Sabar Tak Berujung

Sabar Tak Berujung
Episode 116


__ADS_3

"Gimana caranya tidak di ambil pusing bu, Via baru sampai loh di rumah, respon ayah sudah begitu, seperti nya ayah tidak menyukai Via kalau hanya berdiam diri di rumah. Benar kan bu?." akhirnya Via menyimpulkan bahwa Marcel tidak suka melihat ia menganggur meskipun hanya sehari.


"Sudah lah Via, jangan menangis lagi ya." Jasmine tetap menenangkan Via.


Tetapi Via tetap menangis, dan membuat nya khawatir jika ia selalu di rumah ia akan dimarahi oleh ayahnya hanya karena tidak bekerja.


Keesokan harinya Via menyebarkan surat lamaran kerja di mana-mana dan berharap akan di Terima bekerja di perusahaan manapun.


Ketika Via tidak di rumah, saat itu Marcel membeli perlengkapan sound system, dan setiap hari Marcel menyetel peralatan itu untuk mengetahui apakah ada yang rusak atau tidak.


"Banyak sekali beli yang beginian untuk ap Long?." Jasmine heran kenapa Marcel membeli alat lengkap seperti itu.


"Untuk di sewa kan kembali jika orang berminat, untuk menghibur hati yang lebih jelas." jawab Marcel.


"Habis berapa semua beli yang beginian." Jasmine merasa Marcel terlalu boros beli hal yang nilainya cukup besar.


"Ah kamu ngak perlu tahu. Di mana Via?." tanya Marcel.


"Cari kerja lah, kan along yang minta begitu." jawab Jasmine kesal.


Marcel terdiam setelah mendengar jawaban Jasmine tetapi ia tetap tidak menghiraukannya.


Beberapa minggu setelah itu Via masih belum mendapat pekerjaan, dan ia hanya di rumah menghabiskan waktunya dengan sapu dan pel lantai saja.


Ketika Marcel menyadari bahwa Via masih tidak bekerja, Marcel sengaja menyalakan sound systemnya sekeras-kerasnya sampai Via merasa risih.


"Kok Via ngak suka ya ayah menyalakan sound systemnya keras-keras gitu, apa tetangga ngak pusing dengarnya setiap hari bu." tanya Via ketika keluar dari kamar mendengar suara keras dari sound system Marcel.


"Ibu saja pusing Via, ayah mu mana peduli dengan orang, yang penting hatinya senang." jawab Jasmine.


"Kasihan tetangga kita bu, kita sih ngak apa, tapi kalau tetangga lagi sakit kan kasihan." ucap Via saat berada di dapur mendekati ibunya.


"Mau bagaimana lagi Via, ibu tidak bisa melarang ayahmu yang keras itu." Jasmine pasrah dengan keadaannya.

__ADS_1


Hampir setiap hari Marcel begitu, bangun tidur ia langsung menyalakan nya sambil membangunkan Via dan Misya yang sengaja bangun lebih siang.


Ketika Via dan Misya dilihatnya sudah keluar dari kamar, baru lah Marcel mengecilkan suara sound systemnya.


"Ayah itu sepertinya memang sengaja deh menyalakan nya sekeras-keras mungkin agar kita tidak bangun siang Misya." ucap Via.


"Bener kak, masa' waktu lihat kita keluar langsung di pelankan, emang sengaja tu." jawab Misya juga merasakan hal yang sama dengan Via.


"Kalau begini bagus kakak pergi keluar, mana tahu nanti ada perusahaan yang lagi buka lowongan pekerjaan." Tiba-tiba Via kepikiran ingin menghabiskan waktu nya di luar.


"Jangan setiap hari begitu kak, kasihan ibu sendiri di rumah." Misya mengingatkan Via agar tidak melupakan Jasmine.


"Iya, kakak tahu, kan ngak mungkin juga mau setiap hari keluar, uang dari mana. Kerja juga enggak." ucap Via.


"Maka dari itu, jangan sering-sering." jawab Misya.


"Kalian mau kemana?." tanya Jasmine.


"Ya sudah, kalian pergi saja. Nanti pulang nya jangan malam ya, sekarang ibu mau ke sawah teman ibu, ia minta bantu dalam beberapa hari ini." ucap Jasmine yang sedang sibuk membantu menyelesaikan tanam benih padi.


"Iya bu, paling nanti kami pulang nya sore, mumpung Misya sedang libur jadi Via minta di temenin saja." jawab Via.


