
Keesokan harinya pada jam 06.00 Marcel pulang dengan rambut acak-acakan.
Ketika Jasmine menyadari bahwa Marcel baru sampai dan belum masuk ke dalam rumah, Jasmine bergegas membuatkan segelas kopi untuknya.
Ketika sudah siap di suguhkan, Jasmine meminta Via untuk mengantarkannya.
"Via, tolong antar di meja air kopi nya! sekalian kamu pamit dan minta ongkos dengan ayahmu." ucap Jasmine.
"Baiklah bu, sini kopi nya biar Via yang antar." jawab Via dan segera menghampiri Marcel.
Ketika Via membawa segelas kopi, Marcel baru melangkah masuk ke rumah dan duduk di kursi tamu.
"Ini yah, yah apa ayah sedang pusing sekarang?." tanya Via sebelum memulai pembicaraan.
"Tidak, kenapa Via?." tanya Marcel kembali.
"Sebenarnya Via hari ini harus pulang karena harus mengurus pendaftaran wisuda nanti yah, apa ayah sekarang punya uang untuk ongkos Via?." tanpa basa basi Via langsung mengatakan keinginannya.
"Hari ini? jam berapa?." tanya Marcel kaget.
"Jam 10.00 WIB yah, tinggal berapa jam lagi. Apa ayah punya uang?." tanya Via takut ayahnya tidak memberinya.
"Ayah cuma punya Rp. 100.000 saja Via, ini kamu ambil dulu, nanti ayah usahakan, kamu tunggu di warung depan komplek ya." ucap Marcel dan langsung bergegas mandi dan bersiap untuk mencari pinjaman untuk Ongkos Via.
"Baiklah ayah, nanti Via tunggu ayah di sana." jawab Via dan segera mempersiapkan barang yang harus di bawa nya.
Sambil menunggu Marcel mandi, Via menyiapkan pakaian untuk di simpan ke dalam ransel nya, dan setelah Marcel selesai mandi, barulah Via mandi.
Belum selesai Via mandi Marcel sudah pergi untuk mencari pinjaman, Tetapi sebelum pergi ia menghabiskan segelas kopi terlebih dahulu.
"Via, ayah mu bilang apa?." tanya jasmine ketika Marcel sudah pergi.
"Ayah minta Via tunggu di warung depan komplek bu, tapi Via sudah di kasih Rp. 100.000 untuk pegangan." jawab Via.
"Oh syukurlah Via, ini ibu juga punya Rp. 100.000 untuk tambahan takut nanti kamu tidak ketemu ayah mu." jasmine memberikan uang kepada Via sebagai cadangan jika nanti ayahnya tidak bertemu ketika di depan komplek.
"Tapi ibu kan tidak punya uang untuk belanja, lagian tadi Via sudah di kasih ayah bu." ucap Via berusaha menolak uang ibunya.
"Jangan kamu pikirkan soal itu, ibu bisa ambil sayur di kebun jika untuk makan, tapi kamu di Kota orang harus punya cadangan lebih, jadi ambil saja ini untuk kamu makan." jawab jasmine.
"Terimakasih ya bu, semoga nanti ibu dapat rezeki lebih dan tidak terduga." Doa Via.
"Iya, cepat siap-siap keburu Bus nya sampai."
Untuk menghemat biaya Via menggunakan Bus untuk menuju Kota rantauannya.
Agar uang yang ia punya tidak habis hanya untuk perjalanan saja.
__ADS_1
"Bu, Misya, Sekarang Via berangkat dulu ya!." pamit Via dan bersalaman dengan ibu dan adiknya.
"Iya, kamu hati-hati di jalan, sampai sana kabari ibu ya!." pinta jasmine.
"Hati-hati kak!." ucap Misya menyusul.
"Iya bu, nanti Via chat Misya jika sudah sampai." jawab Via.
Via di antar menggunakan gojek untuk ke depan komplek, sampai di depan komplek Marcel belum datang menemui nya.
"Ayah di mana ya, Bus nya sebentar lagi sampai ini." ucap Via sendirian.
Tidak lama setelah itu, Marcel datang dengan tetangga dekat rumahnya.
"Bus nya belum datang ya?." tanya Marcel ketika menghampiri Via.
"Sebentar lagi yah, kirain ayah tidak datang." ucap Via.
