Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 118


__ADS_3

Ketika marni sedang periksa kesehatan Ibu marcel, Wanti adiknya berbicara kepada marcel jauh dari marni dan Ibunya.


"Bang sini!." panggil Wanti untuk bicara 4 mata saja.


"Kenapa?." tanya marcel seolah tidak tahu kalau ia sedang jadi bahan gosip di kampung ibunya.


"Abang ini tahu tidak sih, dengan abang bergoncengan berdua ke sini dengan teman abang itu, yang ada membuat masalah menjadi runyam." ucap Wanti sudah khawatir akan nama baik marcel akan tercemar di mana-mana.


"Memangnya kenapa sih? Abang kan cuma membawa nya ke sini karena ia belum pernah ke sini, jadi ya sekalian saja pergi dengan abang karena abang juga mau jenguk ibu." jawab marcel seperti orang tidak berpikiran.


"Aduh abang ini kenapa sih? pura-pura begok atau bagaimana, kalau pun abang mau selingkuh lagi, hal yang seperti kemarin tidak usah di bawa-bawa lagi, kalau begini semua orang bisa menebak kalau abang punya hubungan khusus dengan marni." jawab Wanti sudah kesal.


"Ah kamu ini, kata orang jangan di dengar, yang ada bikin pusing. Yang penting sekarang ibu sehat, jangan berpikiran yang lain dulu deh." ucap marcel, di satu sisi ia memikir kan kesehatan ibunya di satu sisi lagi ia lupa bahwa ia suami orang dan masih saja membawa wanita yang bukan muhrimnya.


"Sekarang aku mau tanya, apa kak jasmine tahu ibu sakit dan abang ke sini dengan marni?." tanya Wanti untuk memastikan kecurigaan orang.


Tetapi marcel terdiam, tidak menjawab pertanyaan adiknya, karena memang jasmine tidak ia beritahu tentang kesehatan Ibunya.


"Kenapa diam?." tanya Wanti lagi.


"Apa abang sengaja tidak memberitahu kakak agar bisa membawa marni?." tanya Wanti.


"Bukan begitu, tadi ibu yang minta agar marni datang mengobatinya, ya abang bawa lah dia ke sini." jawab marcel.


"Abang kan bisa saja meminta marni menggunakan kendaraannya sendiri dan pergi menggunakan kendaraannya sendiri, dan abang membawa kak jasmine, sedangkan marni bisa menyusul kendaraan abang. Sebenarnya itu bisa. Sekarang aku pun juga berpikiran sama dengan para tetangga bahwa abang telah menjalin hubungan dengan wanita lain lagi. aku tidak menyangka peristiwa kemarin tidak membuat abang jera." jawab Wanti kecewa.


"Sudah lah wanti, hal ini biar menjadi urusan ku, kamu jangan ikut campur." ucap marcel dengan tegas.


Wanti pun akhirnya menyerah, mau di gap gimana pun marcel tetap menyangkal nya.


Wanti masuk ke dalam rumah dan mendekati marni dan ibunya.


"Bagaimana keadaan ibu? apa ibu ada penyakit lain?." wanti khawatir ibunya akan drop kembali.


"Sebenarnya ibumu tidak apa-apa, ibumu hanya kelelahan dan perlu istirahat cukup saja." marni memberikan beberapa obat yang harus Ibunya minum.

__ADS_1


"Bu ini obatnya, di sini ada saya tulis berapa kali mengkonsumsinya." sambil menyerahkan obatnya kepada si ibu.


"Iya Mar, Terimakasih ya." ucap Ibu Marcel.


"Sama-sama Bu, ibu jaga kesehatan jangan terlalu capek." jawab Marni mengingatkan.


"InsyaAllah. Ini berapa semuanya?." tanya Ibu marcel berniat ingin membayar semua obat dan biaya cek up nya.


"Ngak usah bu, yang penting ibu sehat ya." jawab marni menolak pembayaran dari Ibu marcel.


"Loh kenapa? Ini kan Ibu mau bayar obat nya." tanya Ibu marcel kembali.


"Tidak perlu bu, Ibu tidak perlu bayar, simpan saja ya uang nya, ibu sudah saya anggap ibu sendiri." jawab marni seperti itu.


