Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Bertemu


__ADS_3

Jihan berniat untuk menenangkan diri. Dia masih saja terus mengingat kenangan bersama Wildan dulu. Dia masih tak menyangka, kalau Wildan akan berselingkuh. Rumah tangga mereka dulu begitu harmonis. Bisa dikatakan, Jihan masih merasa shock menghadapi perselingkuhan suaminya dengan sahabatnya.


Dia akan menyewa seorang pengacara untuk mengurus kasus perceraian dirinya dengan Wildan. Jihan ingin segera terlepas dari Wildan secepatnya. Hatinya terasa begitu sakit, kala mengingat apa yang dia lihat saat itu. Saat dia melihat sang suami tidur di kosan sahabatnya, dalam keadaan telanjang. Demi bisa menikahi Melisa, suaminya tega membohongi dirinya. Bahkan sahabatnya, kini sedang mengandung anaknya. Kesetiaan dan rasa sayangnya selama ini kepada sang suami, justru di balas dengan pengkhianatan.


"Assalamualaikum," ucap Affan, saat menerima panggilan telepon dari Jihan.


"Waalaikumsalam. Mas Affan ya? Aku Jihan Mas, bawahannya Pak Bondan. Mas masih ingat aku enggak?" sahut Jihan.


"Oh, iya. Ingat. Ada apa Mbak Jihan telepon Saya?Apa Pak Bondan memiliki masalah lagi?" Tanya Affan.

__ADS_1


"Mas Affan hari ini sibuk enggak? Aku bisa bertemu enggak? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama Mas Affan," ucap Jihan.


Hingga akhirnya, mereka sepakat bertemu pukul 19.00 WIB di sebuah Kafe. Jihan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai di tempat itu. Jihan ingin meminta bantuan kepada Affan. Jihan sudah terlihat cantik, merias wajahnya dengan make-up yang natural. Dia lakukan demi menutupi kesedihan yang dia rasakan.


"Bi, Ibu berangkat dulu ya! Kamu hati-hati di rumah! Ingat, jangan biarkan Pak Wildan masuk ke dalam rumah ini ya!" Ujar Jihan, dan Bi Sumi mengiyakan.


Jihan langsung melajukan mobilnya, menuju Kafe tempat dia akan bertemu Affan. Jihan berharap, urusan perceraian dengan suaminya segera selesai. Dia yakin, kalau Affan bisa membantu dirinya untuk mengurus perceraian dengan Wildan.


Operasi berjalan lancar, Wildan hanya tinggal menunggu sang mama sadar. Setelah itu Mama Risma akan dipindahkan ke ruang perawatan. Setiap bulannya, Wildan akan dipotong gajian sebesar 1 juta.

__ADS_1


"Ya Allah, tolong selamatkan Mamaku! Semoga saja setelah operasi ini, Mamaku selalu sehat, tak terkena serangan jantung lagi," ucap Wildan dalam hati.


Melisa tampak kesal di apartemen, karena Wildan sibuk mengurus sang mama di rumah sakit. Sehingga melupakan dirinya. Bahkan Wildan tak peduli, saat ibu dan anaknya pulang. Melisa merasa tak di hargai sebagai seorang istri.


Jihan baru saja sampai di Kafe tempat dia berjanji dengan Affan. Jihan langsung memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah itu, dia langsung masuk ke dalam Kafe itu. Ternyata, Affan sudah datang lebih dulu. Dia sudah menunggu Jihan. Jihan langsung berjalan menghampiri Affan.


"Maaf, aku datang terlambat! Kamu sudah lama ya?" ucap Jihan.


"Ah, enggak kok Mbak. Aku juga baru sampai," sahut Affan.

__ADS_1


Entah mimpi apa, sehingga dia bisa dipertemukan kembali dengan Jihan. Pertemuan pertamanya dulu pada Jihan, membuat Affan jatuh cinta dengan Jihan. Sayangnya, saat itu dirinya tahu. Kalau Jihan telah menikah, memiliki suami. Hingga akhirnya, dia harus mengubur rasa cintanya kepada Jihan.



__ADS_2