
Ketika mereka akan sampai di rumahnya, Marcel meminta Via dan Misya untuk tidak memberitahukan kepada Ibunya.
"Via, Misya jangan cerita kepada ibumu ya, nanti dia salah sangka!." Marcel meminta anak nya untuk menyembunyikan pertemuannya dengan Marni.
Tetapi Via dan Misya terdiam dan saling berpandangan, mereka berniat ingin menceritakan kepada jasmine.
"Kenapa kalian diam? jangan cerita ya ke ibu!." pinta Marcel.
"InsyaAllah ya yah hee." jawab Misya membuat Marcel cemas sambil Misya tersenyum.
"Nanti ibu mu marah Misya, sekarang ibumu sensitif jika ayah bertemu dengan teman wanita." marcel masih mencoba menutupi hubungannya padahal sudah sangat jelas diperlihatkan kepada anaknya.
"Via juga marah yah dengan sikap ayah tadi, ayah tidak pantas memperlakukan teman wanita ayah seperti tadi di meja makan." Via meluahkan kekesalannya ketika sudah di depan rumah.
"Memang nya ayah kenapa?." Marcel menganggap sikapnya kepada marni tidak menjadi masalah bagi kedua anaknya, padahal Via dan Misya sangat kesal namun tidak bisa mengungkapkan kekesalan nya di depan marni.
"Ayah pikir saja sendiri, Via mau masuk dulu." Via langsung masuk ke dalam rumah.
"Tunggu Misya kak!." ucap Misya menghindari ayahnya setelah di belikan HP baru.
Misya mengejar Via ke dalam rumah dan di sambut oleh jasmine.
"Kalian sudah pulang?." tanya jasmine melihat Via dan Misya masuk.
"Sudah bu, baru saja sampai." jawab Via.
"Misya jadi ya beli hp nya?." tanya jasmine ragu karena Marcel saat ini belum punya uang untuk belikan hp baru.
"Jadi bu. Ini hp nya sudah ada di misya." sambil menunjukkan kantong belanjaannya.
"Lalu Via beli apa?." jasmine menanyakan mungkin Via juga beli sesuatu.
"Via belikan kue untuk ibu saja ni bu." jawab Via sambil menyerahkan kuenya.
"Kue yang di tempat biasa kan ya." ucap jasmine.
"Iya bu, kue langganan ibu biasanya." jawab Via.
"Terimakasih ya." sambil memakan kue nya, jasmine sangat senang karena mereka tidak pulang dengan tangan kosong.
Marcel memandang Via dan Misya, dan berharap kedua anaknya tidak mengadu tentang pertemuannya itu.
"Semoga saja mereka tidak cerita kepada jasmine." ucap Marcel sendirian.
__ADS_1
Sepanjang pengawasan Marcel, Via dan Misya memang tidak menceritakan tentang dirinya.
"Bu, Via ke kamar dulu ya." pamit Via untuk ke kamarnya.
"Iya Via, istirahat saja dulu, kalian pasti capek." ucap jasmine melihat raut wajah Via yang sangat kelelahan dan tidak berpikir bahwa Via berat menyembunyikan pertemuannya dengan marni.
"Iya bu, sepertinya Via mau baring sebentar ya, rasanya lelah sekali." Via merasa bingung dengan perasaannya, jika ia cerita maka jasmine yang akan terluka dengan sikap Marcel.
"Iya iya, silahkan Via." jasmine sengaja membiarkan anaknya istirahat, sementara dia sibuk menyiapkan makanan untuk nanti.
Marcel senang ketika mendengar Via untuk istirahat karena anak ny tidak menceritakan kepada jasmine.
Saat itu juga Marcel tidak mengawasi mereka dan memutuskan untuk pergi ke kebun nya.
Ketika sudah di kebun Marcel menghubungi marni bahwa mereka sudah sampai rumah.
"Kami sudah sampai rumah mar sekarang." ucap Marcel mengabari marni.
"Oh syukurlah Long, sampai dengan selamat." jawab marni.
"Iya mar, sekarang aku mau melihat kebun dulu, belajar berkebun." ucap marni yang selalu senang dengan pujian.
