
Keesokan harinya Via bangun terlambat, perias wajah sudah datang lebih awal dari kemarin.
Ia mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang membuka pintu, ia mencoba menelpon Via tetapi tidak di angkat karena belum bangun dari tidurnya.
Tidak lama setelah Ia mengetuk pintu, tiba-tiba Via tersadar dan mendengar bahwa si perias sedang memanggil namanya dan tetap mengetuk pintu.
"Kak Via." Ini adalah panggilan yang ke sekian kalinya terdengar.
Bergegas Via bangun dan membuka pintu kostnya.
"Aduh kak, maaf ya Via baru bangun, mana belum mandi lagi. Boleh ngak tunggu sebentar, Via mandi dulu." ucap Via ketika membuka pintunya.
"Oh iya tidak apa, saya juga kesiangan hari ini." jawab perias itu.
"Oke kak. kakak tunggu saja di kamar ya kak." tanpa lama Via langsung mengambil handuk dan mandi dengan buru-buru agar si perias tidak menunggu terlalu lama.
Setelah menunggu selama 8 menit tiba-tiba Via keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian dan siap untuk di rias.
Perias pun akhirnya buru-buru merias wajah Via sehingga hasil alis yang kurang bagus terlihat begitu jelas.
Tanpa menyadari Via langsung meminta perias itu untuk memasangkan jilbab sesuai keinginan Via.
Setelah selesai, perias pun buru-buru untuk ke pelanggan selanjutnya, Via baru melihat bahwa alis nya sebelah kiri berbeda dari sebelah kanannya.
"Nisa." panggil Via kepada teman sekamarnya yang merupakan adik tingkatnya.
"Ada apa kak." tanya adik tingkatnya itu.
"Sa tolong dong, alis nya kenapa jadi begini." ucap Via bersedih.
"Lah kenapa begitu? gimana sih kakak itu, bukan nya di benerin dulu, eh malah pergi. Sini biar Nisa yang benerin." jawab nisa sangat marah.
"Ngak di cek dulu tadi, soalnya dia buru-buru mau pergi, sudah siang nanti telat mereka yang belum di rias." jawab Via memaklumi si perias karena Via juga menjadi sebab kenapa ia buru-buru.
"Tapi kan harus di lihat dulu yang mau di tinggal ini kak. Jadi perias bukan sembarang rias wajah orang, tapi harus memperhatikan kesalahan ada di mana saat ini." ucap Nisa masih melanjutkan omelannya.
"Sudahlah, itu menjadi penilaian bagi kita sebagai pengguna jasa, setelah ini ia pasti introspeksi kok, di mana kesalahannya, yang penting sekarang kan dia selesaikan dulu tanggung jawabnya. Salah itu biasa, manusiawi kok." jawab Via membela.
"Kalau Nisa sih tidak Terima kak." sambil membenarkan alis Via yang sedikit tebal.
"Ah sudahlah. Ini sudah selesai belum? nanti telat ni." ucap Via.
"Iya sudah, ini sudah lebih baik dari sebelum nya." jawab Nisa.
"Oke, terimakasih ya sayangkuh." ucap Via mengalay.
Tanpa menunggu lama, Via di jemput oleh teman lelakinya yang tadi malam mengantarnya ke MES.
__ADS_1
"Sudah lama ya menunggu?." tanya teman lelakinya.
"lumayan lama, soalnya aku mandi saja habis subuh." jawab Via.
"Hampir saja aku tidak mengenalimu Via, kamu terlihat beda hari ini." ucap temannya.
"Oh ya, apa aku terlihat cantik hari ini?." tanya Via tanpa malu sedikitpun sambil tertawa.
"Cantik lah. kalau tidak cantik berarti kamu laki-laki." jawab temannya balik tertawa.
"Ah kamu, cobalah sedikit untuk memujiku." Via cemberut mendengar jawaban temannya di hari bahagianya.
"Loh, kan benar kamu memang cantik, bukan ganteng kan?." ucap temannya yang tidak suka memuji.
"Iya iya, susah ya kalau ngomong sama orang yang pelit pujian. Eh ngomong-ngomong hari ini aku merasa bahagia sekali bisa sampai di titik ini duluan dari kamu. Ups." sambil menutup mulutnya.
"Jangan sombong ngomong nya. aku sengaja mendahulukan kamu supaya kamu tidak terlalu kecewa." jawab temannya bercanda memang ia belum bisa menyelesaikan skripsinya.
"Wah baik banget kamu sama aku, rela ngak wisuda duluan demi aku. 🤣." ucap Via sambil tertawa.