"Terimakasih Nak." ucap Ibu marcel.


Ibu kandung marcel merasa sangat baik kepada nya, sampai-sampai marni menolak ingin di bayar, padahal maksud marni tidak mengambil uang nya, selain ingin menolong ia juga berniat untuk mengambil simpati sang ibu.


Kemudian marcel menghampiri marni dan sang ibu.


"Sudah selesai ya Mar?." tanya marcel ketika menghampiri mereka.


"Dari luar Mar, kalau sudah selesai kita pulang ya!." ucap marcel terburu-buru ingin pulang.


"Minum dulu ini air nya Cel, Mar! jangan buru-buru. Silah kan Mar di minum." pinta Ibu marcel.


Kemudian marcel dan marni meminum air yang sudah di hidangkan oleh keluarga marcel.


Setelah minum marcel terburu-buru mengajak marni pulang dan mengantar nya.


"Bu, kami pulang dulu ya, soalnya marcel ada urusan mendadak." pamit marcel karena merasa kurang enak jika dilihat tetangga ibunya.


"Kok buru-buru sih Cel, ibu masih ingin bicara dengan marni." ucap Ibu marcel membuat marni senang mendengarnya.


"Nanti kalau ada waktu marni ke sini lagi bu." tiba-tiba marni menjawab perkataan ibu marcel.

__ADS_1


Mereka pun pulang dengan bergoncengan kembali, dan di saksikan oleh teman jasmine yang kebetulan selisih di jalan.


Batin Rini, "Bukannya itu marcel ya? tapi ia sama siapa? kalau jasmine kurus, siapa ya yang di bonceng oleh marcel."


Rini penasaran ingin langsung bertanya kepada jasmine yang sama sekali tidak mengetahui nya.


Rini langsung menemui jasmine dan bertanya tentang apa yang ia lihat.


"Jasmine, marcel kemana hari ini." Rini berpura-pura bertanya, mungkin saja jasmine tahu.


"Ya kerja lah, ada apa Rin?." Jasmine hanya mengetahui marcel bekerja dan belum pulang sampai sekarang.


"Apa kamu yakin marcel bekerja?." tanya Rini penasaran.


"Iya tadi ia berangkat menggunakan seragam kerjanya, terus tadi ada yang menelpon dan ia terlihat buru-buru. Sudah pasti ia bekerja. Memang nya kenapa Rin?." Sesaat jasmine teringat bahwa marcel tadi berbicara di telpon ingin menjemput seseorang tetapi ia tidak mengatakan kepada Rini.


"Sepertinya sekarang marcel sudah tidak bekerja Jasmine, soalnya tadi aku melihat bahwa marcel bergoncengan dengan wanita dari rumah ibu nya marcel. Itu siapa ya jasmine?." tanya Rini sangat penasaran.


"Temannya mungkin Rin." jawab jasmine.


"Teman kok pegangannya seperti pasangan hidup sih." Rini blak-blakan mengatakan kepada jasmine.


Batin Jasmine, "Aduh Marcel, siapa lagi yang kau bawa."


"Masa' sih Rin, kamu kan tahu sendiri pasangan hidupnya itu aku. Mungkin saja itu temannya sedang menumpang kepadanya, ya kan?." Jasmine mencoba berprasangka baik kepada marcel.


"Tapi aku sangat yakin bahwa ia bukan hanya teman biasa jasmine." Rini masih menentang bahwa yang di bawa marcel itu adalah wanita simpanannya.


"Baiklah nanti aku akan menanyakan langsung kepada marcel." jawab jasmine membuat Rini masih penasaran.


"Oke, sekarang aku pulang dulu ya." pamit Rini karena ia belum juga mendapat jawaban yg jelas.


"Iya, terimakasih infonya ya Rini, nanti aku tanya langsung kepada marcel." ucap jasmine mengakhiri percakapan mereka.


Kemudian Rini pulang dan berniat ingin mencari kebenarannya sendiri.

__ADS_1


Batin Rini, " aku benar-benar penasaran siapa yang dibawa oleh marcel itu."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2