"Iya kalian hati-hati. Ibu mau berangkat dulu ya." pamit Jasmine mau ke sawah.


"Iya Bu."


Saat Jasmine sibuk ke sawah, Marcel sibuk bertemu marni ketika pulang dari kerja.


Hingga larut Marcel belum juga pulang, Jasmine yang sudah biasa dengan keadaan ini tidak bertanya-tanya kemana Marcel pergi.


"Bu, Via mau cerita ke ibu tentang ayah." ucap Via karena sudah merasa sakit hati dengan sikap ayahnya kepada Via.


"Ada apa Via, apa ayah mu marah lagi sama kamu?." tanya Jasmine.

__ADS_1


"Tidak bu, Via ingin ibu tahu, kalau ayah sebenarnya sedang berhubungan dengan marni dan saat ini mungkin ayah sedang bersama dengan Bidan itu." Via yang tidak tahan lagi menyimpan semua rahasia ayahnya.


"Kamu tahu dari mana Via?." tanya Jasmine kembali.


"Dulu waktu kami pergi membeli HP dengan Misya, dia juga ikut dan kami sempat makan bersama, tapi ia lebih asyik bicara dengan ayah layaknya seorang pasangan bukan teman biasa. maaf ya bu Via dan Misya tidak cerita, itu semua atas dasar permintaan ayah juga." jawab Via mengatakan yang sebenarnya.


"Jadi kalian sudah tahu, mengapa kalian tidak memberitahu ibu, bahkan kalian beli kue untuk ibu, apa itu sebagai sogokan saja?." tanya Jasmine kesal.


"Tidak bu, itu kan titipan ibu, awalnya kami juga tidak tahu kalau ayah ternyata sudah janjian dengan Bidan itu untuk bertemu. Lagian juga Misya sangat memerlukan hp kemarin. Kalau Via tahu juga Via tidak akan sudi pergi bu." Via menjelaskan kepada Jasmine.


"Ibu sungguh tidak menyangka ayah mu bisa setega ini. Tapi percuma kalau ibu bicara dengan ayah mu tanpa bukti, kita akan cari bukti lagi apakah benar ia masih bermain api di belakang ibu." ucap Jasmine ingin bermain cantik dan tidak akan marah-marah di depan Marcel, karena percuma marah dengan orang seperti Marcel.


"Via akan bantu ibu untuk mendapatkan bukti yang kuat, agar ibu bisa lepas dari ayah." Via mendukung Jasmine.


"Apa benar kamu akan bantu ibu?." tanya Jasmine.


"Iya bu."


"Misya juga akan bantu ibu mendapatkan bukti bu, agar ayah tidak bisa mengelak lagi dengan kesalahannya." Saut Misya menyusul.


"Terimakasih Nak, jika kalian mau membuka semua yang kalian tahu." jawab Jasmine.


"Terus ada 1 lagi bu, kemarin Via kan kehabisan uang, terus minta ke ayah, tapi ayah lagi ngak ada uang. Jadi ayah bilang besok nya saja ayah transfer. Via jawab iya dong. Dan tidak lama setelah itu, Teman ayah Yang Bidan itu, Ibu marni menghubungi Via lewat Chat nya, mau minta Nomor Rekening Via untuk kasih Via uang." Belum selesai Via bicara Jasmine sudah memotong nya lantaran sakit hati mendengarnya.


"Terus kamu kasih? Apa sih maksudnya mereka begini, Ayah kamu juga, nomor HP anak di kasihkan juga kepada marni. Untuk apa?." Jasmine bertanya-tanya maksud Marcel seperti ini.


"Ya ngak di kasih lah. Ngapain di kasih yang ada nanti kita berhutang budi kepada nya, meskipun saat itu Via bener-bener habis uang. Tapi Via Tolak, dan setelah Via tolak tiba-tiba ibu marni mengirimkan pulsa secara gratis kepada Via. Karena pulsanya sudah masuk ke HP Via, mau tidak mau Via Terima bu." Via menceritakan semua yang berkaitan dengan marni.


"Jangan-jangan ayahmu yang meminta ia untuk transfer kepada mu Via, Ayah mu ini memang cari gara-gara." ucap Jasmine sangat marah.


"Bu, nanti ibu jangan marah dulu kepada ayah, kita harus dapat bukti yang benar-benar membuat ayah tidak bisa berkata apa-apa untuk mengelak."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2