Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Keterkejutan Wildan


__ADS_3

Affan sudah berada di Polsek, dia akan membebaskan Wildan dari jeratan hukum. Kini Affan sudah berhadapan dengan Wildan. Sebelum dia membebaskan Wildan, Affan ingin menyebutkan syarat-syarat yang harus Wildan lakukan. Dia tak semata-mata langsung membebaskan Wildan begitu saja.


"Saya ingin beritahu kepada kamu, maksud kedatangan saya ke sini. Saya akan membebaskan kamu, dengan syarat kamu harus mematuhi perintah saya! Apa kamu bersedia? Jika kamu bersedia, saya akan bebaskan kamu sekarang juga! Jika tidak, saya akan membuat kamu selamanya mendekam di penjara!" ucap Affan tegas.


"Tolong, jangan lakukan itu kepada saya! Saya ingin cepat bebas dari sini! Kasihanilah saya! Ada ibu, istri, dan calon anak saya, yang harus saya nafkahi. Mereka membutuhkan saya. Saya harus bekerja. Saya siap melakukan apapun yang Pak Affan inginkan," ungkap Wildan dengan wajah penuh iba.


"Baiklah, jika kamu sudah menyetujuinya. Lagi pula, syarat saya pun tak berat. Jika kamu benar-benar ingin fokus dengan kehidupan baru kamu. Saya pun melakukan ini, karena permintaan mantan istri kamu. Dia merasa tak tega dengan kondisi istri kamu saat ini, yang harus mencari pekerjaan dengan kondisi perut yang sudah membesar. Terlebih, ada anak tiri kamu yang harus kamu nafkahi juga. Mereka mendatangi rumah kami, untuk mendapatkan belas kasihan dari istri saya. Hati istri saya benar-benar mulia. Meskipun istri kamu telah menyakiti hatinya, dia masih mau menolongnya. Dia meminta saya, untuk membebaskan kamu dari jeratan hukum. Dia juga akan menyekolahkan anak tiri kamu," jelas Affan.


Wildan mengucap terima kasih. Penyesalan dia semakin bertambah. Dia memang sangat mengenal Jihan, dia wanita yang baik. Berhati mulia. Salahnya, dia telah menyia-nyiakan Jihan. Dia tak akan pernah bisa mendapatkan Jihan kembali. Hidupnya sangat hancur, saat berpisah dengan Jihan.


"Jangan pernah ganggu kehidupan Jihan lagi! Dia sudah bahagia dengan saya, karena saya tak akan pernah menyia-nyiakan dia. Kamu tahu tidak? Saat ini Jihan tengah mengandung anak saya. Bukan hanya satu, tetapi dia sedang mengandung anak kembar. Kami akan dikarunia anak kembar," ungkap Affan dengan bangganya.

__ADS_1


Wildan sangat terkejut mendengarnya. Jantungnya seakan terhenti seketika, dia terlihat shock. Tak menyangka. Hal itu membuat Affan tersenyum sinis. Dia yakin, Wildan begitu terkejut mendengarnya.


"Pasti kamu terkejut 'kan mendengarnya? Tak menyangka kalau mantan istri kamu bisa hamil. Padahal dulu, kamu dan ibumu sempat mengatakan dia mandul 'kan? Tapi nyatanya, Allah berkata lain. Baru saja kami menikah, Allah telah mengabulkan keinginan kami. Tak butuh waktu lama, mantan istri kamu dinyatakan hamil. Mungkin, memang sudah jalannya. Kalau kalian tak berjodoh, dan dia berjodoh sama saya. Ya sudah, saya tak bisa terlalu lama di sini. Karena masih ada urusan saya yang lebih penting, yang harus saya selesaikan. Kamu akan segera dibebaskan dari sini. Gunakan kesempatan ini dengan baik! Jangan ulangi kembali! Jika sampai kamu lakukan kembali, saya tak akan segan-segan menjebloskan kamu kembali ke penjara, dan pastinya dengan hukuman yang lebih berat lagi!" ujar Affan dan Wildan tampak hanya menganggukkan kepalanya.


