Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Tak Ingin Terulang


__ADS_3

"Oh, jadi orang yang ingin melamar kerja di rumah kamu itu kamu. Maaf, aku tak bisa menerimanya. Aku tak ingin lagi berurusan sama kamu lagi. Nanti yang ada, kamu merebut suamiku kembali. Kali ini aku tak akan membiarkannya. Lebih baik sekarang kamu pergi dari rumahku, dan jangan pernah menginjakkan kaki kamu di sini!" ucap Jihan tegas. Rasa sakit akan pengkhianatan Melisa kepadanya, masih begitu membekas di hatinya.


"Aku mohon, Ta! Tolong aku! Aku sangat membutuhkan pekerjaan untuk aku dan Mawar bertahan hidup. Paling tidak, sampai Mas Wildan keluar dari penjara. Kasihanilah aku, Ta! Sebentar lagi, aku akan melahirkan. Aku membutuhkan uang banyak," ucap Melisa memohon.


"Maaf, aku tak bisa! Aku tak ingin kejadian dulu terulang kembali. Lebih baik, kamu cari pekerjaan saja di tempat lain," jawab Jihan.


Dengan sangat terpaksa, Jihan menyuruh security yang berjaga untuk mengusir Melisa dan Mawar dari rumahnya. Dia juga sudah berpesan kepada security yang bekerja di rumahnya, untuk tidak memperbolehkan Melisa masuk ke dalam rumahnya. Jihan tak mempedulikan Melisa yang berteriak meminta tolong. Dia langsung masuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


"Orang mana yang mau bekerja? Mengapa dia bisa datang ke sini. Penjagaan di sini sangat ketat. Tak semua orang bisa masuk ke komplek perumahan ini dengan mudah. Mereka harus meletakkan KTP terlebih dahulu," ucap Affan saat Jihan masuk ke dalam rumah kembali.


"Orang itu Melisa. Dia yang membutuhkan pekerjaan untuk bertahan hidup. Namun, aku menolaknya. Aku tak ingin kejadian dulu terulang kembali. Aku tak ingin kalau nantinya dia akan menggoda kamu. Jadi, aku putuskan untuk menolaknya. Aku juga sudah bilang sama security di depan, untuk tidak memperbolehkan Melisa masuk ke dalam rumah kita," jelas Jihan.


"Insya Allah, aku tak akan tergoda dengannya. Meskipun, dia telanjang di depan mataku. Kamu tak perlu khawatir, kamu bisa menguji kesetiaan aku kepadamu," ujar Affan dan Jihan mengiyakan.


"Tega banget sih kamu, Ta! Padahal, aku sudah bilang sama kamu. Kalau aku membutuhkan pekerjaan. Tak berniat untuk menggoda atau merebut suami kamu," ucap Melisa dalam hati.

__ADS_1


"Ya Allah, ke mana lagi aku harus mencari pekerjaan? Betapa sulitnya aku mendapatkan pekerjaan. Jihan benar-benar beruntung. Setelah bercerai dengan Mas Wildan, Jihan justru lebih beruntung. Rumahnya yang sekarang sangat mewah. Suaminya sangat kaya raya. Tak seperti aku. Mencari pekerjaan saja sangat sulit. Padahal aku sudah berusaha keras untuk mendapatkannya," ucap Melisa dalam hati.


"Ma, kita mau pergi ke mana lagi? Mawar capek, Mawar ingin pulang," ucap Mawar kepada sang bunda.


Hingga akhirnya, Melisa memutuskan untuk pulang. Menuruti permintaan sang anak. Dia merasa tak tega. Kontrakan Melisa berada di perkampungan, yang letaknya di belakang perumahan itu. Perbedaan tempat tinggal Jihan dan Melisa sangat jauh. Jihan hidup dengan penuh kemewahan, tak seperti dirinya yang hidup dengan penderitaan.


"Maafkan aku Mel, luka yang kamu goreskan terlalu dalam. membuat aku sulit mempercayai kamu lagi. Aku tak ingin kalau nantinya kamu akan merebut suamiku lagi. Aku tak akan rela," ucap Jihan dalam hati.

__ADS_1



__ADS_2