
Ketika marcel pulang, jasmine bersiap untuk menanyakan apa yang Rini bilang kepadanya.
"Kamu dari mana Long, jam segini baru pulang?." tanya jasmine karena marcel pulang terlalu lama dari biasanya.
"Dari kerja dan ke rumah ibu, ada apa?." tanya marcel kembali.
"Oh pantes kamu lama pulangnya. Kamu perginya sama siapa Long?." Jasmine terus saja bertanya.
"Pergi sendiri lah." jawab marcel berbohong.
"Oh ya, tadi aku lihat kamu sama wanita, itu siapa?." Jasmine sengaja berbohong membuat marcel kaget.
"Apa? wanita mana? kamu salah lihat mungkin." jawab marcel.
"Ngak mungkin salah lah, aku tau itu motor kamu dan aku juga tau fostur tubuh kamu Long, jadi aku ngak mungkin salah lihat." jawab Jasmine memancing agar marcel berkata jujur.
"Ah, kamu salah lihat mungkin, lagian di dunia ini banyak kok yang mirip dengan aku, apalagi hanya fostur tubuh." jawab marcel berusaha menutupi.
"Kalau benar tadi itu kamu, kamu ngak akan mungkin mau mengaku, ya kan?." Jasmine membiarkan marcel yang tidak mau jujur.
Marcel terdiam tidak menjawab pertanyaan Jasmine dan fokus dengan sebatang rokok nya.
Jasmine pun akhirnya terdiam marcel dan meninggalkan marcel, karena pembicaraannya terakhir tidak di respon oleh marcel.
Pada malam hari marcel ke kantornya untuk mengerjakan pekerjaan nya, tetapi marni menghampirinya saat marcel sedang di kantor.
Pada saat itu juga, Aldi melihat ada seorang wanita masuk ke ruang kerja marcel. Tanpa pikir panjang Aldi langsung memarahi marcel.
"Ayah, dia siapa?." tanya Aldi ketika masuk di ruang marcel tepat di depan marni.
"Teman ayah Aldi." jawab marcel santai.
"Teman? hanya berdua saja di dalam ruangan di malam hari, ngapain ayah?." tanya Aldi dengan nada tinggi dan marah kepada Marcel, sementara marni hanya terdiam.
"Tidak ngapa-ngapain kok." jawab marcel masih santai.
"Ah jangan berpura-pura lagi ayah, wanita dan laki-laki yang bukan muhrim berduaan di ruangan di malam hari kalau tidak ngapa-ngapain itu mustahil yah, sekarang aku tidak mau lagi melihat ayah dan wanita ini atau manapun lagi di sini. Pulang!!." ucap Aldi dengan keras.
Kemudian marni dengan cepat berpamitan untuk pulang karena takut melihat respon Aldi saat itu.
"Ya sudah kalau begitu, saya pulang dulu ya Long!." pamit marni kepada marcel.
__ADS_1
"Iya iya." jawab marcel.
"Ayah pulang juga sekarang!." pinta Aldi dengan wajah sinis.
Marni pulang sendiri sedangkan marcel tidak mau pulang dan tidur di kantornya malam itu.
"Via kemana ayahmu jam segini belum pulang?." jasmine tiba-tiba bertanya keberadaan marcel.
"Ngak tahu bu, Via ngak mau chat ayah, Via benci ayah." Karena hal kemarin Via sangat membenci ayahnya karena marah ia tidak bekerja.
"Misya, tolong tanya ayahmu, sekarang dia di mana?." Jasmine sangat mengkhawatirkan marcel karena belum juga pulang.
"Iya bu, Misya chat dulu." jawab Misya.
Setelah Misya chat, Misya tidak mendapatkan balasan dari ayahnya.
"Bu, ayah tidak membalas bu." ucap misya.
"Ya sudah lah Misya tidak apa-apa." jawab jasmine, tapi di dalam hatinya ia sangat khawatir jika sampai marcel pergi menemui marni dan menginap di rumah nya marni.
Beberapa bulan setelah itu Via melihat hp ayahnya menerima pesan dari marni dengan nama di hpny my love.
"Misya sini deh!." ajak Via ke kamar ibunya.
"Ni liat, hp ayah ada pesan dari my Love, kakak penasaran sebenarnya ini siapa ya? marni atau bukan ya." Via penasaran dengan Nomor hp yang bernama My Love di hp marcel.
