
Wildan akan tetap melanjutkan rencana pernikahannya dengan Melisa, demi anak yang dikandung Melisa saat ini. Dia ingin berusaha menjadi ayah yang bertanggung jawab dengan sang anak. Dia pikir, Jihan pun tak akan tahu kalau dia menikah dengan Melisa.
Semalam, sebelum pernikahan Wildan dan Melisa. Terjadi pertengkaran hebat antara Wildan dengan Jihan, karena Wildan mengurangi jatah uang yang diberikan Wildan kepada dia setiap bulannya. Dengan alasan, dia tak pernah mendapatkan bonus. Hanya mendapatkan dari gaji pokok saja.
Wildan kira, Jihan akan menerimanya. Tetapi, nyatanya dia salah. Jihan merasa tidak terima. Dia merasa, sikap sang suami banyak perubahan. Jihan merasa curiga, kalau sang suami berselingkuh memiliki wanita idaman lainnya. Hingga membuat sang suami menjadi berubah.
"Aku berangkat dulu! Mau antar mama pulang dulu. Rencananya, aku menginap di rumah mama semalam. Besok sore kemungkinan aku sudah kembali," ucap Wildan.
Jihan tampak kesal. Lagi-lagi suaminya mengulanginya lagi. Tak ada basa-basi mengajak dirinya mengantarkan ibu mertuanya pulang. Setelah menghadiri acara pernikahan anaknya, mama Risma memang berencana untuk pulang dulu ke rumah. Tetapi, Wildan tak mengantarnya.
"Kenapa selalu harus dadakan si mas? Akhir-akhir ini aku merasa aneh sama kamu. Jangan bilang, kamu berselingkuh di belakang aku ya! Jika sampai hal itu terjadi, aku enggak akan pernah memaafkan kamu mas! Jika masalah ekonomi, aku masih bisa sabar. Tetapi, kalau kamu benar-benar berselingkuh dariku. Aku tak akan pernah bisa memaafkan kamu!" Ucap Jihan ketus.
__ADS_1
"Ya, ampun sayang! Mana mungkin aku seperti itu! Sudah ya, jangan berpikir macam-macam! Aku enggak mungkin seperti itu! Selama ini kamu selalu mengerti kondisi aku. Aku tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang kamu berikan untukku," rayu Wildan. Wildan merasa takut. Takut kalau hal itu terjadi.
"Ya, sudah! Buktikan saja! Kalau semua itu, bukan hanya sekedar omong kosong belaka," ucap Jihan tegas dan Wildan mengiyakan.
Wildan tetap pergi meninggalkan Jihan. Dia tak mungkin membuat Melisa kecewa, karena sudah menunggu kedatanganya. Dari gajinya, Wildan menyewa apartemen selama tiga hari. Agar orang tua Melisa tak banyak bertanya, dan merasa senang.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju apartemen yang di sewa. Rencananya, malam ini Melisa akan melewati malam pertama di kosan. Sedangkan ibu dan anaknya Melisa, menginap di apartemen. Wildan meminta pengertian Melisa. Dia tak ada uang lagi untuk menyewa hotel.
"Tidak mungkin, ma! Jihan tak akan mau menerima pernikahan ini. Pasti dia akan lebih memilih untuk bercerai, daripada harus di madu," jelas Wildan.
"Ya, sudah! Cerai saja kalian! Sudah mandul, sombong! Enggak mau menerima kenyataan. Jadi suami, makanya jangan terlalu nurut sama istri! Jadi seperti ini kan? Kamu sendiri yang susah," ucap sang mama. Dia tampak kesal, karena sang anak masih saja mempertahankan Jihan.
__ADS_1
Wildan baru saja sampai di apartemen Melisa. Dia langsung memarkirkan mobilnya. Setelah itu Wildan dan sang mama langsung menuju unit apartemen yang dia sewa. Bel apartemen berbunyi, Melisa bergegas untuk membukanya. Dia tampak bahagia, karena Wildan akhirnya menepati janjinya untuk menikahi dirinya. Sebentar lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri.
Melisa terlihat begitu ramah, mengambil hati Mama Risma. Dia sudah terlihat menggunakan kebaya berwarna putih, dan wajahnya sudah di rias. Melisa langsung mengajak ke kamar mereka, agar Wildan segera mengganti pakaiannya.. Sebelum penghulu datang untuk menikahkan mereka.
Melisa dan Wildan sudah berada di kamar mereka. Melisa tampak memeluk tubuh Wildan. Akhirnya, perjuangan dia selama ini tak sia-sia. Dia tak akan susah lagi, sebentar lagi Wildan akan menafkahi dia. Terlebih Jihan sudah menagih uang yang dia pinjamkan kepada Melisa.
"Akhirnya, sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri ya mas? Pasti anak kita senang di dalam sana, karena melihat orang tuanya bersatu," ucap Melisa, dan Wildan hanya menganggukkan kepalanya.
Keduanya sudah terlihat siap. Acara ijab kabul akan segera di mulai. Melisa sudah duduk berdampingan dengan Wildan. Melisa akan dinikahkan dengan Wildan oleh wali. Tak ada pesta yang meriah dia acara pernikahan mereka.. Melisa sudah bisa bernapas lega, karena akhirnya dia resmi menjadi pasangan suami istri dengan Wildan.
Wildan tampak memasangkan cincin pernikahan mereka ke jari Melisa. Setelah itu, Melisa langsung mencium tangan Wildan. Sebagai rasa hormatnya kepada sang suami. Setelah itu langsung mencium kening Melisa.
__ADS_1