Dia masih terlihat shock, tak mampu berkata-kata. Hanya kata ucapan terima kasih yang dia ucapkan kepada Affan. Affan langsung pergi meninggalkan Wildan, dan Wildan di bawa kembali ke sel tahanan sampai semua administrasi selesai.


Setelah urusan Affan selesai, dia langsung menghubungi sang istri. Saat itu Jihan masih bersama Mawar dan Melisa. Affan memberitahukan kepada Jihan, kalau tugas dia membebaskan Wildan sudah selesai, dan kini saatnya dia bekerja bertemu kliennya.


"Kamu seperlunya saja, jangan terlalu berlebihan! Nanti dia akan menjadi kurang ajar sama kamu! Kamu harus pikirkan kehamilan kamu juga! Aku tak ingin kamu kecapean! Segeralah pulang! Dia pun, biar menyambut suaminya pulang kembali. Setelah ini, biar urusan anak itu mereka yang urus. Kalau kamu ingin membantunya, kamu cukup transfer uang setiap bulannya kepada ibunya! Aku tak ingin kamu terlalu terlibat langsung. Kalau perlu, kamu tak usah ketemu mereka lagi. Cukup berikan uang saja!" Affan mencoba mengingatkan istrinya.


Setelah selesai berbincang dengan suaminya, Jihan langsung menghampiri Mawar dan juga Melisa. Dia langsung membicarakan kepada mereka, tentang saran dari suaminya tadi. Benar kata suaminya, dia tak harus membawa mereka dalam kehidupannya lagi. Memberikan celah untuk masuk. Cukup hanya sebatas membantu, dan cukup uang itu ditransfer. Jihan juga mengatakan, kalau Wildan sudah dibebaskan juga.

__ADS_1


"Iya, Ta! Aku paham, apa yang aku lakukan dulu sangat salah! Pasti kamu tak akan percaya padaku lagi. Terima kasih atas bantuan kamu, meskipun aku dulu begitu jahat padamu. Semoga Allah membalas semua kebaikan kamu berlipat-lipat ganda! Terima kasih juga sudah membebaskan Mas Wildan!" ungkap Melisa dan Jihan mengiyakan.


Setiap bulannya, Jihan akan memberikan uang sebesar 300 ribu untuk keperluan Mawar. Namun, jika memang ada lagi yang harus dibayar, dan uang itu tak cukup. Melisa boleh memberitahu dia, dia akan memberikan kembali. Asalkan benar adanya. Bukan mencari-cari kesempatan mencari uang.


Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Jihan menurunkan Melisa dan Mawar di pinggir jalan, sebelum masuk ke dalam perumahan Jihan tinggal. Melisa mengambil titik terdekat dengan tempat tinggalnya.


Wildan sudah menghubungi Melisa di nomor teleponnya. Dia meminta Melisa, menyiapkan uang bayaran ojek onlinenya. Untungnya, ponsel Wildan aktif. Sehingga Wildan bisa memberi kabar kepada istrinya. Saat ini Wildan sudah dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan dia tampak melamun, memikirkan ucapan Affan tadi tentang kehamilan mantan istrinya itu. Dia masih tak menyangka.


"Berarti, kami berdua sama-sama tidak mandul. Hanya saja, Allah tak memberikan kami kepercayaan untuk memiliki seorang anak di pernikahan kami," ucap Wildan dalam hati.


Sejak lama dia menanti akan memiliki anak dari Jihan. Namun, Jihan tak kunjung hamil, dan sekarang dirinya justru mendengar kalau mantan istrinya sedang hamil anak suami barunya. Padahal, pernikahan mereka masih sangat baru.

__ADS_1


"Selamat berbahagia, akhirnya kamu bisa menjadi seorang ibu. Meskipun bukan menjadi ibu dari anakku. Padahal dulu, aku sangat menanti kehadiran anak itu," ucap Wildan lirih.


Dia terlihat sedih, karena mantan istrinya sedang hamil suami barunya. Dia harus menyadari, kalau Jihan telah menjadi milik laki-laki lain, dan Jihan tak akan pernah kembali lagi padannya. Dia harus harapannya untuk bisa kembali kepada mantan istrinya lagi.


__ADS_2