Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 105


__ADS_3

Tidak lama setelah Jasmine berbicara dengan Misya, Jasmine langsung menghampiri Marcel yang masih menggunakan teluk belanga' nya.


"Bagus baju nya, beli di mana?." tanya Jasmine.


"Sesuai dengan orang nya, bagus kan? Beli di butik muslim." jawab Marcel berbohong karena takut Jasmine curiga.


"Iya bagus, terlihat lebih tampan." ucap Jasmine memuji.


"Hm, ngak ada uang kecil lagi ni." jawab Marcel berkeinginan memberi kan uang nya kepada Jasmine.


"Yang besar lah. Sekali-sekali." ucap Jasmine tersenyum dan tanpa lama Marcel mengeluarkan dompetnya dan memberi Jasmine uang Rp. 100.000.


Jasmine sangat senang karena sudah lama ia tidak di beri uang belanja oleh Marcel.


"Terimakasih ya, ada juga untuk belanja dapur." jawab jasmine dengan sangat jujur.


Tetapi Marcel tidak merespon dan tidak pernah menyadari ia sudah tidak pernah memberikan uang belanja kepada jasmine.


"Bagaimana kalau malam ini kita ngebakso sekeluarga!." ajak Marcel tiba-tiba membuat jasmine bengong.


"Aaa... kamu yakin?." tanya jasmine tidak percaya.


"Yakin lah, memang nya kenapa?." tanya Marcel kembali.


"Memang nya punya uang buat bayar nya nanti?." jasmine sampai bertanya seperti Marcel tidak memiliki uang untuk mengajar istri dan anaknya makan diluar.


"Kalau sudah ngajak sekeluarga berarti ada dong jasmine. cepat bilang Via dan Misya untuk bersiap." ucap Marcel tidak semanis pertama menikah.


"Iya iya, kami akan siap-siap sekarang." jasmine langsung menghampiri Via dan Misya untuk mengajak mereka quality time bersama keluarganya.


"Via, Misya." panggil jasmine sambil membuka pintu kamar mereka.


"Iya bu, ada apa?" tanya Via dan Misya ketika melihat jasmine membuka pintu kamar mereka.


"Sekarang kalian bersiap, karena ayah kalian, mengajak kita untuk ngebakso bersama. Jadi kalian cepat ganti pakaian setelah itu cepat temui ayahmu."


" Siap ibu." Via sangat senang mendengar bahwa ia akan makan di tempat dengan menu favorit.


Setelah mereka bersiap, Via, Misya dan jasmine menghampiri Marcel.


"Ayo pergi! Kami sudah siap." ucap jasmine ketika menghampiri Marcel.

__ADS_1


"Ayo kita pergi." Ajak Marcel dan segera bersiap lalu mereka keluar dari rumah mereka.


Sesampainya di lokasi Marcel memilih tempat yang lebih nyaman untuk menikmati makanan.


Marcel memilih duduk di lesehan dan ketika karyawan penjual bakso nya datang, Marcel memesan Sop tulang sedangkan anak dan istrinya memesan bakso.


Via dan Misya sangat senang meskipun hanya pergi makan bakso bersama tetapi mereka merasakan bahwa Marcel bersama dengan mereka.


"Yah seru deh kalau kita sering makan bersama di luar bersama Ibu." ucap Via.


"Iya benar kak, Misya juga merasa senang." ucap Misya menyusul.


"InsyaAllah kalau ada rezekinya nanti kita makan bersama seperti ini lagi." jawab Marcel sambil memandang jasmine.


Via dan misya tersenyum mendengarnya, saat itu Marcel melihat raut wajah anak nya lebih happy makan di tempat yang sederhana bersama dengan jasmine di banding makan di tempat mewah dengan marni.


Batin Marcel, "Meskipun hanya makan di tempat seperti ini, mereka sangat menikmatinya, berbeda dengan kemarin yang makan di restoran dengan menu makanan sangat mewah tetapi wajah mereka tidak sebahagia saat ini."


Seketika Marcel menyadari bahwa keluarga lah yang membuat anak-anaknya nyaman berada di tempat mana pun.


