
"Meskipun bukan hp orang lain Via, setidaknya janganlah di bawa ke tempat yang kira-kira dapat merusak barang seperti kemarin, apalagi ayah mu itu ceroboh dengan barang." ucap jasmine mengkhawatirkan Marcel yang selalu membawa hp jika pergi ke kebun.
"Mau bagaimana lagi bu, kita tidak punya kuasa untuk menahannya." jawab Via pasrah.
"Ada apa ini?." tanya Misya ketika mendengar Via dan jasmine ribut soal hp.
"Tidak Misya, ibu hanya heran saja dengan ayah mu, kalau ke kebun selalu saja bawa hp nya itu." ucap jasmine.
"Ya iya lah bawa bu, kalau tidak bisa-bisa nanti ketahuan telponan dengan wanita lain." ucap Misya membuat jasmine penasaran.
"Maksud nya telponan dengan siapa?." tanya jasmine.
"Misya sih kurang tahu ya bu, yang misya tahu misya pernah mendengar ayah telponan dengan wanita di malam hari ketika semua sedang tidur, tetapi waktu itu misya belum tidur karena mengerjakan PR misya." ucap misya yang tidak sengaja mendengar ayahnya berbicara lewat telpon dengan marni.
"Jangan-jangan orang yang sama tadi telpon di nomor ayah mu Via." jasmine mulai curiga dengan marni.
"Mungkin bu, soalnya Misya dengar nada bicara nya lembut tidak seperti bicara dengan rekan bisnis atau rekan kerja." ucap misya lagi membuat dada jasmine memanas.
"Hidup lah kompor." ucap Via sambil tertawa.
"Ini serius tidak? Kalian jangan bercanda!." jasmine merasa semua yang dikatakan misya benar.
"Jangan suka ngomporin ibu misya." ucap Via tersenyum.
"Benar bu, misya tidak berbohong." ucap Misya.
"Awas saja nanti ayahmu, kalau berani berbuat yang bukan-bukan akan ibu musnahkan semua barang miliknya, bila perlu dirinya." jawab jasmine.
"Sstt... ayah datang bu." ucap Via.
"Mana?." jawab jasmine sambil mencari-cari.
"Tapi boong ong ong ong papale papale papale." saut misya dan tertawa terbahak-bahak bersama Via.
"Kalian ini ya, benar-benar." jawab jasmine tidak habis bicara langsung pergi meninggalkan Via dan Misya.
"Sebentar lagi ayah beneran pulang kok bu." teriak misya.
Tetapi jasmine tidak menjawab dan ke dapur untuk bersiap masak.
__ADS_1
"Ayo kak, ibu marah tu." ucap Misya.
"Tidak. Ibu males saja ngeladen kita yang suka ngomporin." jawab Via.
"Ibu marah ya?." tanya Misya tidak enak dan menghampiri jasmine karena jasmine merespon mereka begitu.
"Tidak." jawab jasmine.
Kemudian ia fokus masak untuk makan malam, saat sedang asyik memasak Marcel pulang dengan pakaian yang penuh lumpur karena bercocok tanam.
"Habis ngapain? kok kotor sekali." tanya jasmine ketika Marcel mencuci tangannya di kamar mandi.
"Aku tadi menanam cabe yang baru dan terong yang sudah bisa di pindah dari polibek." jawab Marcel.
"Ke kebun bawa hp lagi ya?." tanya jasmine lagi.
"Bawa." jawab Marcel singkat.
"Kenapa harus bawa hp, nanti jatuh lagi. Kan sayang uang untuk benerinnya lagi." jasmine menasehati.
"Memang nya kenapa? hp yang ku bawa aku simpan di dalam kantong supaya tidak basah. Tidak usah khawatir." jawab nya judes karena badan Marcel masih gerah mendengar celoteh dari jasmine.
"Lagian kamu juga. aku lagi capek. Pulang dari kebun bukan nya di suguhkan segelas kopi tapi kamu malah ngoceh saja kerjanya." Marcel semakin marah.
