Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Berita Pernikahan Affan dan Jihan di TV


__ADS_3

"Kamu tahu rumah Wildan? Tim kepolisian akan melakukan penangkapan mantan suami kamu. Maaf, aku terpaksa melakukannya! Agar dia merasa jera. Ya, meskipun tak lama. Paling tidak, dia pernah merasakan dinginnya balik jeruji," ucap Affan.


Jihan langsung merinding mendengar Wildan akan di tangkap. Ada perasaan tak tega di benaknya. Tetapi, dia harus menghargai suaminya. Wildan telah melakukan kesalahan, dan dia harus siap menanggung perbuatannya.


"Rumah orang tuanya tahu. Tapi dia 'kan enggak pernah tinggal sama mamanya lagi. Aku sudah tak tahu dia sekarang tinggal di mana. Mungkin di kosan Melisa atau mungkin mereka sudah pindah ke tempat lain," jelas Jihan. Dia memang sudah tak mempedulikan mantan suaminya lagi, setelah dia mengetahui perselingkuhan Wildan dengan Melisa.


"Ya sudah, jemput di perusahaan dia bekerja saja! Malah bagus, jadi double hukuman dia! Pasti dia juga dipecat. Selain bikin malu perusahaan, dia juga tak bisa bekerja dalam waktu beberapa bulan," ucap Affan membuat mata Jihan membulat sempurna. Ternyata, suaminya orang yang kejam. Meskipun Wildan memiliki kesalahan kepadanya dan pantas untuk mendapatkannya, ada perasaan tak tega di benak Jihan.


Pagi ini Jihan dan Affan sudah bersiap-siap untuk pulang. Affan akan memboyong Jihan langsung ke rumah yang dia belikan untuk Jihan. Affan berencana untuk menyewakan apartemen yang selama ini dia tempati. Jihan pun akan over kredit rumah yang dia cicil dari gaji dia selama bekerja.


"Kita sarapan dulu ya! Setelah itu, baru kita pulang! Hari ini tolong kamu langsung siapkan pakaian kita untuk berbulan madu ya!" ucap Affan dan Jihan mengiyakan.


Senin besok, Affan ingin mengurus kasus mantan suami istrinya itu. Agar dirinya bisa berangkat berbulan madu dengan tenang. Mereka akan melakukan perjalanan bulan madu cukup lama. Untungnya, tempat Jihan bekerja mengizinkannya. Affan pun memang sengaja tak mengambil job dari kliennya. Dia ingin menikmati masa pengantin barunya.


Affan tampak menggandeng tangan Jihan dengan mesra, menuju tempat mereka akan sarapan pagi. Mereka sudah sampai. Jihan dan Affan bebas memilih makanan apapun yang dia mau. Di sana terdapat banyak jenis makanan yang sudah tersusun rapi di meja prasmanan.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar untuk bersiap-siap pulang. Setelah semua sudah dipersiapkan, Jihan dan Affan keluar dari kamar yang mereka sewa. Mereka akan langsung pulang ke rumah. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pulang.


Selama perjalanan, Jihan tampak diam. Dia menjadi teringat Wildan. Jadi dia yang merasa tegang. Meskipun demikian, dia tak ingin menyampaikan hal ini kepada Wildan. Dia tak ingin mengecewakan suaminya yang sekarang.


Mereka sudah sampai di sebuah rumah yang sangat mewah. Jihan terpanah melihatnya. Bukan hanya Jihan saja, kedua orang tua Jihan pun dibuat melongo. Dia tak menyangka, kalau anaknya akan menikmati nasib yang baik. Bisa menemukan laki-laki yang kaya raya. Hari ini orang tua Jihan masih menginap di Jakarta. Mereka kini ikut pulang bersama Jihan dan juga Affan.


"Bagus banget rumahnya," ucap ibunya Jihan. Affan hanya tersenyum menanggapinya. Dia senang bisa membuat istrinya merasa bahagia


"Ini kamar untuk tamu! Ibu dan Bapak silakan tidur di sini! Kamu tidur di kamar sebelah saja ya! Biar tak menggangu Ibu dan Bapak beristirahat!" ucap Affan kepada adiknya Jihan.


