Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku
Terpuruk


__ADS_3

"Ma, nenek pingsan. Mawar harus gimana?" Mawar sang anak menghubungi Melisa. Memberitahu kalau sang nenek, jatuh pingsan. Mawar menangis, dia panik.


"Mama pulang! Mawar takut! Gimana kalau nenek meninggal, Mawar sama siapa," ucap Mawar di iringi isal tangis.


"Iya, mama pulang! Tapi, mama gak mungkin bisa cepat sampai ke sana. Sekarang, Mawar cari pertolongan ke tetangga untuk membawa nenek ke rumah sakit! Kamu jangan khawatir! Mama yakin, nenek hanya pingsan saja. Mungkin, nenek kecapean. Kamu harus kuat ya! Ya sudah, cepat sana kamu cari bantuan! Nanti kabari mama lagi ya! Mama siap-siap dulu ya! Agar mama bisa cepat sampai," ucap Melisa kepada sang anak.


Mawar sang anak mencoba mencari pertolongan ke tetangga. Namun sayangnya, mereka tak simpatik dengan Ibunya Melisa. Terlebih, saat mereka tahu apa yang dilakukan Melisa kepada Jihan. Tak ada yang peduli dengan keluarga Melisa.

__ADS_1


"Ya, Mawar. Ada apa? Mama lagi siap-siap mau berangkat ke Jawa. Rencananya, mama berangkat naik bus," ucap Melisa.


"Gak ada yang mau nolong nenek, Ma! Mawar harus gimana?" ungkap Mawar sang anak.


Melisa menjadi merasa bersalah. Gara-gara permasalahan dia, sang ibu menjadi terkena imbas. Menyesal pun sudah tak ada artinya. Tak akan bisa mengembalikan seperti dulu lagi. Sebenarnya, sebelum terjadi permasalahan Melisa dengan Jihan. Para tetangga sudah tak suka dengan ibunya Melisa. Bagi mereka, ibunya Melisa sombong.


"Coba Mawar minta tolong lagi! Bilang sama mereka! Kalau mereka gak menolong, nenek bisa meninggal!" ucap Melisa kepada sang anak. Dia mengajarkan sang anak, untuk berbicara kepada tetangga.

__ADS_1


Dia harus segera berangkat. Ibunya membutuhkan dia. Dengan uang yang masih dia miliki, Melisa nekat pergi ke rumah sang ibu di Jawa. Kini dia sudah dalam perjalanan menuju terminal. Akhirnya, tetangga sang ibu tak tega. Mereka membawa ibunya Melisa ke rumah sakit. Demi kemanusiaan, mereka mau menolong.


"Gimana, Mawar? Apa nenek sudah di bawa ke rumah sakit? Mama sudah di bus, perjalanan ke Jawa," ucap Melisa kepada sang anak.


Melisa bisa bernapas lega, karena akhirnya sang ibu pertolongan. Melisa berharap, sang ibu bisa selamat. Melisa sudah dalam perjalanan menuju Jawa. Dia berusaha untuk kuat, meskipun dia masih mengalami mual. Dia lakukan demi anak dan mamanya di kampung.


Sama halnya dengan Melisa yang sedang kepikiran sang ibu. Wildan pun tampak mengkhawatirkan kondisi sang mama. Pasalnya, sang kakak baru saja datang menemui dia, memberitahu kalau sang mama juga merupakan kondisinya kritis kembali di rumah sakit. Rasa shock yang dirasakan Mama Risma, sepertinya belum hilang. Dia masih belum bisa menerima kenyataan, atas apa yang terjadi dengan dirinya, dan juga anaknya.

__ADS_1


Padahal, kondisinya sempat membaik, dan hari ini kondisinya melemah kembali. Wildan benar-benar merasa tak berdaya, jika seperti ini. Dia benar-benar terpuruk. Jika dia tak selingkuh, dia tak akan berada di posisi saat ini. Hidupnya tak akan hancur seperti ini, dia justru masih akan hidup bahagia bersama Jihan.


"Ya Allah, aku benar-benar merasa lemah. Aku mohon kepada-Mu. Tolong selamatkan mamaku! Aku sangat menyayanginya! Tolong kuatkan aku juga, agar aku bisa melewatinya!"


__ADS_2