"Sebentar kak, sekarang kita ambil dulu No hp, nanti kita cari tahu, kalau benar marni nomor hp ini pasti ada di hp kakak kan?." Ucap Misya memberi Ide.
"Iya kamu benar juga Misya, tumben ya kamu pintar." ucap Via sambil bercanda dan dengan cepat menyalin nomor telponnya.
Ternyata setelah di cek, benar bahwa itu adalah nomor hp nya marni.
"Wah, Misya ini benar-benar tidak di sangka. Nomor itu memang nomor hp nya marni misya. Ibu harus tahu ini." ucap Via mendapatkan kebenarannya.
"Kakak tidak salah kan? Keterlaluan ayah, mana nomor hp nya di kasih my love lagi, aduh gawat banget." jawab Misya khawatir.
" Iya benar Misya, Apa kita kasih tahu Ibu sekarang ya." ucap Via khawatir akan perasaan Ibunya.
"Ibu harus tahu kak, Ibu selama ini sudah bertahan demi memperbaiki tetapi ayah tetap saja begitu, dasar buaya." jawab Misya dengan pelan.
"Ngomong-ngomong sekarang ibu di mana?." ucap Via dan segera mengembalikan Hp ayahnya ke tempat asal ia mengambilnya dan menjauh dari kamar ibu dan ayahnya.
__ADS_1
"Tadi ibu keluar, mungkin ke belakang kak." jawab Misya.
Saat itu Via merasa ragu untuk mengatakan kepada Jasmine, karena ia tahu ibunya sangat lemah jika mendapat kabar seperti ini lagi dan lagi, hanya berusaha kuat di depan anak-anaknya.
Ketika Jasmine masuk ke dalam rumah, Via dan Misya buru-buru menghampirinya.
"Bu, bu." panggil Via dan Misya.
"Ada apa sih kalian lari-lari?." tanya jasmine merasa heran.
"Ada hal yang harus ibu tahu, tapi ibu harus kuat ya!." pinta Via.
"Ada apa sih kalian ini, tidak biasanya bicara seperti itu kepada ibu?." Jasmine merasa penasaran.
"Ibu siap mendengarnya? janji ya jangan emosi dulu." pinta Via kepada jasmine.
"Iya, cepat katakan sekarang! Ibu sudah penasaran ini." ucap jasmine.
"Iya sabar bu, tapi janji ya jangan emosi dulu dengar nya!." Via tetap meminta ibunya agar tetap bisa mengontrol emosinya.
"Iya iya. Katakan!." pinta jasmine.
"Tadi Via dan Misya tidak sengaja melihat ada pesan di hp ayah dari My Love." ucap Via kepada Jasmine yang tidak mengetahui artinya karena sebenarnya Jasmine hanya sekolah tamatan SD, sehingga ia tidak mengetahui apa arti dari nama tersebut.
"Ibu benar tidak tahu artinya?." tanya Misya.
"Iya, apa artinya?." Jasmine semakin penasaran dengan arti tersebut.
"Bu, My Love itu artinya Cintaku bu." jawab Misya dengan spontan.
"Apa? siapa dia orang nya, kurang ajar ya ayah mu, mentang-mentang aku tidak tahu artinya, dia seenaknya pacaran dengan sebutan nama seperti itu. Dasar laki-laki buaya, di kasih hati minta jantung." ucap jasmine dengan keras dan dengan perasaan marah.
"Bu sabar dulu. Kita harus cari cara untuk menunjukkan kepada ayah agar ia tidak bisa mengelak lagi jika kita menyalahkan nya tentang ini." ucap Via.
"Apa lagi Via ini sudah jelas kan? terus siapa wanita itu?." tanya Jasmine.
"Tadi Via cek di hp Via, ternyata wanita itu adalah marni si bidan gatel itu bu." jawab Via ikut kesal.
"Memang kurang ajar ya, selama ini selalu mengelak, bahwa mereka hanya teman, tapi buktinya tidak." jasmine tidak sabar ingin bicara dan mengakhiri semuanya.
Jasmine menunggu marcel pulang untuk membicarakan hal ini, tetapi marcel lagi-lagi pulang larut sehingga jasmine dan anak-anaknya sudah tidur.
__ADS_1
Ketika marcel belum pulang, Aldi datang dan mengatakan bahwa kemarin ia telah marah kepada ayahnya karena ia berduaan dengan seorang wanita di kantornya malam kemarin, hal itu membuat jasmine tidak bisa menahan kesabarannya dan akhirnya meledak.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