"Kamu tidak lihat sekarang aku lagi masak. Terus kompor kedua-duanya aku gunakan, bagaimana caranya aku buat kopi tanpa harus memanas kan air terlebih dahulu. cobalah untuk bersabar dan melihat kondisi." jasmine juga marah mendengar Marcel yang sedang marah kepadanya.
"Kenapa tidak dari tadi bikin nya, tidak lama kok." jawab Marcel sambil ke kamar mandi dan langsung mandi.
"Emang susah ngomong sama orang yang tidak bisa menghargai orang. Mau nya di hargai tapi sendiri ny begitu." jasmine masih membalas perkataan Marcel.
Setelah Marcel selesai mandi ia langsung bersiap dan pergi keluar sampai larut malam.
Marcel menghabiskan waktu di kantor di ruang kerja nya, yang kebetulan di kantornya tersedia TV.
Semalaman Marcel di kantor dan hanya menonton televisi, ia tidak pulang lantaran kesal dengan sikap jasmine kepada nya.
"Bu kemana ayah, kok tiba-tiba pergi?." tanya Via saat melihat ayahnya buru-buru keluar rumah setelah pulang dari kebun.
"Ngak tahu Via, biar saja ayah mu pergi, ibu sangat kesal dengan sikap ayahmu." jawab jasmine.
__ADS_1
"Memangnya kenapa sih bu?." Via penasaran karena saat Marcel dan jasmine bertengkar ia sedang pergi ke warung.
"Cuma karena belum ada segelas kopi di meja Via, jadi ayah mu marah, sedang kan ibu sedang masak sekarang. Bukannya bicara dengan sopan ia malah marah dan pergi begitu saja." jasmine mencerita kan kenapa Marcel pergi.
"Sabar bu, mungkin karena ayah sedang capek, jadi pikirannya kacau. Bahkan mungkin ayah sedang ada masalah di luar." Via mencoba menenangkan perasaan jasmine agar tidak emosi lagi.
"Gimana bisa sabar kalau ayah mu begitu kepada ibu." tampak sangat sedih ketika jasmine mengutarakan kepada Via.
"Sudahlah bu, palingan nanti marah ayah sudah reda kalau capek nya hilang." ucap Via.
"Entahlah Via, ibu tidak yakin. Ayahmu susah di tebak, marah dan tidak seperti marah, senyum saja susah. Cuek iya." Marcel bersikap aneh dengan keluarga kecilnya berbeda dengan orang lain, bersikap manis seperti keluarga sendiri dan bersikap cuek dengan anak istrinya.
"Tidak usah dipikirkan bu, nanti ayah akan berpikir sendiri jika sudah mendapat hidayah. ia akan mengerti siapa yang keluarga dan siapa yang teman." ucap Via.
"Hm." jasmine hanya menarik nafas nya.
"Oh iya bu, Besok Via harus mengurus persiapan wisuda Via, jadi Via mau daftar dulu dan ini tidak bisa di wakilkan bu." ucap Via kepada jasmine dan belum mengatakan kepada Marcel.
"Oh iya Via, kamu sudah bilang ayah mu belum?." tanya jasmine karena ongkos pergi hanya ayah nya yang bisa memberikan karena jasmine tidak di beri uang pegangan atau uang simpanan dari Marcel.
"Belum sempat bu, nanti lah jika ayah pulang nya awal. Kalau pulangnya larut nanti Via kirim pesan saja kepada ayah." jawab Via.
"Ya sudah kalau begitu. Misya di mana? kok ibu ngak lihat?." tanya jasmine.
"Ada di kamar bu, asyik main HP tu jam segini." jawab Via.
"Apa dia ngak mau mandi dulu. nanti kemalaman ngak baik loh mandi malam-malam." jasmine mengingatkan.
"Iya bu, Via ke kamar dulu." Via segera memanggil Misya dan meminta nya untuk segera mandi.
"Misya, ibu bilang mandi sekarang, jangan mandi malam tidak baik." Via menyampaikan nasihat Ibunya.
"Iya kak, sebentar." jawab Misya.
"Cepat ya. habis mandi kita siap-siap makan malam!." ucap jasmine.
Setelah mereka selesai makan Jasmine menunggu marcel, tetapi ia tidak datang sampai-sampai jasmine tertidur.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1