
Fani yang baru saja sampai di kampus, menerima tatapan yang tidak sedang dari orang-orang, ia seperti sedang di bicara oleh mereka, Namun ia merasa tidak melakukan kesalahan, ia pun terus berjalan hingga Dimas menghampiri Fani.
"Fan, Lia mana?." Tanya Dimas sembari melihat kebelakang Fani, karena biasa nya Fani selalu datang bersama Lia.
"Anak-anak kenapa sih, kok pada liatin aku kayak gitu banget?." Tanya Fani heran.
Belum sempat Dimas menjawab, Via dan Nita berjalan mendekati Fani.
"Fani, Lia mana?, biasa datang nya bareng kamu." Tanya Via tersenyum sinis.
"Apa dia malu ya, karena orang-orang udah tahu kerjaan nya yang begitu menjijikan." lanjut Via.
"Ngomong apa sih, dasar nenek lampir."Ujar Fani.
Mendengar ia disebut nenek lampir, tentu saja Via tidak terima, ia lalu dengan kesal memberikan sebuah kertas dimana itu adalah Foto Lia sedang mengantar minuman kepada pelanggan.
"Ini pasti kerjaan kamu ya Vi, jahat banget sih kamu."Ucap Fani dengan kesal.
"Fan, jadi bener Lia kerja Di Bar?."Tanya Dimas saat melihat reaksi Fani yang seperti sudah tahu. Tapi Fani tidak menjawab Dimas, ia menatap Via dengan kesal.
"Hei Fani, jangan sembarangan nuduh kalau engak ada bukti ya, enak aja main tuduh-tuduh."Ucap Via.
"Siapa lagi di kampus ini yang paling benci dengan Lia selain kamu, heran ya, kerjaan nya cuman cari kesalahan orang aja."Ucap Fani dengan tatapan Tajam ke Via.
"Hei, ngomong apa kamu, dasar teman nya ******." Ucap Via agak berteriak karena Fani pergi begitu saja.
Dimas agak kesal saat mendengar kata-kata Via. "Via, mulut kamu itu keterlaluan."Ucap Dimas.
__ADS_1
"Tapi Dim, dia tadi nuduh aku, Aku kan jadi kesal." balas Via.
"Liat kamu begitu juga aku jadi curiga kamu yang lakuin ini semua."Kata Dimas.
"Dim, mana mungkin aku seperti itu, aku gak ada masalah sama Lia."
"Iya, semoga saja bukan kamu, kalau aku tahu kamu yang lakuin ini sama Lia, aku gak akan maafin kamu."Ucap Dimas lalu berjalan pergi untuk menyusul Fani.
"Dim."
"Dimas."
Dimas menghiraukan nya dan berjalan pergi, Via pun sangat kesal, menghela nafas kesal.
"Apa sih bagus nya Lia, aku kira dia bakal ilfil saat tahu Lia itu perempuan murahan."Ucap Via kesal.
"Nita." Ketus Via.
"Eh sorry sorry kelepasan." Nita menyenggir.
"Udah ah, ayo masuk kelas."Ajak Via dengan wajah kesal dan cemberut.
•••
Dikelas.
Dimas menghampiri Fani yang duduk, Fani menghela nafas saat Dimas masih saja mengikuti nya.
__ADS_1
"Fan, kamu belum jawab aku, Lia mana, biasa kalian bareng-bareng?." Tanya Dimas.
"Lia lagi sakit." Balas Fani.
"Ah, sakit?, sakit apa?." Tanya Dimas.
"Demam."
"Nanti aku ikut kamu ya, aku mau lihat Lia." Ucap Dimas. Fani mengangguk dengan datar.
Fani melihat kertas yang tadi di berikan Via pada nya. "Apa karena ini Lia menangis dan pingsan, apa karena Orang kampus mengetahui kerjaan nya?." Gumam Fani memikirkan alasan kenapa Lia menangis hingga pingsan.
Saat selesai kelas, Fani berjalan dan melihat beberapa brosur itu tertempel di dinding, ia pun dengan kesal melepasnya, Begitu juga dengan Dimas yang ikut kesal melepaskan semua yang tertempel.
Sementara Disisi lain, Via yang melakukan itu tersenyum penuh kemenangan.
"Lia kemana ya Vi, kok tumben hari ini gak datang, padahal aku pingin banget liat reaksi dia."Ucap Nita.
"Mungkin dia sudah tahu dan sedang menangis di pojokan. Siapa pun yang di cintai Dimas, aku gak akan biarkan dia lama-lama di kampus ini."Ujar Via menyunggingkan senyum sinis.
•••
Hi Teman-teman.
Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.
Terima kasih banyak ya 🤗🙏
__ADS_1
selalu jaga kesehatan ya semua.