Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Tiga Bulan Kemudian ( Pernikahan Affan dan Jihan )


__ADS_3

Wildan benar-benar hancur, dia sudah tak lagi memiliki apapun yang bisa dia banggakan. Mobilnya sudah ditarik leasing, dan posisinya dia di perusahaan pun saat ini hanyalah sebagai staf marketing. Kinerjanya di perusahaan, menurun. Dia kerap tak masuk kerja, dan tak mencapai target sebagai seorang manager. Hingga harus kehilangan jabatan managernya.


Usia kandungan Melisa saat ini sudah menginjak lima bulan. Perutnya sudah mulai membesar. Hari ini adalah hari pernikahan Jihan dengan Affan. Mereka akan melangsungkan pernikahan secara mewah di sebuah hotel bintang 5. Ini adalah pernikahan pertama bagi Affan, tentu saja dia ingin berbagi kebahagiaannya dengan orang-orang terdekat mereka.


Jihan sudah terlihat cantik, dengan gaun muslimah berwarna putih. Gaun itu sangat mewah. Pastinya, bukan nominal sedikit yang Affan keluarkan untuk itu. Jihan benar-benar dianggap seperti seorang RATU oleh Affan. Untungnya, kedua orang tua Affan mau menerima Jihan apa adanya. Meskipun status Jihan yang sudah janda.


"Ibu bahagia banget, bisa melihat kamu akhirnya bisa hidup bahagia. Ibu yakin Nak Affan adalah laki-laki yang baik untuk kamu. Semoga Allah memberikan keturunan untuk kalian. Terus berdoa dan berusaha, karena kita enggak pernah tahu kuasa Allah. Bagi manusia tak mungkin, bagi Allah sangatlah mungkin," ucap sang Ibu. Jihan hanya menganggukkan kepalanya. Dia pun berharap kebahagiaan bisa menyertai pernikahan dia dengan Affan.


Kini Jihan dan Affan sudah duduk berdampingan. Affan akan memulai ijab kabul berhadapan dengan Bapaknya Jihan. Suasana tampak tegang, terutama bagi Affan. Ini adalah moment pertama dalam hidupnya. Dia merasa tegang, berhadapan dengan Bapaknya Jihan. Padahal selama ini, dia sudah terbiasa berbicara dengan banyak orang.


"Sah!"

__ADS_1


Jihan dan Affan kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Jihan langsung mencium tangan Affan, dan Affan memberikan kecupan di pucuk kepala dan juga kening Jihan. Affan mampu mengobati rasa sakit atas pengkhianatan yang dilakukan Wildan. Dia juga mampu menghilangkan rasa trauma yang sempat Jihan rasakan. Affan mampu meyakinkan Jihan, untuk menikah kembali.


Mereka langsung bertukar cincin, Affan memasangkan cincin pernikahan mereka di jari manis sebelah kanan Jihan. Jihan pun melakukan hal yang sama kepada Affan. Keduanya tampak bahagia, senyuman terukir di sudut bibir keduanya. Kedua orang tua mereka pun terlihat bahagia, mereka berdoa untuk kebahagiaan Anak-anak mereka.


Serangkaian acara akad nikah telah selesai, kini mereka hanya menunggu waktu resepsi. Acara resepsi akan di gelar setelah ini. Kini mereka sudah berada di kamar pengantin mereka. Affan menyewa dua kamar hotel untuk dia dan keluarga Jihan. Jihan beruntung mendapatkan Affan, dia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya. Papanya seorang pengacara kondang. Affan pun masih perjaka, dan belum pernah menikah.


Jihan terlihat malu-malu berada satu kamar dengan seorang laki-laki. Dia butuh beradaptasi kembali dengan orang baru. Kini mereka sedang di rias untuk persiapan acara resepsi. Acara resepsi itu akan menggunakan adat Jawa. Meskipun persiapan pernikahan ini sangat singkat, acara tetap berjalan lancar.


