
Setelah acara resepsi selesai, Affan langsung mengajak sang istri ke kamar. Dia sudah tak sabar ingin merasakan indahnya menjadi pasangan pengantin baru. Selama ini, dia tak pernah sekalipun bermain-main dengan seorang wanita. Jihan akan menjadi yang pertama untuknya.
Jihan tampak gugup, saat netranya bertemu dengan Affan. Posisi mereka saat ini, sangat dekat. Affan tampak melingkarkan tangannya di pinggang ramping Jihan. Hari ini Affan sudah diperbolehkan melihat Jihan secara keseluruhan.
"Makasih ya Sayang, sudah mau menerima aku di hidup kamu. Semua seperti sebuah mimpi, bagiku. Tak pernah terbayang oleh ku bisa memiliki kamu. Aku janji akan selalu membahagiakan kamu, dan tak akan pernah menyakiti hati kamu! Aku sayang sama kamu," ucap Affan kepada Jihan.
"Iya, Mas. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih, karena Mas mau menerima aku padanya. Bahkan Mas mau menerima aku, meskipun nanti aku tak bisa memberikan Maa keturunan. Semoga saja, cinta Mas Affan kepada ku tak akan pernah berubah sampai kapanpun. Aku ingin, pernikahan kita menjadi pernikahan terakhir bagi kita. Aku ingin menua bersama kamu, Mas!" sahut Jihan.
"Kita usaha dulu saja ya! Hasilnya, kita serahkan kepada Allah! Semoga Allah memberikan mukjizat kepada kita, untuk memiliki anak," ucap Affan meyakinkan Jihan. Bahwa, tak ada yang tak mungkin. Jika Allah sudah berkehendak. Jihan pun akhirnya mengiyakan.
Suasana hening seketika. Kamar hotel mewah itu, akan menjadi saksi bisu penyatuan mereka. Jihan sudah merasa siap, untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.
"Apa aku sudah boleh meminta hak ku?" Tanya Affan. Jihan menganggukkan kepalanya dengan malu-malu. Wajahnya terlihat memerah.
"Kita mandi dulu bersama, dan sholat dulu sebelum kita melakukannya! Semoga kelak, Allah menitipkan kepada kita anak yang sholeh atau sholehah," ucap Affan dan Jihan mengaminkan. Sebagai seorang wanita, pastinya dia sangat menginginkan menjadi wanita yang sempurna. Bisa merasakan hamil, melahirkan, dan menyusui. Jihan berharap akan ada keajaiban untuknya.
Affan menempelkan bibirnya, di bibir sang istri. Kemudian ********** dengan penuh kelembutan. Ciuman itu masih sangat kamu, karena ini adalah pengalaman pertama bagi Affan. Jihan pun membalasnya. Kini Jihan terlihat sudah mengalungkan tangannya di leher suaminya.
__ADS_1
Jihan terhanyut, lama kelamaan ciuman itu menjadi bergairah. Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Affan menarik sedikit tengkuk sang istri, untuk memperdalam ciuman mereka. Affan menghentikannya.
"Kita mandi sekarang, yuk!" ucap Affan.
Jihan tampak pasrah, saat sang suami melucuti pakaian yang dia kenakan saat itu. Membuat tubuhnya kini dalam keadaan polos. Jihan pun tak tinggal diam, dia pun melakukan hal yang sama kepada sang suami. Keduanya kini sudah sama-sama polos. Affan menarik tangan sang istri, masuk ke dalam kamar mandi.
Mereka mandi bersama, di bawah guyuran air shower. Awalnya, Jihan merasa malu. Dia tak percaya diri, karena dia hanyalah seorang janda. Meskipun, Affan tak mempermasalahkan hal ini. Dia sudah menerima Jihan apa adanya.
Tak ada adegan mesra di kamar mandi, mereka hanya mandi bersama. Setelah itu, mereka sholat bersama, dan berdoa sebelum melakukan hubungan suami istri. Affan langsung menggendong tubuh sang istri ke ranjang, meletakkan tubuh sang istri secara perlahan.
