
"Tidak apa Via, ibu mau kasih untuk Via, kirimkan nomor Rekening nya ya." pinta si marni itu.
"Tidak bu, tidak usah repot-repot, Via tunggu ayah saja besok yang kirim." Via menolak demi menjaga perasaan jasmine meskipun saat itu Via sedang membutuhkan uang.
"Oh ya sudah kalau begitu, padahal ibu sudah bilang ayah mu kalau ibu mau memberimu uang sayang." ucap marni setelah di tolak.
"Terimakasih bu, tapi maaf Via tidak bisa menerimanya." Jawab Via.
Karena pemberian uang marni di tolak oleh Via, tidak lama setelah penolakan itu, masuk lah notifikasi bahwa nomor HP Via sudah dikirimkan pulsa.
"Loh ini siapa yang isikan pulsa." ucap Via heran, karena ia tidak pernah meminta siapapun untuk mengisikannya pulsa.
Kebetulan saat pulsa itu masuk, Via sedang berada di samping teman 1 kost nya.
"Kak, siapa ya yang isikan aku pulsa, padahal ngak ada minta dengan ayah atau ibu. Siapa ya?." Via sangat penasaran, karena kalau ayah dan ibunya yang isikan pasti Via yang meminta duluan.
__ADS_1
"Mungkin orang salah kirim ke nomor HP kamu Via, rezeki kamu lah." ucap kakak Kost yang ada di samping Via.
"Hm.. kalau iya salah kirim rezeki lah ya, kebetulan pulsa lagi ngak ada." jawab Via.
Tidak lama setelah berbicara kepada temannya, tiba-tiba marni mengirim chat kepada Via.
"Sudah masuk ya pulsa nya Via?." tanya marni memulai pendekatan kepada Via, bermaksud agar Via menyukainya.
"Oh ibu ya yang isikan Via pulsa?." tanya Via kembali.
"Iya Via ibu yang isikan, karena Via tidak mengirim nomor Rekening nya jadi ibu isikan pulsa saja ya." jawab marni dan mengirim emot senyum.
"Iya sama-sama Via." jawab marni.
Batin Via, "Sebenarnya apa maksud semua ini, kok rasanya tiba-tiba ibu ini muncul dan sok baik dengan ku."
__ADS_1
"Kak, ternyata teman ayah ku yang isikan pulsa, tapi kenapa ya kak, tidak biasanya, tadi sempat meminta nomor rekening, untuk tidak di kasih, kalau di kasih mungkin uang nya sudah masuk di rekeningku." ucap Via bertanya kepada teman kost nya.
"Jangan-jangan ibu itu ada hubungan khusus dengan ayah mu. ups maaf." ucap temannya sambil menutup mulutnya setelah berbicara.
"Tapi kakak benar juga. Kenapa tiba-tiba baik ya kalau misalnya tidak ada hubungan apa-apa." jawab Via.
"Ya itu makanya kamu tanya ayahmu." ucap nya lagi.
"Bagaimana mau tanya kak, kalau misalnya di tanya dan kalau benar, ngak mungkin ayah bilang dengan mudahnya, apalagi statusku hanya anak. Pasti ayah anggap ngak harus kasih tahu lah." jawab Via.
"Kamu kasih tahu ibumu saja, biar nanti ibu mu yang tanya langsung." ucap temannya.
"Ngak bisa kasih tahu sekarang kak, kasihan nanti ibu sedih, apalagi sekarang mereka hanya berdua di rumah. Yang ada ibu marah dan ngak bisa kontrol emosinya." jawab Via.
"Ya sudah tanya ketika kamu pulang saja ke sana." ucap temannya lagi.
__ADS_1
"Tapi masih penasaran banget kak, kenapa tiba-tiba sebaik ini, dulu biasa saja. Aneh deh." Via masih penasaran dengan hubungan ayahnya, seolah memberi celah bahwa ayahnya sengaja ingin mendekatkan Via dengan marni si Bidan itu.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