
Ketika marcel sampai di rumahnya, ia melihat jasmine sedang tidak di rumah, marcel bertanya kepada misya kemana ibunya pergi.
"Misya, di mana ibumu?." tanya marcel karena tidak melihat jasmine di rumahnya.
"Ibu keluar sebentar yah." jawab Misya singkat.
"Kemana?." tanya marcel lagi.
Kemudian Jasmine datang dan ketika masuk ke dalam rumah, misya tidak menjawab pertanyaan ayahnya karena kebetulan jasmine sudah berada di rumah.
"Kamu kemana malam-malam begini?." Marcel langsung bertanya kepada jasmine karena jasmine sudah ada di depannya.
"Aku beli makanan sebentar, rasanya lapar sekali. Kamu sudah lama ya pulang nya?." jasmine berbohong agar ia tidak ketahuan oleh marcel.
"Kenapa tidak minta kepada ku kan aku pulang cepat malam ini." tanya marcel heran.
"Aku kira kamu bakalan pulang lama seperti biasanya, jadi aku saja yang pergi sebentar. Begitu." jawab jasmine berusaha untuk tidak terlihat takut.
"Oh, lain kali kalau kamu lapar telpon saja aku. Biar aku yang belikan." jawab marcel mengira jasmine benar-benar lapar di malam hari.
"Iya iya, nanti deh kalau aku males masak." jawab jasmine tersenyum dan langsung ke dapur.
Saat di dapur jasmine berpura-pura makan, padahal ia tidak lapar tapi terlanjur ketahuan oleh marcel.
__ADS_1
"Misya, kamu mau ikut makan juga ngak?." tanya jasmine sambil menawarkan makanan yang ia beli.
"Emangnya ibu beli apa?." tanya misya sambil berbisik.
"Ibu beli Martabak, enak ni masih panas." ucap jasmine tersenyum.
"Hampir saja misya jawab pertanyaan ayah dengan jujur, dan untungnya ibu cepat datang." ucap misya sambil menghembuskan nafasnya.
"Alhamdulillah, jangan sampai kita ketahuan sebelum bukti itu ibu temukan Misya." jawab jasmine bersyukur.
"Iya bu."
Sambil asyik memakan martabaknya sampai lupa untuk memberikan marcel martabak tersebut.
"Wah, kalian sangat lapar ya?." sambil mengambil sepotong martabak nya.
"hehe. Lumayan. Ini sisa nya kalau mau habiskan saja." jawab jasmine.
"Misya habis kan ya nak, sisa 1 potong saja itu." jawab marcel meminta misya yang menghabiskannya.
"Ayah benar tidak mau lagi?." tanya misya dengan gembira.
"Iya makan saja misya." jawab marcel.
__ADS_1
"Baiklah. Terimakasih ayah." ucap misya bergembira.
"Iya sama-sama." kemudian marcel pergi ke ruang tamu.
Beberapa kali jasmine telah mencoba mengikuti marcel, tetapi tetap saja tidak mendapatkan bukti.
Sehingga jasmine berhenti mengikuti marcel di malam hari, dan mencari cara lain agar ia dapat bukti perselingkuhan marcel kali ini.
"Bagaimana ya cara nya, agar aku bisa menemukan satu bukti saja." ucap jasmine sendirian .
Tiba-tiba Misya berlari dan mengatakan kepada jasmine bahwa dalam waktu dekat ini akan ada MTQ di komplek nya.
"Bu, sebentar lagi ada MTQ loh bu. Sepertinya misya tertarik mau ikut bu." ucap Misya.
"Oh tentu boleh sayang, itu sangat bagus. Kapan? Nanti biar ibu yang daftar kan deh." jawab jasmine mendukung keinginan misya.
"Tapi aku masih harus belajar banyak bu, soalnya belum terlalu fasih baca Al-Qur'an nya." pinta Misya untuk belajar terlebih dahulu.
"Iya harus belajar dong, nanti ibu bantu juga sebisa mungkin. Dan nanti belajar lagi sama guru ngaji mu ya Misya. Menang tidaknya urusan belakang, yang penting kamu tampil saja dulu." ucap Jasmine.
"Siap bu." jawab misya tersenyum.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1