Jihan akan menempati rumah dari hadiah pernikahannya dengan Affan. Sebagai mahar pernikahan mereka, Affan menghadiahkan sebuah rumah mewah seharga 1,5 milyar untuk Jihan. Rumah yang akan mereka tempati bersama, setelah ini. Affan pun sudah menyiapkan tiket bulan madu ketiga negara, yaitu Singapore, Thailand, dan juga Jepang. Hidup Jihan benar-benar berubah, setelah menikah dengan Affan.


Affan dan Jihan sudah terlihat tampan dan cantik. Mereka memang pasangan yang serasi. Acara resepsi akan di mulai. Affan dan Jihan tampak berjalan bergandengan tangan dengan mesra untuk melakukan foto berdua, sebelum acara di mulai. Semua orang memuji, keserasian mereka.

__ADS_1


"Apa? Jihan nikah? Lo jangan asal ngomong! Masa iya, dia secepat itu melupakan gue? Ah, gue yakin. Lo pasti bohong 'kan?" ucap Wildan. Dia tak percaya, kalau hari ini Jihan menikah. Dia pikir, Jihan pasti belum bisa move on darinya. Wildan berharap, Jihan mau kembali kepadanya. Setelah Melisa melahirkan, dan dia menceraikan Melisa. Angan-angan Wildan sangat tinggi, dan kini dia harus terjatuh ke dasar paling terendah.


"Ih, ngapain juga gue bohong! Enggak ada kerjaan banget gue! Ini gue foto ya undangan pernikahan si Elena, dia di undang sama si Jihan. Ini gue sama Elena siap-siap mau berangkat ke Hotel The Ritz Carlton. Jihan dapat pengacara terkenal, anak pengacara kondang. Lo mau datang enggak? Ini boleh masuk, kalau ada undangan. Enggak bisa untuk umum," ucap Riko. Riko adalah teman Wildan, dan Elena adalah teman kuliah Jihan. Hubungan Jihan cukup dekat dengan Elena. Makanya, saat Elena tahu kalau Wildan selingkuh dengan teman SMA Jihan di kampung. Elena sempat kaget. Padahal dia sangat tahu, kalau Wildan dulu sangat tergila-gila sama Jihan.


Wildan membeku. Seakan dunia terasa runtuh seketika. Seakan tersambar petir di siang bolong. Seperti ungkapan seperti tertusuk pisau belati, sakit tak berdarah. Dia benar-benar shock, sampai-sampai dia tak sanggup berkata-kata.


"Woy! Malah diam lo! Ya sudah, kalau lo enggak mau datang! Gue mau jalan sekarang, takut acaranya keburu di mulai. Elena sudah ribut terus ini," ucap Riko.


"Tunggu, Rik! Gue ikut. Gue siap-siap sekarang. Kita langsung ketemu di sana ya! Gue ingin lihat Jihan bersama laki-laki itu dengan mata kepala gue sendiri. Agar gue bisa membuka hati gue, untuk bisa melupakan dia karena dia sekarang sudah hidup bahagia sama laki-laki itu," ucap Wildan terdengar lirih oleh Riko.


"Lagian sih lo! Sudah dulu dapatin Jihan dengan susah payah, eh malah lo sia-siain. Hidup lo jadi hancur banget cerai dari dia. Sekarang Jihan justru hidup bahagia sama laki-laki baru. Lo sih, enggak bisa menahan nap*su lo! Padahal, kalau lo mau. Lo 'kan bisa minta sama dia. Memangnya, goyangan si Jihan kurang hot apa? Apa dia emang enggak pernah ngasih lo? Sampai lo tergoda gitu sama cewek lain. Gue lihat cantikan Jihan kemana-mana, dibandingkan istri lo yang sekarang. Jihan juga lebih berkelas. Kalau gue jadi lo, gue bakal nyesel seumur hidup. Ya sudah, ngobrolnya nanti lagi! Lebih baik lo cepat siap-siap! Gue jalan sekarang ya! Kita ketemu di depan tempat acara. Gue fotoin ya undangannya," ucap Riko dan Wildan hanya mengiyakan.

__ADS_1


Dia masih terasa lemas. Tetapi, semua itu tak ada gunanya. Semua tak akan pernah kembali lagi. Jihan sudah menemukan kebahagiaannya, dengan laki-laki yang mencintai dia dengan tulus.


__ADS_2