Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Rasa Kecewa Mawar


__ADS_3

"Siapa sayang yang mau kerja? Mana orangnya?" Tanya Affan yang datang menghampiri sang istri.


Affan menghampiri sang istri, karena sang istri tak kunjung kembali ke kamar. Dia penasaran, dengan orang yang ingin bekerja. Lingkungan perumahannya, sebenarnya tak bisa menerima tamu sembarangan. Hal ini yang menjadi salah satu alasan Affan memilih tempat tinggal di sini. Dia ingin menjaga privasi keluarganya, terlebih dia seorang pengacara. Pastinya akan banyak memiliki musuh.


"Sudah pergi. Sudah aku usir. Ternyata, dia Melisa. Dia ingin bekerja di sini. Melisa datang bersama Mawar. Sebenarnya, aku kasihan sama dia dan juga Mawar. Tapi, aku teringat apa yang dia perbuat kepadaku. Aku takut, kalau nantinya dia akan mengambil kamu dariku," ungkap Affan. Affan tampak tersenyum mendengar penuturan sang istri.


"Kenapa tersenyum?" Jihan bertanya kepada sang suami. Dia tampak menatap wajah sang suami. Netra mereka saling bertemu.

__ADS_1


"Karena aku tak akan membiarkan dia menggodaku. Aku hanya mencintai kamu, sampai kapanpun," ungkap Affan membuat wajah Jihan memerah.


Affan mengajak sang istri ke kamar. Dia mengajak Jihan membaringkan tubuh mereka di ranjang. Kemudian dia memeluk sang istri erat.


"Rasanya, aku berat banget melepas kamu tugas. Gimana, kalau kamu berhenti bekerja saja? Agar kamu tak pergi meninggalkan aku sendiri. Aku yang akan membayar gaji kamu. Agar kita bisa segera memiliki keturunan," ungkap Affan.


"Maafkan aku! Kalau ucapan aku membuat kamu merasa tersinggung. Aku tak bermaksud membuat kamu sedih. Aku memang menginginkan memiliki anak. Namun, aku tak akan memaksa kamu untuk segera mungkin memberikannya. Aku akan menunggu sampai saatnya tiba. Jika memang Allah tak memberikan kesempatan kepadaku, untuk memiliki seorang anak. Aku akan ikhlaskan, asalkan aku bisa selalu bersama kamu. Kita adopsi anak! Aku sangat menyayangi kamu," ucap Affan.

__ADS_1


"Makasih ya Mas, kamu memang suami yang pengertian. Semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk kita, dengan mengabulkan doa kita untuk memiliki keturunan," ucap Jihan kepada sang suami.


Berbeda halnya dengan Jihan dan Affan yang saat ini sedang menikmati masa-masa pengantin baru. Melisa justru sedang menangis, karena sang anak menuturkan rasa kecewanya kepada dia.


"Aku malu memiliki mama seorang pelakor yang begitu tega merebut suami sahabatnya sendiri. Padahal, selama ini Tante Jihan baik kepada kita. Gara-gara mama, aku menjadi susah seperti ini. Capek aku hidup susah terus. Kapan aku bisa hidup bahagia," ungkap Mawar di iringi isak tangis.


" Ya, kamu benar. Semua ini karena kesalahan mama, dan kamu harus menjadi korban. Maafkan Mama! Mama janji, akan menghapus rasa kecewa kamu, dengan kebahagiaan. Mama akan berjuang keras. Mama sayang sama Mawar. Mama mohon, tolong maafkan mama, atas kesalahan yang pernah mama perbuat!" ucap Melisa. Melisa tampak merasa bersalah kepada sang anak. Terlebih, saat sang anak menolaknya untuk di sentuh.

__ADS_1



__ADS_2