
Jasmine melihat raut wajah Misya cemberut setelah berbicara dengan marcel.
"Ada apa Misya?." jasmine penasaran dengan raut wajah Misya karena di bentak oleh Marcel.
"Tidak ada apa-apa bu." jawab Misya dengan nada pelan karena kecewa.
Di saat itu juga Misya ingin mengatakan bahwa mereka bertemu dengan marni tetapi takut hp nya di ambil lagi oleh Marcel.
Akhirnya Misya menahan rasa sakitnya demi mempertahankan Hp yang baru saja di belinya untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.
"Bagaimana tidak ada apa-apa? wajah mu terlihat cemberut Misya. Ada apa? ayahmu marah kepada mu?." tanya jasmine, sedikit mendengar marcel berbicara dengan nada tinggi kepada Misya.
"Ayah tidak marah bu, Misya hanya sakit hati mendengar nada bicara ayah kepada Misya. Itu saja kok bu." jawab Misya.
"Memang nya kalian bicara tentang apa? Kok ayah mu bicaranya dengan nada tinggi?."
Jasmine mulai panas karena Marcel membuat Misya kecewa kepadanya.
"Misya cuma tanya tentang hp ayah mu, jadi tadi ayah sempat jawab kalau hp nya kecemplung ke sungai kecil di kebun. Makanya tadi kita sempat coba menyalakan tapi tidak menyala sama sekali kan?. ya cuma bahas itu kok, tapi ayah menjawab pertanyaan Misya dengan nada tinggi." penjelasan Misya kepada jasmine.
"Loh kok bisa ke cemplung?." jasmine bertanya kembali kepada Misya.
"Kata ayah sih tangan nya licin, jadi hp nya jatuh deh di sungai." jawab Misya.
"Ya salah ayahmu lah, kenapa juga ke kebun bawa Hp dan main hp di sana. Sekarang sudah begitu, siapa juga yang mau tanggung jawab."
"Misya sempat jawab begitu bu, itu lah yang di jawab oleh ayah tadi bu dengan nada tinggi." ucap Misya.
"Salah sendiri kok dilampiaskn ke orang lain. Ibu jadi penasaran apa yang ada di hp ayahmu, jika ayah mu sudah membawa hp nya untuk di service, nanti kita cek diam-diam." jasmine merencanakan sesuatu untuk mencari bukti hubungan Marcel dengan marni.
"Iya bu." Misya menyetujui rencana jasmine, tetapi ia belum mengungkap apa yang sudah di ketahui nya.
Jasmine menghampiri Marcel dan berpura-pura bertanya mengapa hp nya bisa jatuh ke dalam sungai.
"Kata Misya hp kamu jatuh Cel? apa itu benar?." tanya jasmine berpura-pura belum mengetahui nya.
"Iya, tadi. Tangan ku licin jadi hp terlepas dari genggamanku." jawab Marcel jujur.
"Kalau mau bekerja ke kebun, jangan lah bawa hp, itulah sudah terjadi begitu baru menyesal kan." ucap jasmine memberi nasihat kepada Marcel membuat ia terdiam sebentar.
__ADS_1
"Jangan-jangan kamu sering komunikasi dengan wanita lain di belakangku, makanya sekarang kamu dapat karma." ucap jasmine sambil tersenyum dan menyakiti hati Marcel.
"Kamu ini selalu begitu, selalu dikait-kaitkan dengan wanita lain." Marcel marah mendengar ucapan jasmine.
"Ya terus bagaimana? wajar dong aku berpendapat seperti itu, karena dari dulu kamu selalu lupa dengan janji mu, hanya saja sekarang belum terbukti, makanya kamu selalu bisa mengelak." jasmine akhir nya meluapkan isi hatinya, keraguan yang ada di hatinya di ungkap di depan Marcel.
"Itu kan dulu. Kamu itu selalu membahas soal yang sudah lama berlalu, itulah yang selalu memicu masalah di rumah tangga kita, tidak selesai sampai kapan pun jika kamu selalu mengungkit nya." jawab Marcel sangat marah.
Batin Misya dan Via, "Munafik sekali ayah, padahal sudah benar dugaan ibu selama ini, insting seorang istri itu selalu benar, kenapa ayah tidak menyadari dengan konsep itu."