"Habis ini kalian ingin kemana?." Marcel berniat ingin membawa mereka menikmati udara segar terlebih dahulu sebelum mereka pulang.


"Ibu ingin pergi kemana bu?." tanya Via, karena ia tahu ibunya pasti butuh udara segar biar pikirannya tidak sumpek.


"Hm, Gimana kalau kita ke taman saja Bu, kan di sana sudah di sediakan lampu-lampu jadi sudah terang, dan banyak juga kok orang-orang yang berkunjung ke sana di malam hari." Misya mengeluarkan ide agar ibunya mau pergi ke taman.


"Ya sudah kita ke taman saja, ayah mu gimana?." Jasmine bertanya lagi kepada Marcel.


"Ayo! selesai kan dulu makannya habis itu kita ke taman biar ngak larut malam pulangnya." Marcel setuju dengan ide Misya.


Saat itu Jasmine merasa bahagia dan menghilangkan rasa curiga nya terhadap Marcel, Jasmine merasa Marcel sudah kembali seperti dahulu kala.


Setelah mereka selesai makan, mereka bersiap untuk pergi ke taman.


"Kalian tunggu di parkiran dulu ya, ayah mau bayar makanan nya sebentar." ucap Marcel ketika sudah selesai makan dan siap untuk pergi ke taman.


"Oke." Misya menjawab dengan semangat.


"Ayo bu." ajak Via ke parkir bersama dengan misya.


"Ayo." jawab Jasmine.

__ADS_1


"Via, Misya. Kalian jalan duluan ya, ayah menyusul dari belakang." ucap Marcel menjaga perjalanan anaknya menuju taman.


"Iya yah, ayah hati-hati ya sama ibu." ucap Via agar ayah nya berhati-hati ketika dalam perjalanan.


"Iya."


Di perjalanan ke taman, Via memperhatikan dari kaca spion motornya, apakah ayahnya berada dekat di belakang mereka.


Sesampainya di taman mereka memarkirkan motor tepat di samping area taman khusus parkir sepeda motor.


"Wah tamannya memang sudah berubah ya, sekarang sudah di beri lampu-lampu dan tempat bermain anak juga." ucap Jasmine ketika berada di parkiran sambil melihat ke arah taman.


"Iya, ini kan baru di olah kembali, karena dulu banyak pemuda-pemudi menggunakan tempat ini untuk bermaksiat karena tempatnya sangat gelap." jawab Marcel.


"Tapi bagus loh sudah di rubah seperti ini, Anak-anak juga bisa ke sini sambil main." ucap Jasmine benar-benar menikmati pemandangannya di malam hari.


"iya"


"Ayo bu, kita jalan ke sana!." Misya menarik tangan ibunya untuk berjalan mengelilingi taman.


"Iya iya, kita jalan sama-sama ya misya." Jasmine ingin berjalan bersamaan dengan Marcel karena khawatir kalau mereka tidak bersama, Marcel akan asyik dengan hp nya untuk menghubungi wanita yang sedang dekat dengannya.


"Ayo yah." kemudian Via menarik tangan Marcel agar berjalan bersamaan.


"Iya-iya."


Selama di taman Marcel tidak memainkan hp nya, ia juga sangat menikmati perjalanan nya bersama dengan anak-anaknya.


Marcel menyaksikan kegembiraan Via dan Misya serta Jasmine istrinya.


Batin Marcel, "Aku tidak menyangka ternyata kebahagiaan mereka sesederhana ini."


Marcel mengira kemewahan lah yang mereka harapkan, tetapi Marcel salah, istri dan anak nya lebih memilih hal yang sederhana hanya ke taman yang menurutnya biasa saja itu.


Batin Marcel lagi, "Sesekali aku akan membawanya makan di restoran bahkan pergi berlibur di tempat yang mereka sukai."


Marcel berniat akan membawa keluarga kecilnya untuk berlibur di tempat wisata yang sedang ramai di kunjungi.


"Long lagi di mana?." Tiba-tiba marni chat Marcel ketika ia sedang bersama dengan istri dan anak-anaknya.


Marcel hanya melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya, tetapi ia sengaja tidak membalas nya.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2