Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 81


__ADS_3

Jasmine kemudian tidur setelah melihat marcel tertidur pulas dan berpikir bahwa marcel tidak berbohong kali ini.


"Seperti nya dia memang benar sibuk bekerja tadi." Jasmine melihat marcel yang sudah berdengkur saat tertidur.


***


1 tahun kemudian....


Via masuk perguruan tinggi, misya sekarang sekolah di salah satu sekolah yang terfavorit dan Aldi kakaknya baru mulai bekerja di suatu perusahaan Properti.


Belum 1 tahun Aldi bekerja, ia sudah menikah dengan teman wanita sewaktu ia kuliah.


Di Sela kesibukan anak-anaknya Marcel kembali berulah, menggoreskan luka yang mendalam bagi Jasmine dan anak-anaknya.


Kali ini Marcel dekat dengan seorang Bidan kampung, yang di tugaskan di komplek sebelah.


"Aku pulang malam ya!." Marcel memberitahu Jasmine akan keluar.


Tetapi Jasmine tidak menjawab nya, karena sudah merasa lelah dengan sikap Marcel yang selalu keluar di malam hari.


Saat ini Marcel hanya berdua dengan Misya, sedangkan Via dan Aldi berada di kota rantauan.

__ADS_1


"Ayah mau kemana?." tanya misya karena Jasmine tidak menjawab jadi misya berpikir untuk bertanya saja.


"Keluar sebentar misya. Belajar yang rajin ya." ucap Marcel ketika melihat misya sedang belajar.


"Siap ayah, ayah jangan pulang terlalu lama ya. Kami takut di rumah tanpa ayah." ucap Misya mengungkapkan isi hatinya. karena sekarang Via tidak bersama mereka.


"Ayah usahakan ya." jawab Marcel dan langsung keluar rumah menggunakan sepeda motor miliknya.


Misya berpikir Marcel akan pulang lebih awal dari biasanya, tetapi ia pulang larut malam dan pergi menemui seorang bidan tersebut.


Awalnya mereka hanya berteman seperti biasa, saling bertukar nomor telpon, dan berkomunikasi melalui HP secara diam-diam.


Jasmine memang menyadari tingkahnya yang tidak biasa, tetapi secara diam-diam ia mencari tahu dan bersikap seolah tidak tahu agar kebusukan Marcel terbongkar.


Keesokan harinya, Jasmine bangun melihat dan mencari sesuatu, barangkali ia akan menemukan bukti bahwa marcel bermain hati lagi.


"Aku tidak menemukan apapun yang menjadi bukti kenapa ia selalu keluar." ucap Jasmine setelah mencari bukti di samping marcel.


Meskipun kali ini tidak menemukannya, Jasmine setiap hari berusaha mencari tahu tentang marcel.


"Pulang jam berapa tadi malam Cel?." tanya Jasmine ketika marcel terbangun.

__ADS_1


"Awal kok. Tapi kalian sudah tidur." jawab marcel dan langsung menuju ruang tamu membawa HP nya.


"O ya." jawab nya mulai curiga.


Batin Jasmine, "Awal dari mana Cel, aku saja tidurnya larut."


Jasmine sengaja tidak berdebat dengan marcel karena belum mempunyai bukti untuk berdebat.


"Memangnya kenapa jasmine?." tanya marcel.


"Tidak, aku hanya bertanya." jawab Jasmine.


Marcel tidak menghiraukan pertanyaan Jasmine dan menganggap itu pertanyaan biasa dan berpikir bahwa Jasmine tidak akan mengetahui perlakuannya.


Batin Jasmine, "Kalau tidak karena anak-anak, mungkin kita tidak bersama Cel. Sebenarnya aku lelah, aku diam, dan bertahan semua demi anakku. Biar saja semua orang menganggap aku Bodoh karena mempertahankan rumah tangga ini, ini semua kulakukan demi anak kita bukan demi ego ku. Mungkin ini sebabnya kenapa Allah mengirimkan jodoh sepertimu, karena kamu adalah orang yang tepat untuk menguji kesabaranku. Kuatkan lah aku Ya Rabb."


Semua orang menganggap Jasmine terlalu bodoh, dengan mempertahankan seorang suami yang sering menyakiti hatinya.


Tetapi mereka yang mengatakan Jasmine bodoh dan tidak berani bertindak itu, salah.


"Kuatkan aku Ya Rabb." pinta Jasmine kepada Yang Maha Kuasa.

__ADS_1


"Kenapa bu, seperti nya ibu sedang berpikir sesuatu?." tanya misya karena melihat ibunya melamun terlalu jauh.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2