
"Lalu kenapa kita harus ke rumah nya marni?." Misya bingung kenapa kakak-kakak nya mengajak pergi ke rumah marni sampai harus menjemput Misya ke sekolah.
"Sudah lah misya, sekarang bukan saat nya untuk menjelaskan, sekarang kita harus ke rumah marni, karena kamu sendiri yang tahu, sekarang bilang kira harus lurus atau belok?." tanya Aldi yang sedang mengemudi.
"Belok kanan kak, setelah itu lurus saja, nanti ada plang nama bidan itu kok." jawab Misya yang tahu di mana rumah marni.
"Baik lah." Aldi melaju karena ia sudah mendapatkan petunjuk tentang alamat marni.
Setelah 15 menit perjalanan, di perjalanan Via menceritakan kronologi kenapa ia sampai menjemput Misya, saat itu Misya baru tahu permasalahannya dan tidak lama Aldi melihat di depannya sudah ada plang nama marni.
"Yang ini kan Misya?." tanya Aldi lagi.
"Iya kak, apa kalian yakin mau k sini?." Misya ragu untuk bertemu marni.
"Ya yakinlah." jawab Aldi.
"Kamu yang bicara ya kak, Via ngak tahu." ucap Via setelah mendengar Aldi mengucapkan keyakinannya.
"Cepatlah Via." Aldi meminta Via mengetuk pintu dan beri salam.
Via memberanikan diri untuk mengucapkan salam di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum." ucap Via ketika di depan pintu.
"Waalaikum salam." jawab marni dengan cepat ia menghampiri Aldi, Via dan Misya tepat di depan pintu dan berpura-pura terkejut dengan kedatangan mereka.
"Eh Via, Misya, Aldi ya?. Masuk masuk!." ucap marni dengan senyum yang gembira.
Via, dan misya saling berpandangan, diikuti oleh Aldi, karena merasa ada yang aneh melihat raut wajah marni yang santai.
"Tunggu sebentar ya, ibu tadi menyalakan kompor." marni meninggalkan mereka ke dapur untuk mematikan kompor nya.
"Iya bu." jawab Via.
Ketika Marni masuk ke dalam ruangan dapur, Via meminta kepada Aldi untuk bicara.
"Ah ngomong apa saja yang ingin kamu tanyakan." jawab Aldi membuat Via pusing.
"Kok jadi Via sih, tadi yang ngajak ke sini kan kakak!." Via sangat bingung, kenapa mereka bisa ke sini tanpa tahu apa yang harus ia lakukan saat itu.
Tetapi Aldi hanya terdiam dan tidak lama marni datang menghampiri mereka lagi.
"Sebenarnya kalian dari mana?." tanya marni ketika sudah di dekat mereka, dan duduk diantara Via, Aldi dan juga Misya.
__ADS_1
"Dari rumah bu, sebenarnya kami ke sini mau bicara sama ibu." ucap Aldi menjawab pertanyaan marni.
"Iya bicara saja, ngak papa!." jawab marni di ruang tamu nya yang juga ada asisten nya di rumah prakteknya.
"Bisa ngak bu kalau kita bicara di lain, jangan di sini." ucap Aldi lantang.
"Oh iya bisa-bisa. Kita ke ruangan pasien aja ngak papa ya?." ucap marni menawarkan tempat tertutup yang kebetulan tidak ada pasiennya.
"Boleh bu." jawab Aldi.
"Ayo masuk." marni berjalan dan diikuti oleh Aldi, Via dan juga Misya.
Ketika sudah di dalam, marni menutup pintunya dengan rapat dan bertanya.
"Ada apa sebenarnya kalian ke sini?." tanya marni pura-pura yang sebenarnya ia sudah tahu kenapa mereka menemui dirinya.
"Tujuan kami ke sini sebenarnya ingin bertanya tentang hubungan ayah dan bu marni sebagai apa?." tanya Aldi santai menyikapi marni.
"Hubungan kami ya sebagai teman saja, tidak lebih." jawab marni dengan berbagai alasan lagi dan lagi.
"Apa ibu yakin hanya teman?." kemudian Via ikut bertanya dengan nada yang tidak biasa ia gunakan.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