
Mereka melanjutkan perjalanan pulang, sesampainya marcel di tempat kerjanya, Marcel langsung mengerjakan semua pekerjaan yang harus selesai hari itu juga.
"Cel, terimakasih karena kamu menemaniku hari ini." ucap Maria ketika sudah di depan parkir kantor tempat Marcel bekerja.
"Iya sama-sama Maria, aku masuk dulu ya." ucap Marcel dan melangkahkan kaki berjalan menuju pintu masuk.
"Tunggu sebentar Cel!." pinta Maria untuk berhenti.
"Iya, ada apa Maria?." tanya Marcel sesaat berhenti.
"Ini ada sedikit rezeki, tolong diterima ya!." jawab Maria sambil menyerahkan uang sebagai tanda terimakasih nya kepada Marcel.
"Apa Ini." sambil melihat amplop uang diberikan oleh Maria.
"Tolong diambil ya." pinta Maria.
"Terimakasih Maria, seharusnya kamu tidak perlu repot-repot seperti ini, aku ikhlas kok." Marcel terpaksa menerima karena ia juga sangat membutuhkan untuk anak nya.
"Aku juga ikhlas kok Cel, tolong diterima." ucap Maria sekali lagi.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih ya." jawab Marcel sambil tersenyum dan Maria langsung pergi setelah memberikan uang kepada Marcel.
__ADS_1
"Iya Cel. aku pulang dulu ya." Maria kemudian pamit pulang.
Akhirnya Marcel mengirimkan uang tersebut kepada Aldi yang saat itu sedang kehabisan uang.
Tut... Tut... Tut... Marcel menelpon Aldi putra pertamanya.
"Hallo yah." jawab Aldi yang sedang ada mata kuliah saat ayah nya menelpon.
"Aldi barusan ayah sudah transfer uang ke nomor Rekeningmu, tapi maaf ya hanya sedikit yang bisa ayah berikan hari ini." ucap Marcel saat menelpon Aldi.
"Oh iya ayah, terimakasih ayah, Aldi usahakan untuk berhemat." jawab Aldi yang benar-benar memikirkan kondisi ekonomi keluarganya yang tidak stabil.
"Iya Aldi, kamu sedang kuliah ya?." Tanya Marcel karena Aldi terdengar berbisik dan terdengar suara dosen Aldi yang sedang menjelaskan.
"Baiklah Aldi, belajar yang rajin ya." ucap Marcel dan menutup telpon nya.
Batin Aldi, "Alhamdulillah ayah sudah kirim uang kepadaku." Aldi sangat bersyukur dengan rezeki yang di dapat hari inj.
Setelah mengirimkan uang dan menelpon anak nya, Marcel dengan cepat mengerjakan semua pekerjaannya dan segera menyelesaikannya.
Sedangkan Maria yang sudah tiba di rumahnya, menunggu kedatangan Jimmy suaminya untuk menandatangani surat gugatan cerai dari Maria si penggugat.
__ADS_1
Keesokan hari nya, setelah seharian kemarin Maria menunggu, Jimmy datang ke rumah nya seperti biasa, seperti tanpa ada masalah sedikit pun.
Tetapi Maria menghampirinya dengan permintaan untuk menandatangani surat cerai nya.
"Tolong ditandatangani surat ini." Maria yang menghampirinya langsung meminta persetujuannya karena sudah tidak sabar untuk bercerai.
"Apa ini?." Jimmy yang tidak mengetahui bahwa Maria menggugatnya heran, apa yang harus ditandatangani.
Setelah Jimmy membaca surat tersebut, ia marah dengan perbuatan Maria yang mengambil keputusan sepihak.
"Apa-apaan kamu ini?." tanya Jimmy dengan sangat marah sambil menunjukkan surat di hadapan Maria.
"Kamu ingin aku menandatangani surat ini? Kenapa? semua kebutuhanmu sudah aku penuhi, apa masih kurang?." tanya Jimmy dengan suara tingginya, anak nya mendengar pertengkaran orang tuanya itu.
"Tidak, aku melakukan ini untuk kebaikan ku dan kebaikanmu." jawab Maria.
"Kebaikan ku dari mana?." tanyanya semakin marah, seolah tidak tahu kalau Jimmy sudah menduakan cinta Maria.
"Iya, kebaikanmu, agar kamu lebih fokus mengurus Istrimu yang sekarang sudah mengandung anakmu." ucap Maria memperjelas.
"Apa maksud mu?." Jimmy berpura-pura tidak mengetahui nya.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