"Semoga kebunnya dapat menghasilkan sayur yang banyak long, rajin-rajin rawat cabe nya long, sekarang cabe mahal loh." ucap marni.
Setelah membalas chat tersebut, tiba-tiba hp yang marcel gunakan untuk komunikasi dengar marni jatuh ke sungai kecil yang dangkal.
"Aghh...." ucap Marcel ketika hpnya terjatuh ke dalam sungai.
Dengan cepat Marcel mengambil hp tersebut dan mengeringkannya dengan pakaian yang saat itu di gunakannya.
Marcel mencoba mengeringkannya, dan membongkar isi dalamnya untuk di keringkan juga.
Sesaat Marcel terdiam merenungi nasib hp nya yang di gunakan untu Video Call dengan marni si bidan itu.
Setelah membiarkan nya selama setengah jam, Marcel mencoba menyalakan hp tersebut, namun tidak bisa menyala sama sekali.
"Ayo dong menyala." pinta Marcel, berharap hp nya dapat menyala kembali.
Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Marcel memutuskan untuk pulang dan membiarkan hp nya tergeletak di meja di ruang tamu dan pergi keluar.
"Ini kenapa hp ayah di tinggal?." Ketika misya menyadari hp Marcel tertinggal di ruang tamu.
"Kenapa Misya?." tanya jasmine mendengar ucapan Misya.
__ADS_1
"Ini bu, tumben sekali hp ayah di tinggalkan begini." ucap Misya dan tidak mengecek kondisi HP Marcel.
"Oh ya, mungkin ayah mu lupa, coba saja kita buka barang kali ada sesuatu tentang bidan itu." tiba-tiba jasmine berpikir untuk mencari bukti dari hp Marcel.
"Tapi kan ayah menggunakan pola bu, Misya tidak tahu." Ucap Misya ragu.
"Kita coba saja dulu." jasmine sudah sangat yakin akan mendapatkan bukti yang akurat.
"Hm, tapi hp nya tidak bisa menyala bu." ketika Misya mencoba menyalakannya tetapi tidak bisa.
"Mungkin habis cas nya. Coba di cas dulu!." ucap jasmine.
Misya membawa hp nya untuk segera di cas dan tetap saja tidak menyala.
"Kenapa tidak mau menyala ya." Misya kebingungan dengan kondisi hp yang sudah di cas tetap saja menyala.
"Ya sudah biarkan saja dulu misya, semoga nanti bisa di nyalakan." jasmine sangat berharap hp nya bisa di nyalakan sebelum Marcel pulang ke rumah.
"Baik bu." akhirnya mereka membiarkan agar baterai Hp Marcel terisi.
Setelah beberapa jam di cas, mereka mencoba kembali sebelum Marcel pulang tetapi tidak bisa dinyalakan.
Sampai akhirnya menyerah dan membiarkan hp tersebut tergeletak seperti awal mereka menemukannya.
Kemudian Marcel datang dan mencoba untuk menyalakan kembali hp nya yang sengaja ia tinggal di rumah.
"Tetap tidak bisa." sepertinya sudah rusak." Marcel menyesali perbuatannya yang selalu membawa hp pada saat di kebun.
Misya melihat Marcel berbicara sendiri, misya penasaran kenapa Marcel meninggalkan hpnya.
"Hp ayah kenapa?." Misya berpura-pura tidak mengetahui nya.
"Hp ayah kecemplung di sungai di daerah kebun tadi siang nak." ucap Marcel menceritakan kepada Misya
"Hah. Kok bisa?." Misya penasaran ternyata jatuh ke dalam sungai.
"Tangan ayah licin tadi saat di kebun, tidak sengaja jatuh ke dalam sungai kecil, jadi seperti ini. jawab marcel.
" Kok bisa begitu sih yah, makanya ayah kalau ke kebun jangan bawa hp yah, bahaya loh." ucap Misya memberi tahu ayahnya.
"Namanya juga ngak sengaja." ucap Marcel dengan nada sedikit tinggi.
Kemudian Misya terdiam karena mendengar ucapan Marcel yang keras, dan memilih meninggalkannya sendiri di ruang tamu.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