"Kamu mikir apa Misya?." tanya Via karena melihat Misya bengong mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.
"Itu kak, ayah kok jawab nya munafik sekali sih." jawab Misya dengan nada yang sangat pelan.
"Ssstt..." Via tidak menyangka bahwa mereka 1 pemikiran.
"Karena adanya masalah yang dulu lah, aku selalu khawatir dengan sikapmu yang selalu mengulangi kesalahan tanpa memikirkan perasaanku dan anak-anak." tiba-tiba jasmine menjawab ucapan Marcel.
"Sudahlah, aku sudah pusing, selalu saja kamu tambah-tambah rasa pusing ku." Marcel meninggalkan jasmine dan membiarkan hp nya tertinggal.
"Mau kemana lagi?." jasmine bertanya ketika Marcel sudah di teras rumahnya.
Marcel mencari hiburan dengan pergi ke salah satu cafe dan bernyanyi yang kebetulan di cafe tersebut ada ruangan khusus untuk pengunjung yang ingin karokean.
Sampai larut malam Marcel baru pulang ke rumah lagi, Ketika pulang ke rumah jasmine dan anak-anaknya sudah pada tidur.
Keesokan harinya, Marcel terbangun tetapi tidak ada kopi di meja tamu, jasmine sengaja tidak menyajikan untuk Marcel, karena sikapnya kemarin membuat jasmine sakit hati.
"Via." panggil Marcel.
Berhubung Misya sedang sekolah, jadi Marcel meminta Via untuk membuatkannya segelas kopi.
"Iya yah." Via menghampiri Marcel.
"Tolong buatkan ayah kopi!." pinta Marcel kepada Via.
"Gulanya habis yah." Via takut mengatakannya, tetapi kenyataannya memang tidak ada gula.
"Aduh... Habis lagi." ucap Marcel seakan gula itu hanya pajangan yang tidak akan pernah habis.
__ADS_1
"Ya habislah, kan tiap hari di buat untuk minum yah." Via sangat kesal mendengar ucapan Marcel.
"Ya sudah, beli sekarang! ini uangnya!." Marcel memberikan uang Rp. 10.000 yang hanya bisa di belikan dengan berat 1/2 kg saja.
Sebenarnya Via sangat kesal mendengarnya, tapi ia tetap pergi membeli gula ke warung karena malas mendengar Marcel marah jika tidak diikuti kemauannya.
Setelah pulang dari warung, Via langsung membuatkan Marcel segelas kopi sebelum ia berangkat bekerja dan langsung menyajikannya tanpa bicara kepada Marcel.
"Via." Panggil Marcel kembali.
Batin Via, "Ih, apa lagi sih."
"Ada apa yah?." tanya Via sambil menahan rasa kesalnya.
"Ibu mu mana?." semenjak ia bangun, Marcel tidak melihat jasmine.
"Ke kebun mungkin, ibu tidak bilang via ketika turun." ketika mendengar ucapan Via, Marcel tidak bertanya lagi.
Kemudian Via meninggalkan Marcel dan ke dapur untuk mencuci piring.
Tidak lama setelah itu, Marcel mandi dan pergi untuk menyervice hp nya yang rusak karena semenjak hp nya rusak ia tidak berkomunikasi dengan marni.
Setelah Marcel selesai mandi dan bersiap, ia langsung pergi menyervice hp nya.
Ketika di toko hp, Marcel di minta untuk meninggalkan hp nya karena tidak bisa di selesaikan pada saat itu juga.
Setelah 2 hari kemudian barulah hp nya bisa di ambil kembali.
Saat Marcel sudah tidak di rumah, tiba-tiba jasmine datang dan menghampiri Via menanyakan keberadaan Marcel.
"Via, dimana ayahmu?." tanya jasmine.
"Ayah sudah pergi bu. Ibu dari mana saja?." tanya Via kembali.
"Ibu ke belakang tadi, males ketemu ayahmu." jawab jasmine terlihat sangat kesal.
"Memangnya kenapa bu, bagaimana kalau tidur, kan ibu tidur dengan ayah." ucap Via ada benarnya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1