
"Pokoknya, hari ini aku hanya ingin berduaan sama kamu saja. Jujur, aku sebenarnya berat mengizinkan kamu pergi. Ingin rasanya aku ikut bersama kamu. Tapi, aku tak bisa. Asistenku sudah mengatakan, kalau banyak klien yang membutuhkan aku," ungkap Affan yang kini melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
"Ma, Mawar capek! Mawar haus, ingin minum," ucap Mawar kepada sang mama.
"Tahan dulu ya, Kak! Ini perumahan mewah, tak ada yang berdagang di dalam perumahan ini. Mama mau coba tanya ke rumah itu. Semoga saja pemilik rumah itu membutuhkan ART. Ayo kita ke rumah itu dulu, setelah itu kita pulang. Kita coba cari-cari lagi besok, kalau pemilik rumah ini menolak mama!" Melisa mencoba memberi pengertian kepada sang anak.
Mawar pun akhirnya mengerti. Mereka langsung berjalan mendekati rumah yang mewah. Besar harapan Melisa bisa diterima di rumah itu.
"Permisi Pak, saya Melisa. Saya ingin melamar pekerjaan. Mungkin saja pemilik rumah ini membutuhkan tukang cuci dan beres-beres rumah," ucap Melisa kepada security yang bertugas menjaga rumah itu.
__ADS_1
"Maaf Mbak, setau saya pemilik rumah ini tak membutuhkan ART lagi. Soalnya di rumah ini, sudah ada 2 ART. Mbaknya juga lagi hamil. Saya yakin, majikan saya tak akan mau mempekerjakan orang hamil," sahut sang security.
"Saya mohon Pak, tolong izinkan saya bekerja di sini! Saya sangat butuh pekerjaan, agar saya bisa bertahan hidup dengan anak saya. Tolong kasihani saya, Pak! Saya janji, akan bekerja dengan baik. Meskipun saat ini saya sedang hamil. Tolong pertemukan Saya dengan majikan bapak," ucap Melisa sedikit memohon.
"Ya sudah, Saya coba tanyakan dulu ya sama majikan Saya, Dia membutuhkan tambahan ART atau tidak." ujar sang security.
Melisa dan Mawar, saat ini masih menunggu dengan setia di depan rumah itu. Masih berharap, kalau sang security memberikan kabar bahagia kepadanya.
"Ma, Mawar haus banget. Masih lama gak sih, Ma?" ujar Mawar kepada sang mama.
__ADS_1
"Iya, sabar dulu ya! Sebentar lagi kayanya," ucap Melisa kepada sang anak.
Sang security langsung menemui Bi Sumi, dan meminta tolong kepadanya untuk bicara dengan Ibu Jihan kalau di depan ada orang yang sangat membutuhkan pekerjaan. Bi Sumi langsung menghampiri Jihan di kamarnya, dan mengatakan kalau ada orang yang ingin bekerja. Dia juga mengatakan kalau orang itu sedang hamil dan mengajak anaknya. Hal itu membuat Jihan merasa tak tega. Hatinya langsung terketuk untuk menolongnya. Meskipun, saat ini dia sudah memiliki dua orang ART.
"Mas, aku bertemu orang yang membutuhkan pekerjaan dulu ya! Kasihan. Katanya wanita itu sedang hamil dan membawa anak. Aku gak tega dengarnya. Biarin deh aku pekerjakan saja. Bantu-bantu di rumah ini," ucap Jihan kepada sang suami.
"Hati kamu memang mulia, Sayang!" Puji Affan membuat sang istri tersenyum.
Jihan langsung menghampiri sang ART, dan turun bersama. Kemudian langsung menghampiri orang yang ingin bekerja. Alangkah terkejutnya Jihan, saat melihat orang itu adalah Melisa mantan sahabatnya. Orang yang merebut Wildan dari sisi-Nya.
__ADS_1