Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Bermesraan


__ADS_3

Setelah selesai sholat dan berdoa bersama, agar mendapatkan buah hati yang sholeh dan sholeha. Affan dan Jihan akan melanjutkan aktivitasnya lagi. Affan langsung melucuti pakaian sang istri kembali, membuat tubuh sang istri kini sudah dalam keadaan polos. Affan melucuti pakaiannya juga. Kini mereka sudah sama-sama polos.


Kini posisi mereka berdiri saling berhadapan. Jihan terlihat, tampak malu-malu. Dia memilih menundukkan kepalanya. Membuat Affan harus mengangkat dagu sang istri. Netra mereka kini saling bertemu.


"Kenapa harus malu? Kita sudah sah, menjadi pasangan suami istri! Kamu itu cantik. Terima kasih, sudah mau hadir di kehidupan aku. Kini hidupku sangat bahagia, karena akhirnya aku bisa bertemu kamu," ungkap Affan.


Perlahan, Affan mendekati wajah istrinya, dan menempelkan bibirnya di bibir sang istri. Kemudian ********** secara perlahan, dengan penuh kelembutan. Membuat Jihan akhirnya, terhanyut dengan permainan bibir sang suami. Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Affan menarik sedikit tengkuk sang istri, untuk memperdalam ciuman mereka.


Tangannya pun tak mau diam begitu saja. Tangannya asyik mere*mas bukit kembar sang istri. Affan mengarahkan sang istri ke ranjang. Kini Jihan sudah membaringkan tubuhnya di ranjang. Affan melanjutkannya kembali aktivitas ranjangnya.

__ADS_1


Kini dia asyik menyusu seperti seorang bayi, sambil memasukkan jari tangannya ke area sensitif sang istri. Membuat tubuh Jihan bergelinjang. Menikmati sensasi yang luar biasa.


"Nikmati, Sayang!" bisik Affan.


"Apa aku boleh meminta di manjakan kamu?" Tanya Affan dan Jihan mengiyakan.


Keduanya mende*sah, saat benda tumpul Affan berhasil masuk dengan sempurna. Affan mulai menggoyangkan pinggulnya, dan memompanya. Awalnya perlahan. Namun, semakin lama. Affan justru semakin menggila. Dia semakin mempercepat permainannya. Kini dia sudah mencapai titik *******. Tak butuh waktu lama, akhirnya dia berhasil menumpahkan benihnya kembali di rahim sang istri. Jihan pun mendapatkan pelepasan.


"Makasih ya, Sayang! Aku sangat bahagia. Semoga, segera hadir Affan junior di rahim kamu, untuk menambah kebahagiaan di dalam rumah tangga kita," ucap Affan. Tak lupa, Affan pun melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan kening sang istri.

__ADS_1


Setelah itu, Affan tampak membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri. Keduanya masih mengatur napas mereka yang masih terengah-engah. Jantung mereka pun masih berdegup kencang. Affan tampak menggenggam tangan sang istri dengan mesra.


Di rasa sudah merasa normal, barulah Jihan beranjak turun untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. Setelah sang istri selesai, kini giliran Affan yang melakukannya. Dia harus membersihkan sisa-sisa percintaan dia dengan Affan.


Kini keduanya duduk bersantai di sofa yang berada di kamarnya. Malam ini, Affan sudah menyiapkan makan malam yang romantis untuk sang istri. Dia ingin membuat sang istri bahagia. Besok siang mereka akan melanjutkan perjalanan mereka kembali ke negara lain.


"Nanti sore kita jalan-jalan ya! Kita ke pusat perbelanjaan! Kamu bebas membeli apapun yang kamu suka," ucap Affan.


Jika dulu saat dengan Wildan, Jihan lah yang banyak mengeluarkan uang. Kini dia sangat di ratukan oleh Affan. Semua Affan yang bayar. Uang hasil kerja Jihan, akan menjadi milik Jihan.

__ADS_1


__ADS_2