Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 110


__ADS_3

"Tidak apa ayah, masuk saja, acaranya baru saja di mulai kok." ucap Via sangat mengharapkan ayahnya masuk secepatnya.


"Kamu fokus saja acara nya Via, ayah malu, ayah tidak membawa undangannya." Marcel merasa malu dan merasa asing untuk menghadiri acara resmi seperti itu, apalagi ia terlambat datang.


"Kan undangan nya ada di tangan Via sekarang, ayah langsung menuju pintu depan terus Via ke sana untuk memberikan undangan nya ke ayah." pinta Via lagi.


"Jangan Via, kamu duduk saja di dalam, itu acaranya sudah mulai, peserta yudisium sebaiknya jangan berkeliaran." pinta Marcel kembali.


"Baiklah ayah." harapan Via untuk menghadirkan orang tuanya di acara yudisium telah gagal.


"Sekarang ayah pulang dulu ya ke MES Via. Besok ayah dan ibu akan datang lebih awal." ucap Marcel.


"Iya Ayah, Hati-hati ya di jalan yah." seketika Via merasa sedih karena ayah nya sudah berada di kampusnya tetapi tidak bisa hadir di acara yudisiumnya.


"Iya Via."


Via terpaksa melewati acara resmi tersebut tanpa orang tuanya.


Setelah selesai acara yudisium barulah ibu, kakak, adik, nenek dan temannya sampai di Kota.


Pada sore hari keluarga Via sudah berada di MES, saat Via mengetahui keluarga nya sudah sampai, ia langsung ingin menemuinya.


"Ayah, nanti Via ke sana ya." ucap Via.


"Sama siapa ke sini? ini sudah malam loh Via." jawab Marcel khawatir.


"Via minta antar sama teman saja yah, nanti pulangnya kakak yang antar Via ya." pinta Via.


"Baiklah, kamu hati-hati di jalan." akhirnya Marcel mengizinkan Via menghampiri mereka di MES.


"Oke siap yah."


Via bersiap dan meminta temannya untuk mengantarnya pergi menghampiri keluarganya.


Tanpa pikir panjang teman lelaki Via mengantar Via dan setelah mengantar di depan gerbang ia langsung pulang lagi.


"Kita masuk dulu yuk?." Via mengajak temannya untuk bertemu dengan keluarga nya terlebih dahulu.


"Tidak usah, aku pulang saja. Soalnya aku ada janji untuk nongkrong dengan temanku sekarang." jawab nya dan langsung bergegas pergi lagi.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih ya sudah mengantarku." Via sangat berterimakasih karena telah berbaik hati mengantarnya.


"Iya sama-sama. Aku pergi dulu ya."

__ADS_1


"Iya."


Setelah temannya pergi, Via langsung masuk ke dalam MES dan langsung menuju kamar tempat keluarganya menginap.


"Mana teman mu Via, katanya di antar teman?." tanya jasmine ketika Via baru sampai di depan pintu.


"Sudah pergi bu, ngak mau masuk, katanya dia ada janji dengan temannya lagi mau nongkrong." jawab Via.


"Oh pantes ngak ada."


"Kak, itu teman atau pacar?." tanya Misya blak-blakan.


"Ya teman lah. Memangnya kenapa?." Via bertanya kembali.


"Sepertinya bukan teman biasa deh kak, ya kan, jujur saja kak." Misya memaksa Via mengakui kalau yang mengantar nya ke MES adalah pacar Via tetapi kenyataannya tidak sama sekali.


"Kan kakak sudah jujur, jangan tanya begitu, nanti ayah dengar baru tahu." Via takut jika ayahnya mendengar ucapan Misya, ia akan di marah oleh Marcel.


"Eh, kenapa takut, kata ayah dulu, kita boleh ngapain aja setelah kita selesai sekolah. Sekarang kakak sudah selesai sekolah bahkan sudah selesai kuliah. Jadi kakak sudah bebas." ucap Misya mengingatkan.