Mereka bercumbu mesra kembali. Keduanya tampak menikmati. Terlebih Affan yang baru pertama kali merasakan surga dunia. Perlahan, Affan semakin pintar memuaskan sang istri. Lidahnya kini bermain di leher sang istri, dan tangannya bermain di bukit kembar istrinya. Membuat desa*han keluar dari bibir Jihan.
Tubuh Jihan bergelinjang, dan matanya terlihat merem melek. Dia begitu menikmati, permainan suaminya. Hingga akhirnya, dia mendapatkan pelepasan pertama. Affan dapat merasakan, milik istrinya terasa basah. Saat dia memasukkan jari tangannya ke dalam area sensitif sang istri.
"Sayang, apa aku boleh memulainya sekarang? Aku sudah tak tahan lagi," ucap Affan. Suara Affan sudah terdengar berat. Jihan menganggukkan kepalanya. Dia sudah tak mampu berkata-kata lagi.
Affan meminta sang istri mengulum miliknya, agar miliknya basah. Memudahkan dia, untuk mempertemukan miliknya dengan milik istrinya. Affan mulai melebarkan kedua pangkal paha istrinya, dan mengarahkan miliknya ke milik istrinya.
__ADS_1
Keduanya tampak mende*sah. Saat benda tumpuk milik Affan, sudah masuk dengan sempurna. Terasa begitu penuh di dalam sana. Affan mulai memompanya secara perlahan. Mereka pun sambil berciuman kembali.
Semakin lama, Affan semakin mempercepatnya. Meskipun, istrinya bukanlah seorang perawan. Affan tetap menikmatinya. Dia tak menyesal, tak mendapatkan seorang perawan. Affan semakin menggila, desa*han demi desa*han mengiring percintaan panas mereka. Sebagai alunan musik yang begitu indah di dengar.
Hingga akhirnya, mereka berdua mengerang bersama. Affan berhasil menumpahkan cairan hangat ke rahim Jihan. Berharap, sang istri bisa hamil anaknya.
"Makasih ya, Sayang! Mas puas. Akhirnya, Mas bisa merasakan nikmatnya bercinta, dengan wanita yang Mas cintai," ucap Affan. Affan langsung melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan juga kening istrinya.
Keduanya kini tidur bersebelahan. Affan tampak menggenggam tangan sang istri dengan erat. Kini keduanya masih mengatur napas dan jantungnya yang berpacu begitu cepat. Jihan melepaskan tangan suaminya, karena dia ingin membersihkan sisa-sisa percintaan dengan suaminya. Setelah Jihan selesai, Affan pun melakukan hal yang sama.
Kamar hotel yang di pesan Affan saat ini, sangat mewah. Khusus pasangan yang sedang berbulan madu, atau malam pertama. Tentunya, bukan nominal yang sedikit yang harus dia keluarkan.
"Besok, Mas ingin urus mantan suami kamu itu! Mas ingin kasih pelajaran, biar bisa menjaga mulut. Seharusnya, dia itu berpikir dengan siapa dia berhadapan. Maaf, Mas tak terima!" ucap Affan sambil memakai pakaian santainya.
"Iya, Mas. Terserah Mas saja! Sebenarnya, kasihan juga sih sama dia. Pasti dia akan langsung di pecat, jika di penjara. Tapi, kalau gak di kasih pelajaran. Pasti dia akan semakin merajalela, mengganggu ketentraman kita," sahut Jihan.
"Iya, pasti. Orang seperti itu, mana mikir dampak yang akan terjadi. Apalagi, acara pernikahan kita di liput banyak wartawan. Pasti berita ini akan menjadi heboh. Hari ini akan di siarkan di televisi, pesta pernikahan kita. Semua orang akan tahu, kalau kamu adalah istri aku," ucap Affan.
__ADS_1
"Serius Mas, acara pernikahan kita akan di siarkan di televisi?" Tanya Jihan untuk menyakinkan.
"Iya. Ngapain juga Mas harus bohong! Akan menjadi trending pesta pernikahan kita. Tapi, Mas sudah menyuruh orang untuk menghapus video, saat Wildan mempermalukan Mas. Kasus ini sudah Mas serahkan kepada tim Mas," jelas Affan dan Jihan mengiyakan.