via ketika sudah sampai di depan komplek mereka.


"Ayo kak, sini tasnya." Misya menyimpan tas Via di depan.


Setelah meletakkan tasnya di posisi paling depan, Misya langsung mengegas sepeda motornya agar segera sampai.


Sesampainya Via di rumah, Jasmine sangat senang karena ia datang dengan selamat.


"Assalamualaikum ibu." ucap Via ketika melihat ibunya di depan pintu.


"Waalaikum salam." jawab Jasmine sambil tersenyum.


"Ayah lanjut tidur ya bu?." tanya Via karena hanya ayahnya yang tidak menyambutnya.


"Iya Via, ayah mu kan memang begitu, jangan heran ya." jawab Jasmine.


"Ya sudah tidak masalah bu, mungkin ayah sedang lelah." jawab Via.


"Misya mau mandi dulu ya kak, bu." pamit Misya dari perbincangan mereka.

__ADS_1


"Iya, iya."


Via masuk dan beristirahat sebentar sebelum ia membantu ibunya membereskan barang bawaannya.


"Kamu istirahat saja dulu Via!." Jasmine kasihan melihat Via tampak kelelahan selama dalam perjalanan.


"Iya bu, sebentar ya, itu barang Via biar via saja yang kemaskan." ucap Via ketika Jasmine mengangkat tas nya.


"Iya ibu tepikan dulu." jawab Jasmine.


Setelah Misya selesai mandi, Misya bergegas memakai seragam sekolahnya dan minta di antar sampai di depan komplek juga.


"Kak, sekarang gantian ya kak, antar Misya ke depan, Misya sudah kesiangan." pinta Misya.


"Iya iya kakak antar sekarang." Via langsung menyalakan sepeda motornya dan langsung mengantarkan Misya.


Sepulangdari mengantar Misya, Via melanjutkan istirahatnya dengan terbaring di depan pintu kamar nya.


Ketika Marcel bangun ia melihat Via sudah tertidur di lantai.


"Tidur lagi." ucap Marcel ketika melewati Via saat ia juga bangun dari tidurnya.


Via langsung terbangun mendengar perkataan ayahnya.


"Coba lah cari kerja, jangan malah tidur." ucap Marcel lagi ketika sedang di ruang tamu tetapi Via yang sudah sadar hanya terdiam.


"Ada apa sih, pagi sudah marah?." tanya Jasmine ketika mendengar Marcel berbicara.


"Bangunkan itu loh Via, suruh cari kerja, jangan tidur-tiduran jam segini." jawab Marcel merasa kesal.


"Kenapa sih Long, Via baru juga sampai rumah, di suruh cari kerja. Cari kerja itu ngak gampang. ketika ngelamar kerja juga ngak bakalan langsung di terima." ucap Jasmine marah kepada Marcel.


"Ya setidaknya berusaha cari." saut marcel lagi.


Via menangis mendengar ucapan ayahnya, yang memintanya untuk mencari kerja di saat ia baru saja istirahat.


Batin Via, "Padahal aku baru saja sampai, ayah sudah bicara seperti itu kepada ku."


"Sabar dulu lah Long, Via baru sampai juga, kenapa harus buru-buru?. Kalaupun Via mencari pekerjaan hari ini, tidak akan mungkin dapat kerja di hari ini juga. Via istirahat juga ngak sampai 12 jam, kamu malah ngomel aja, kalau tadi kamu bantu ia cari kan, mungkin bisa dapat hari ini, kamu kan orang terpandang, banyak teman yang bekerja di perusahaan, jadi kenapa tidak kau bantu saja." ucap Jasmine marah kepada Marcel.


"Biarkan ia mandiri, cari kerja sendiri jangan manja." ucap Marcel yang egois.


"Capek ngomong sama kamu Long, ngak mau dengar pendapat orang." Jasmine meninggalkan Marcel dan menghampiri Via yang sedang menangis.

__ADS_1


"Sudah lah Via, jangan kamu ambil pusing apa yang di katakan ayahmu, kamu kan tahu sendiri ayah mu memang begitu." ucap Jasmine menenangkan Via.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2