"Ayah itu berbohong, selesai kuliah, terus ayah bilang kerja dulu baru boleh pacaran, kalau sudah sukses baru menikah. Bisa-bisa jadi perawan tua dong kita. Haha." ucap Via sambil bercanda.


"Ayah mu itu asal bicara, masa' kalian yang muda ngak boleh pacaran, giliran dia boleh ya. padahal sudah menikah." tiba-tiba jasmine angkat bicara.


" Itu kan menurut kita, menurut ayah ku beda Say." setelah berkata seperti itu, tiba-tiba Marcel masuk ke dalam kamar.


Ternyata Marcel tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Sekarang kakak mu sudah jadi sarjana Misya, Misya mau seperti kakak juga?." tanya Marcel kepada Misya karena ia sangat menginginkan kesuksesan semua anak-anaknya.


"Mau dong." jawab Misya tersenyum.


"Mau kuliah di mana? di sini juga atau yang dekat saja?." tanya Marcel lagi.


"Belum tahu yah." Misya sama sekali belum memikirkan soal kuliah.


"Yang dekat saja lah, biar bisa pulang ke rumah." ucap Marcel sesuai keinginannya.


Misya terdiam, dan tiba-tiba teman Misya bicara kepada Marcel.


"Yang jauh juga lah pak Long, biar bisa mandiri di kota orang, seperti kakaknya, mandiri tanpa ada keluarga akhirnya selesai juga kuliahnya." Teman Via memuji nya karena bisa melewati masa sulit selama berjauhan dengan orang tuanya.


"Kan kakaknya sudah jauh-jauh semua kuliahnya, nanti Misya biar yang dekat saja, biar bisa bantu ayah di kebun." jawab Marcel sambil bercanda.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti." saut Misya yang sama sekali belum kepikiran untuk kuliah.


"Via nginap di sini saja." pinta jasmine.


"Ngak bisa bu, Via besok harus make up lebih awal, kalau tidak nanti Via di tinggal yang riaskan wajah, Soalnya ia banyak yang order jasa nya." jawab Via.


"Baiklah kalau begitu, sekarang sudah larut, sebaiknya kamu pulang ke kost sekarang Via." ucap jasmine khawatir Via akan kesiangan besok jika tidur nya larut.


"Iya bu, benar sekali. di mana kakak?." tanya Via.


"Kakakmu di luar." jawab jasmine.


"Besok ibu harus datang awal bersama ayah ya. jangan sampai telat seperti tadi pagi. Karena ayah sempat bingung cari ruangannya." pinta Via.


"Iya."


"Kak, ayo antar Via pulang, besok Via harus bangun awal." pinta Via kepada Aldi.


"Iya kakak ambil kunci dulu." ucap aldi.


"O iya yah, via boleh pinjam hp ayah tidak? untuk Via foto selfie, soalnya kamera ayah lebih bagus di banding hp Via." pinta Via.


"Kok hp ayah sih?."


"Sekali ini saja yah, please." Via memohon agar Marcel mau.


"Hm, sebentar." Marcel menghapus semua yang berkaitan dengan marni pada hari bahagia Via.


"Jangan buka data ayah ya takut ke hapus!." ucap Marcel kembali mengingatkan.


"Tidak, Via hanya perlu cameranya saja yah, Via ngak akan buka yang lain." jawab Via.


Setelah mendapatkan hp ayahnya, Via bergegas menghampiri Aldi yang sudah menunggunya di parkiran.


Via sangat senang karena ayahnya mau meminjamkan hp nya untuk Via, ketika esoknya Via benar-benar memanfaatkan hp ayahnya hanya untuk berselfie dengan teman dan pria yang ia sukai sejak awal ia masuk kuliah.


"Lama sekali sih Via, kakak sudah ngantuk nih." ucap Aldi yang sudah lama menunggu.


"Ih bawel deh, jangan marah mulu dong, Via tadi merayu ayah untuk meminjamkan hp nya untuk besok." jawab Via.


Kemudian Aldi langsung mengemudi mobilnya dan mengantarkan ia pulang.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dentgan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2