
Sesampainya di restoran tersebut, mereka mencari tempat yang paling nyaman, marni duduk bersebelahan dengan Marcel.
"Via dan Misya mau makan apa?." tanya marni dengan senyum lebarnya.
"Hm,, Via paket ayam bakar saja." jawab Via tanpa melihat wajah marni.
"Misya?." tanyanya kembali.
"Sama dengan kakak saja." Misya ngak mau ambil pusing tentang menu makanan yang ada di restoran itu.
"Kita cobain yang menu ikan saja ya long, sama sayur pakis mau?." Marni mengajak Marcel memesan sesuai selera Marni.
"Iya boleh mar." jawab Marcel.
"Oke. adek mau pesan apa sayang?." Marni kemudian bertanya kepada anak bungsunya yang juga ikut dengan mereka.
"Ayam goreng bu." si bungsu Marni meminta ayam goreng sebagai menu makan siang nya.
"Oke sayang."
"Adek ini emang suka ayam goreng Long, ngak mau yang lain, masih saja pilih ayam goreng." ucap Marni sedikit menceritakan kesukaan anak bungsunya.
"Oh begitu, ikan atau sayur ngak mau ya?." Marcel menanyakan tentang menu lain yang mungkin anak si Marni sukai.
__ADS_1
"Tidak, dia tidak suka sayur long, makanya selalu stok ayam setiap hari di rumah."
Via ilfil mendengar apa yang di ucapkan Marni, makin ke sini Marni semakin ingin menunjukkan kedekatannya dengan Marcel.
Setelah beberapa lama menunggu, makanan pun tiba di meja makan dan di sajikan sesuai pesanan masing-masing.
"Waktunya makan!." ucap Marni tersenyum.
"Makan yang banyak ya Nak." ucap Marcel sambil mengelus kepala Via dan Misya.
Batin Via, "Tumben-tumben nya ayah mengelus kepala kami, biasa mana sempat begini."
Via tersenyum setelah di elus oleh Marcel, karena merasa di perhatikan meskipun hanya dengan elusan yang sebentar.
Batin Misya lagi, "Ih apaan sayang-sayang, kami bukan anakmu." pandang Misya sangat sinis.
Sambil memakan pesanan mereka, Lagi-lagi Via dan Misya menyaksikan kalau Marni menunjukkan perhatiannya kepada Marcel.
"Makan ini juga Long!." Marni mengambilkan sayur pakis untuk Marcel dan di saksikan oleh anak-anaknya.
"Iya- iya, cukup mar." jawab Marcel sambil tersenyum.
"Tumben banget ayah mau makan sayur pakis, biasa kalau masak di rumah ngak pernah di sentuh." ucap Via terdengar oleh Marni.
__ADS_1
"Ayah mau kok pakis. Siapa bilang ngak mau, kan dari dulu kita makan sayur ini juga di rumah." Jawab Marcel sambil memakan sayur yang menjadi menu makan siang mereka.
"Tambah lagi long! enak kan? ikan nya ni di makan!." ucap Marni sambil memakan pesanannya, sedangkan Via dan Misya tidak berani meminta sayur yang ada di dekat Marni dan Marcel.
"Iya-iya, ini masih ada." jawab Marcel.
Setelah selesai makan siang, Marcel pamit untuk pulang, Marni pun juga langsung pulang ke rumahnya.
Diperjalanan menuju pulang, Marcel bertanya kepada Via dan Misya.
"Sudah kenyang belum Nak." tanya Marcel ketika dalam perjalanan.
"Iya sudah yah, tapi nanti singgah beli kue langganan ibu ya yah." jawab Via.
"Oke sayang, sekarang kita ke sana ya dan sekalian pulang." ucap Marcel.
"Baik ayah." jawab Via dan Misya.
Dalam hati Misya dan Via berniat akan memberi tahu jasmine, tetapi mereka takut akan menjadi pertengkaran lagi, karena Misya merasa masih ingin melihat ayah dan ibunya tetap harmonis tanpa ada pertengkaran.
Tetapi bagaimana dengan yang baru saja mereka lihat, di depan mata dan kepala, mereka menyaksikan kedekatan Marcel dan Marni.
"Sanggupkah aku melihat ibu menangis lagi kali ini." ucap Via ketika masih dalam perjalanan menuju pulang.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