"Ini ayah cuma dapat pinjaman Rp. 200.000 , nanti kalau sudah habis telpon ayah ya." ucap Marcel kepada Via di depan tetangganya.
"Iya tidak apa yah. Eh itu bus nya sudah datang, Via berangkat dulu ya yah." pamit Via dan bersalaman dengan Marcel.
"Iya Via, jika sudah sampai jangan lupa kabari ayah atau ibumu." ucap Marcel.
"Iya yah." Kemudian Via langsung masuk ke dalam Bus.
Sesampainya di Kota rantauannya ia langsung menghubungi Misya bahwa ia telah sampai dan ia juga mengirimkan pesan kepada ayahnya.
Saat itu ayahnya sedang tidak di rumah, ayahnya saat ini sedang bersama dengan marni.
"Yah, Via dudah sampai." Via mengabari Marcel ketika ia baru sampai depan kost nya.
Tetapi Marcel tidak membalas pesan dari Via, Via langsung mengirim pesan kepada Misya juga.
"Misya, tolong bilang ibu kakak sudah sampai sekarang." ucap Via memberitahu Misya.
"Iya kak, sudah Misya sampaikan." balas misya setelah memberitahu ibunya bahwa Via baru saja sampai.
Via istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa lelah nya, sampai-sampai ia tertidur hingga malam hari tiba.
Keesokan harinya Via langsung ke kampus untuk mengurus pendaftaran wisudanya.
Teman 1 kelasnya tidak ada yang ikut mendaftarkan diri karena baru Via yang sudah mendaftarkan diri sebagai wisudawati.
"Siapa temanku nanti ya ketika wisuda." Via menyadari bahwa ia hanya sendiri, tidak ada dari kelasnya yang ikut wisuda.
Kemudian ia bertemu dengan teman sewaktu ia masuk kuliah dan waktu itu mereka pernah 1 kelompok saat Orientasi mahasiswa baru.
__ADS_1
"Putri." panggil Via.
"Eh Via. Lagi ngapain? kok sendiri?." putri tidak mengira bahwa Via mendaftar sendirian tanpa di temani temannya.
"Baru selesai daftar wisuda, temanku sibuk jadi ngak bisa menemaniku. Kamu kenapa sendiri?." tanya Via kembali.
"Sama seperti kamu Via, temanku belum ad yang bisa ikut daftar tahun ini." ucap Putri.
"Kalau begitu, kita minta nomor urut kita selatan saja yuk, aku ngak ada teman ngobrol nanti." pinta Via.
"Boleh juga tu, semoga diperbolehkan ya Via." jawab putri.
"Iya Put." bergegas Via dan putri meminta kepada bagian kepengurusan untuk mendekatkan nomor urut mereka berdua.
Setelah memohon untuk di dekatkan ternyata, mereka di perbolehkan untuk mendapatkan nomor urut yang berdekatan.
Setelah selesai mengurus semuanya Via mengabari ibu nya bahwa ia telah selesai mendaftarkan diri.
Tut.. Tut.. Tut..
"Halo." jawab Misya.
"Ibu mana Misya?." tanpa basa basi Via mencari ibu nya.
"Ada."
"Bu kakak mau bicara." ucap Misya sambil menyerahkan HP nya kepada Jasmine.
"Iya Via ada apa?." tanya Jasmine.
"Via sudah selesai mendaftar untuk wisuda nanti bu, wisudanya di selenggarakan Minggu depan, Ayah sama Ibu datang lebih awal ya!." pinta Via, ia berharap ayah dan ibunya menghadiri acara yudisium.
"InsyaAllah kami usahakan Via, Kakak mu Aldi sudah di kabari belum tentang ini?." tanya Jasmine.
"Belum bu, setelah ini Via akan kabari. Via juga belum kabari ke ayah." ucap Via.
"Ayah mu biar ibu yang kasih tahu." jawab Jasmine untuk memulai kembali agar bisa bicara dengan Marcel.
"Baiklah bu, ibu tolong bicarakan ini kepada ayah dan Via akan memberitahu kak Aldi nanti bu." ucap Via sekaligus mengakhiri telponnya.
"Iya Via."
"Ya sudah kalau begitu, sampai nanti ya bu." setelah Jasmine menjawab perkataan Via, ia langsung menutup telponnya.
"Iya Via."
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1