"Mau langsung coba ranjangnya enggak?" Goda Affan sambil memainkan alisnya. Sepertinya, Affan merasa kecanduan. Setelah merasakan nikmatnya bercinta.


"Kalau nanti saja gimana Mas? Masih jam segini.. Nanti kalau Ibu dan Bapak mencari kita gimana?" Ujar Jihan.


"Mereka juga pasti mengerti! Dulu, mereka juga 'kan seperti kita. Saat masih menjadi pengantin baru, maunya di kamar terus bermesraan," ucap Affan sambil terkekeh, membuat wajah Jihan memerah. Seperti biasa, dia masih terlihat malu-malu.

__ADS_1


Berita pernikahan Jihan dan Affan, mulai ditayangkan. Mama Risma dan Melisa tampak serius memandang berita pernikahan Jihan dengan Affan. Mereka dibuat melongo, tak percaya.


"Loh, Mas. Kamu kemarin datang ke pernikahan Jihan?" Tanya Melisa kepada sang suami. Kini Melisa memandang lekat wajah Wildan, dia ingin tahu jawaban yang akan Wildan katakan kepadanya.


Wildan akhirnya berkata jujur kepada sang istri, tentang apa yang terjadi dengannya di pesta pernikahan Jihan dan Affan.


"Ya ampun Mas, kok nekat seperti itu sih? Bisa-bisa nanti Mas terkena kasus. Ini suaminya Jihan pengacaranya dulu 'kan? Pinter banget ya mereka, menutupi hubungan terlarang mereka. Setelah resmi bercerai, barulah mereka menikah," ucap Melisa.


"Iya, pantas saja Jihan maksa ingin bercerai. Ternyata, dia sudah ada skandal dengan si Affan itu," ucap Wildan dan Melisa mengiyakan.


"Beruntung sekali nasibnya Jihan, dia selalu saja beruntung hidupnya. Tak seperti aku yang selalu saja menderita. Andai saja, aku tahu Mas Wildan kere seperti ini. Aku dulu tak akan menggodanya. Sekarang aku menyesal, dalam kondisi seperti ini. Jihan tak lagi menolongku. Sekarang aku bingung, ke mana aku harus mencari uang untuk Ibu dan juga Mawar. Aku menyesal. Gara-gara aku tergoda dengan kemewahan Jihan dan juga Mas Wildan, aku menjadi malas bekerja, dan akhirnya dipecat dari pekerjaan. Aku tak bisa memberikan uang untuk mereka lagi. Mau bekerja pun tak mungkin, tak akan ada yang mau menerima aku dalam keadaan hamil seperti ini. Aku kira dulu, aku bisa hidup enak, dan bisa memperbaiki ekonomi kami. Tapi nyatanya, aku malah seperti ini," ucap Melisa dalam hati. Tanpa sadar dia meneteskan air matanya.


Ternyata, bukan hanya dia dan Wildan saja yang merasa menyesal. Mama Risma pun menyesal. Jika dia tahu, selama ini Jihan 'lah yang memberikan dia uang. Dia pasti tak akan merencanakan untuk membuat Wildan dan Jihan bercerai. Gara-gara dia, rumah tangga anaknya hancur, dan sang anak kesulitan ekonomi. Dia pun harus tinggal di rumah kecil dan berdagang nasi uduk.


Kini hanya tinggal penyesalan yang mereka rasakan. Menyesal pun tak ada gunanya. Semua tak akan pernah kembali lagi. Jihan sudah hidup bahagia dengan Affan, dan tak akan memaafkan kesalahan yang mereka perbuat kepada Jihan. Mereka baru menyadari, kalau Jihan selama ini sangat berjasa untuk kehidupan mereka. Kehidupan mereka hancur, tanpa Jihan.

__ADS_1


"Maafkan Mama, Wil! Semua salah Mama. Andai Mama dulu tak merencanakan menjebak kamu dengan Melisa, pasti saat ini kamu masih hidup bahagia dengan Jihan. Mama benar-benar keterlaluan," ucap Mama Risma yang kini sudah bergelimang air mata.


__ADS_2