
"Maksud nya pertemuan di cafe kapan Pak?." Marcel berpura-pura bertanya kembali padahal sudah banyak bukti yang menyudutkan mereka.
"Setiap hari. Apa mungkin orang di komplek ini salah lihat. Sedangkan mereka sangat mengenal mu dengan baik, kamu di kenal banyak orang, apa mungkin mereka salah lihat? Tapi kalau memang salah lihat, pasti hanya 1, 2 orang saja marcel." ucap Pak Abu sambil memandang semua pemuka agama yang hadir.
"Iya Cel, kalian bertemu di cafe sudah sering orang lihat, bahkan saya sendiri juga pernah melihat kalian, mohon maaf sebelumnya, yang saya lihat kalian sedang berpegangan tangan." ucap salah satu pemuka agama.
"Maaf Pak, mungkin yang bapak Lihat itu bukan saya, mungkin Jimmy suami maria." jawab Marcel masih berusaha untuk menutupi semuanya sedangkan Maria hanya terdiam karena tidak ingin semua orang mengira ia dan suaminya, Maria menginginkan hubungannya di ketahui oleh semua orang agar tidak bersembunyi lagi jika ingin bertemu.
"Apa benar Maria? Kamu dan suami mu sering ke cafe?." tanya Pak Abu kembali.
Maria tidak memberi jawaban, ia hanya memandang Marcel, seakan meminta kode, apa yang akan dikatakannya.
"Kenapa kamu diam Maria?." tanya Pak RT.
"Tidak, saya hanya.... " jawab Maria ragu sambil memandang Marcel.
__ADS_1
"Kenapa kalian sambil berpandangan, jujur saja Maria, apa yang kamu rasakan kepada Marcel dan sebalik nya kamu juga marcel." ucap Jasmine sambil memandangi Marcel dan Maria dengan penuh kekecewaan.
"Iya, jujur saja Maria, tujuan kita bertemu malam ini adalah untuk mencari solusi tentang masalah ini." ucap Pak Abu.
"Baiklah, Saya akan jujur kepada semua yang hadir hari ini." jawab Maria akhirnya tidak bisa menahan rasa cinta nya kepada Marcel, ia akan mengungkap kebenaran pada malam itu juga.
Saat Maria mengatakan itu, Anak-anak Marcel sengaja mendengar karena sudah terjadi kekacauan antara hubungan ibu dan ayahnya.
"Iya, katakan saja sejujur-jujur nya maria." ucap semua orang, berharap hubungan mereka tidak akan dilanjutkan setelah pertemuan ini.
"Sebenarnya saya pribadi memang sudah lama menyukai Marcel, mungkin Marcel juga punya perasaan yang sama kepada saya. Karena sepengetahuan saya Marcel selalu merespon dengan baik apa yang saya mau dan tidak. Sebelumnya saya mohon maaf kepada jasmine, saya sangat mencintai Marcel sejak dulu, hanya saja saya tidak berani mengatakan nya." ucap maria sangat mencengangkan jasmine dan tamu undangannya saat itu sedangkan Marcel terdiam kaku setelah beberapa kali mengelak.
"Berarti benar apa yang dikatakan masyarakat di sini, bahwa kalian memang sering bertemu bahkan kalian sudah saling mempunyai rasa satu sama lain?." tanya Pak Abu.
"Saya pribadi memang mencintai nya pak." jawab maria tanpa malu, saat itu hati Via anak Marcel sangat marah sehingga ia keluar dari kamarnya untuk memastikan lebih dekat lagi.
__ADS_1
"Bagaimana dengan kamu Marcel?." tanya Pak Abu tetapi Marcel hanya terdiam.
"Kalau diam berarti benar lah. Mereka memang saling mencintai. Saya sendiri jika kalian ingin melanjutkan hubungan ini, jujur saya tidak ingin di madu." jawab jasmine sangat menyedihkan dan berkaca- kaca menahan tangis setelah mendengar pernyataan itu.
"Kalau saya ingin melanjutkannya." maria sangat tidak memikirkan perasaan jasmine sebagai istri Marcel, dengan santainya ia mengatakan ingin melanjutkan. Sedangkan Marcel tetap saja diam, seperti tidak menyadari semuanya, tatapannya kosong.
Berbeda dengan sebelumnya ia selalu menjawab apa yang ditanyakan oleh pemuka agama.
"Baiklah, jika itu jawaban kamu maria, sekarang kamu Marcel katakan keinginanmu. Ambil keputusan dengan bijak." jawab jasmine masih menahan air mata, tetapi Marcel tetap terdiam.
"Kalau ia diam berarti ia meng-iya kan." ucap jasmine.
"Kalau boleh saya ingin bicara berdua dengan Marcel sebentar." pinta maria sedangkan Marcel hanya terdiam kaku dengan tatapan kosong.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1