Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
32 - Dia Baik!?


__ADS_3

"Bu, Maafin Lia ya, Lia gak bisa ikut, ibu gak apa-apa kan sendirian temani bapak?." Ujar Lia.


"Endak apa-apa nak, justru ibu yang makasih sama kamu, karena kamu bapak bisa di operasi, makasih juga nak Arga, Tolong titip Lia anak saya. jaga dan sayangi dia nak, dia anak yang baik."Ucap Bu Ani.


"Iya Bu."Balas Arga mengangguk


Lia menangis, karena ia akan berpisah dengan ibu dan ayah nya untuk waktu yang tidak tahu kapak mereka akan bertemu lagi.


Arga pun membiarkan Lia bersama ibu nya seharian ini sebelum mereka pulang ke rumah untuk bersiap.


"Lia, ini belum sempat ibu tanya kan sama kamu, Arga sayang ga sama kamu?." Tanya Bu Ani di tengah obrolan mereka.


"Ibu kok nanya gitu?."Lia menatap binggung ibu nya.


"Ibu khawatir saja dia kasar sama kamu, soal nya awal dia datang, Ibu liat dia orang nya dingin, makanya awal nya ibu kira dia orang yang kasi kamu hutang."Tutur Bu Ani.


"Ibu gak usah khawatir, kalau dia ga baik, ga mungkin dia mau tanggung jawab sama Lia, pokok nya ibu jangan khawatirkan Lia, Kalau ada apa-apa sama Lia, kan masih ada ibu yang akan terima Lia."Ucap Lia.


"Iya nak, pasti, pintu rumah ibu selalu ada buat kamu."Balas Bu Ani.


"Jaga kesehatan nak, setelah ibu pulang bersama bapak, kami akan berkunjung kerumah kalian."Ucap Bu Ani.

__ADS_1


Lia tersenyum dengan banyak pikiran sedih, ragu dan bingung. karena ia juga tidak tahu seperti apa dia nanti saat pulang bersama Arga ke kota.


•••


Setelah Ibu Ani dan Pak tono berangkat keluar negri untuk pengobatan dengan pesawat pagi ini, Lia pun akan kembali ke kota bersama Arga.


Lia tampak sedang menyiapkan barang-barang nya dan memasukan nya ke dalam koper.


Lia pun sesekali menyekat air mata nya yang jatuh kala mengingat ibu dan ayah nya yang tidak bisa ia temani. Arga yang berdiri di ambang pintu kamar tanpa Lia sadar memandangi wanita dengan dingin, sebelum ia berjalan pergi dari sana.


di perjalanan menuju kembali ke kota, Lia hanya diam saja, mata nya menyusuri setiap jalan dengan sedih, tiba-tiba Ponsel Arga berbunyi, Arga melihat telefon dari Becca, ia pun lekas mengangkat nya.


"Iya sayang."


Lia yang duduk di samping Arga mendengar, namun ia menghiraukan nya.


"Hari ini aku pulang."Balas Arga.


"Benarkah, baiklah, Aku tunggu sayang."Balas Becca.


"I Love you."

__ADS_1


"Love you too."Balas Arga.


Robi diam diam melihat Lia dari balik spion, untuk melihat reaksi wanita itu mendengar pembicaraan Arga dan istri nya. namun Lia terlihat diam saja tanpa ekpresi. Tidak ada cinta di hati Lia untuk Arga, cemburu tidak Lia rasakan sama sekali. hanya saja, ia merasa sedih ia kini seperti seorang simpanan, yang harus menutup mulut di saat istri suami nya menghubungi suami nya.


•••


Setelah perjalanan beberapa jam, Mereka pun sampai di sebuah rumah yang lumayan besar, Agar menoleh melihat Lia yang tampak tertidur sembari memeluk bantal.


Arga menatap wanita itu dan membangunkan nya untuk segera turun dari mobil.


"Sudah sampai." ucap Arga.


Lia pun menatap sekeliling, rumah yang asing bagi nya, ia tidak tahu dia di mana, Apa Arga membawa nya ke rumah orang tua nya, tidak, itu hal yang tidak mungkin.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏

__ADS_1


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2