"Iya dong, apapun kan ku lakukan demi kamu." jawab temannya sambil mengejek.
"Lebay. Terimakasih sudah mau antar lagi." ucap Via karena sudah sampai d kampus nya
"Iya."
Tiba-tiba ia melihat pria yang ia sukai, lalu ia berselfie dengan seragam yang sama, saat itu hati Via sangat senang karena bisa selfie berdua.
Setelah dapat beberapa jepretan, orang tua Via telah tiba di kampus.
"Terimakasih ya." ucap Via.
"Untuk apa?." tanya nya bingung.
"Karena mau foto bareng aku, ibu dan ayah ku sudah sampai, aku ke sana dulu ya." Via langsung pergi meninggalkan pria itu.
Kemudian Via meninggalkan pria yang ia sukai itu, untuk menghindari pertanyaan dari nya, karena jika tidak, pria itu akan mengetahui kalau sebenarnya Via sangat menyukainya.
"Ayah, ibu, kita ke ruangan ini." sambil menunjukan ruang peserta wisuda dan para orang tua.
"Oh iya Via." jawab ayah dan juga ibu nya.
Seketika Marcel melupakan marni dan tetap fokus dengan keluarga nya.
"Ayo bu masuk." ajak Via masuk ke dalam gedung.
"Ayo." Marcel dan jasmine masuk berdampingan.
__ADS_1
Marcel dan jasmine meyaksikan acara demi acara saat itu. Mereka sangat bahagia karena Via bisa selesai pada waktunya.
Setelah semua selesai, Via sekeluarga melaksanakan foto studio, ketika foto studio di laksanakan ia berpapasan dengan pria yangvdi sukainya lagi, dan meminta untuk foto studio bareng.
Akhirnya Via mendapatkan foto bersama pujaan hatinya, dengan memakai toga di tahun yang sama, bisa foto berdampingan itu adalah hadiah terindah di hari bahagianya.
Setelah asyik berfoto, kemudian semua pulang ke MES kembali, sebelumnya mereka singgah ke warung makan karena sudah saat nya makan siang.
Marcel pulang lebih dulu karena ia membawa kendaraan sendiri. Ketika ia sampai di MES barulah Marcel menghubungi marni.
"Kami baru selesai menghadiri acara wisuda nya Via, Nanti sore kami baru pulang." ucap Marcel ketika sedang menelpon marni.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga ya Long, sudah ringanlah beban along untuk membiayai pendidikan anak-anak. Sekarang tinggal Misya lagi mau lanjut kuliah di mana?." jawab marni.
"Iya Mar, rasa nya sudah lega karena bisa selesai tepat pada waktunya." Marcel meluahkan kelegaannya pada marni.
"Iya Long, saya juga ikut senang atas gelar baru yang di dapat Via, semoga berguna bagi dirinya dan masyarakat." Marni ikut merasakan kebahagiaan yangvdi rasakan Marcel.
"Sudah dulu ya Mar, sekarang mereka sudah sampai MES." Marcel bergegas mengakhiri telpon nya agar tidak diketahui pihak keluarga.
"Iya Long. Sampai jumpa nanti."
"Iya."
"Ayah sudah sampai duluan." ucap Misya ketika melangkah menuju Marcel.
"Iya lah sampai duluan, ayah langsung ke sini, kalau kita kan beli makan dulu." jawab Via.
"Iya juga sih."
"Gimana bu, apa ibu pusing?." tanya Marcel kepada orang tua nya yang baru sampai bersama anak-anak dan istrinya.
"Tidak, ibu sangat senang bisa jalan-jalan. Nanti kita jalan-jalan dulu lah." jawab mertua jasmine yang hobinya jalan-jalan padahal sudah sangat tua.
Batin Jasmine, "Ibu ini ngak capek apa ya? seharian terkena sinar matahari, aku saja rasanya lelah."
"Nanti saja bu jalan-jalannya sekarang kita makan dulu, istirahat dulu, masalah jalan-jalan kita tanya Aldi, apakah sempat untuk jalan-jalan lagi." ucap Jasmine kepaa mertuanya.
"Ya sudah makan dulu ya!." jawab marcel.
"Say, ayo makan!." Via mengajak teman SMA nya yang juga ikut saat itu.
"Iya." jawab nya tersenyum.
Setelah selesai makan, Via mengajak keluarga nya untuk pergi ke pasar tradisional sebelum mereka pulang kembali, pasar tersebut menjual pakaian, tas, sepatu, celana dan banyak lagi yang lainnya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dentgan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1