
"Iya yakin. Memang nya ada apa?." Lagi lagi marni berpura-pura bertanya, ia sudah tahu bahwa hubungan marcel dan jasmine sudah tidak baik-baik saja.
"Lalu apa nama nya kemarin, malam-malam ibu menelpon ayah di saat waktu jam istirahat, kalau pun misalnya ibu ada urusan kerja, kenapa tidak menelpon di jam kerja saja?." tanya Via lagi.
"Oh itu, ibu hanya ingin memberikan materi pidato untuk ayah kalian, dan ibu hanya memberi motivasi agar ayah kalian tidak gugup, soalnya ayahmu kan sekarang mau mengurus untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan, dan soal makan kemarin kan Via dan misya juga ikut bersama, tidak ada yang aneh juga kan dengan pertemanan kami. Apa ibu dan ayah mu sekarang bertengkar karena ibu?." marni bertanya sekaligus untuk mencari tahu dari anak-anak marcel.
"Tidak, kami hanya ingin tahu semua dari ibu, tolong katakan dengan jujur apa hubungan ibu sebenarnya?." Tiba-tiba Aldi angkat bicara lagi.
"Ibu sudah jujur, bahwa ibu hanya teman dengan ayah kalian, ibu hanya membantu ayah kalian, waktu Via kehabisan uang ketika kuliah, ayah kalian meminta ibu untuk meminjamkan uang untuk kalian kuliah, waktu itu ketika ayah kalian pusing dan sampai tidur di kantor, mungkin karena ia kelelahan mencari uang, datang ke rumah tidak ada air kopi, kalau ibu sebelum bekerja ibu selalu membuat segelas kopi biar suami ibu nyaman berada di rumah. Kemarin ibu ada memberi ayahmu baju teluk belanga' untuk pergi ke hajatan, meskipun tak seberapa tapi ibu senang karena ayah mu mau menerimanya, ibu sudah menganggap ayah kalian sebagai keluarga sendiri, apa lagi sekarang ayah mu berniat untuk membangunkan rumah untuk nenek kalian, karena tidak layak lagi untuk ditinggali orang tua seperti itu. Semoga saja nanti ayahmu terpilih sebagai Dewan." Marni seperti pelan-pelan ingin membongkar hubungannya.
"Kenapa menurut saya berlebihan seperti itu ya, sampai-sampai baju saja ibu kasih." Ucap Aldi sinis.
"Berlebihan bagaimana? ibu kan hanya membantu ayah mu saja. ya kan Via?." marni malah bertanya kepada Via, tetapi Via hanya terdiam.
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang datang ke rumah marni dan mengantar ayam potong yang sudah ia pesan.
"Bu, pesanan ibu sudah datang." ucap asisten marni di rumah.
"Oh iya tunggu sebentar." jawab marni.
"Ibu tinggal sebentar ya." pamit marni kepada Aldi, Via dan Misya.
Ketika marni keluar ruangan, Via berkata kepada Aldi.
"Iya, mending kita pulang saja." jawab Aldi.
Mereka bersiap untuk pulang dan ketika marni masuk keruangan tersebut, Aldi langsung mengatakan bahwa ia ingin pulang.
__ADS_1
"Kami pulang dulu bu." pamit Aldi dan adik-adiknya.
"Kok buru-buru. mau hati ayam tidak? kalau mau ibu pesankan." marni menawarkan hati ayam.
"Tidak bu, ngak usah." mereka langsung berjalan keluar.
Batin Via, "Kamu kira hati kami bisa di beli dengan hati ayam. Oh tentu tidak.
Mereka langsung pergi meninggalkan kediaman marni.
" Via, Misya, setelah mendengar ucapan nya tadi, apa pendapat kalian?." Aldi ingin mendengar pendapat dari adik-adik nya tentang hubungannya dengan marcel.
"Kalau dari jawaban perempuan itu tadi sih, sepertinya mereka memang punya hubungan khusus, aku sangat yakin lagi dengan bukti di hp ayah." jawab Via dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
"Iya bener sekali kak, pengen aku lakban mulut nya, terus kucek kucek, kesal mendengarnya, pengen menggamparnya juga, tapi yang lebih berhak menggampar nya sih ibu lah." ucap Misya menyaut.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