
Melisa dan Mawar sang anak baru saja sampai di Jakarta. Mereka langsung memesan taksi online untuk pulang ke kontrakannya. Sepanjang perjalanan Mawar tampak diam. Dia merasa sedih, karena tak bisa bersekolah lagi. Harapan dia ingin hidup senang, pupus sudah. Padahal, sebelum sang mama pergi ke Jakarta. Sang mama pernah berjanji kepadanya, akan menyenangkan hatinya, dan akan mengajak ke Jakarta untuk bersenang-senang.
"Ayo Kak, kita turun! Kontrakan mama masih harus masuk ke dalam gang. Mobil gak masuk ke dalam," ucap Melisa kepada sang anak.
Dengan lesu, Mawar terpaksa harus turun dari mobil. Kemudian berjalan melewati jalan setapak demi setapak. Hingga akhirnya sampai di sebuah kontrakan yang sederhana. Rumah itu tampak gelap, karena Melisa tak menyalakan lampu rumahnya. Sejak dia kemarin pergi.
"Ayo Kak, kita masuk!" ajak Melisa kepada sang anak.
Melisa langsung memasuki rumah, sambil menyalakan lampu senter. Kemudian dia menyalakan lampu-lampu kontrakannya. Mawar tampak diam menatap sekeliling kontrakan itu.
"Kok jadi bengong? Sabar ya! Nanti kita coba cari kontrakan yang lebih baik lagi ya!" ucap Melisa kepada sang anak. Mawar tampak menganggukkan kepalanya. Dia harus mengerti keadaan sang mama.
"Ya sudah, lebih baik sekarang bersihkan tubuh kamu, dan ganti pakaian kamu! Setelah itu, kita istirahat. Kamu lapar gak? Kalau lapar, mama buatkan mie instant," ucap Melisa kepada sang anak.
__ADS_1
"Enggak usah, Ma! Mama juga pasti capek. Lagi pula, aku gak lapar," sahut Mawar. Dia tak tega kepada sang mama. Terlebih perut sang mama sudah terlihat besar.
Mawar sudah membaringkan tubuhnya di kasur kecil yang berada di kontrakan itu. Melisa pun sudah ikut berbaring juga di sana. Melisa merasa bersalah kepada sang anak. Dia yakin, kalau sang anak pasti sangat kecewa kepadanya
"Maafin Mama ya! Karena, sampai saat ini mama masih belum bisa memberikan kebahagiaan kepada kamu. Tapi, mama janji! Mama akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu. Mama ingin menyenangkan hati kamu," ungkap Melisa kepada sang anak. Mawar pun mengiyakan ucapan sang mama.
"Ya udah yuk, kita tidur sekarang! Mama sudah ngantuk. Besok mau coba cari kerjaan," ucap Melisa kepada sang anak.
Rasa lelah dan kantuk yang dia rasa, membuat Melisa cepat tertidur nyenyak. Sedangkan Mawar sang anak masih terjaga. Dia masih menatap sekeliling dan langit-langit ruangan kamarnya.
Tak lama kemudian, dia pun ikut terlelap. Menyusul sang mama. Kini Mawar menjadi anak yang mengerti keadaan sang mama, tak ingin menuntut sang mama. Meskipun dia sangat menginginkan bersekolah lagi. Dia berharap, suatu saat nanti bisa bertemu Tante Jihan. Semoga Tante Jihan masih mau menolong dia, setelah apa yang dilakukan sang mama.
Matahari sudah menunjukkan sinarnya. Menyelusup masuk, menembus tirai. Membuat tidur Melisa terusik, hingga akhirnya dia membuka matanya. Sebelum terbangun, Melisa sempat menengok ke arah sang anak yang masih terlelap.
__ADS_1
"Maafin mama ya, Sayang! Mama tahu, kamu pasti sedih melihat kondisi mama seperti ini. Maafkan mama, yang telah menghancurkan keinginan kamu untuk berbahagia. Semoga diberikan kesempatan untuk membahagiakan kamu. Mama sayang sama kamu. Papa kamu benar-benar sudah melupakan kamu. Tak memikirkan nasib kamu. Tak peduli kamu sekolah atau tidak. Mama janji akan mewujudkan keinginan kamu," ucap Melisa dalam hati.
Melisa langsung beranjak bangkit, dan membuka gorden kamar. Kemudian mematikan lampu-lampu kontrakannya. Akhirnya, Mawar ikut membuka matanya.
"Mama mau cari pekerjaan hari ini. Mawar mau ikut apa di kontrakan saja? Takutnya, kamu kecapean berjalan kaki," ucap Melisa kepada sang anak.
"Mawar ikut saja sama mama. Mawar takut di sini sendirian. Gak apa-apa capek," sahut Mawar.
"Ya sudah, setelah mandi kita pergi ya! Nanti kita sarapan di luar saja. Mama mandi dulu ya!" ucap Melisa kepada sang anak dan Mawar mengiyakan.
Melisa sudah selesai mandi, kini giliran Mawar yang mandi. Setelah selesai mandi, mereka memutuskan untuk berangkat. Agar tak terlalu kesiangan. Di jalan akan semakin panas. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Melisa dan Mawar mulai berjalan kaki. Namun akhirnya, mereka memutuskan untuk berhenti dulu di tukang nasi uduk pinggir jalan untuk sarapan.
Melisa memesan dua porsi nasi uduk berikut gorengan untuk dia dan sang anak. Setelah itu, mereka mencari tempat duduk untuk makan. Mengisi perut mereka, agar tidak kosong. Mereka membutuhkan tenaga untuk berjalan kaki. Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk mulai mencari-cari pekerjaan Melisa berharap, dirinya akan segera mendapatkan pekerjaan. Sebelum persediaan uang dia habis.
__ADS_1
Sudah dua jam lamanya Melisa dan Mawar menyelusuri jalan, dengan berjalan kaki. Namun sampai saat ini, dia masih belum mendapatkan pekerjaan. Sampai-sampai Melisa merasa putus asa. Betapa sulitnya dia, untuk mendapatkan pekerjaan.
"Ya, Allah aku mohon kepadamu! Tolong berikan aku pekerjaan! Aku sangat membutuhkannya. Kasihan anakku. Aku yakin, saat ini dia pasti sangat kecewa kepadaku," ucap Melisa dalam hati.