
Di tempat lain.
Alice tersenyum senang kala melihat ke khawatiran di wajah Becca saat ini, Karena Ia sungguh membenci becca saat tahu kalau Becca diam diam berhubungan dengan Roy.
Foto Becca dan Roy berciuman ia ambil saat pertama kali ia melihat dengan mata dan kepala nya sendiri mereka bercumbu.
Semua Alice lakukan untuk menakuti Becca lebih dulu, sejenak memberinya rasa takut, karena seseorang sudah mengetahui hubungan mereka.
"Kau sungguh menjijikan Becca."Batin Alice.
"Mari kita bermain-main dulu, sebelum aku mengakhiri semua nya."Batin Alice.
•••
Hari itu.
Becca dan Arga pun pindah ke rumah baru mereka, Becca mendesak Arga untuk mempercepat kepindahan mereka, karena khawatir jika ada amplop seperti itu datang lagi, akan di temukan oleh Ayah atau ibu mertua. paling tidak kecil kemungkinan akan ketahuan.
Saat kedua nya masuk ke rumah itu, Becca melihat rumah itu sudah sepi, tidak ada bi Inah atau pun Lia yang sempat ia ketahui bekerja di rumah ini.
"Sayang, kenapa rumah ini sepi, Mana bi Inah dan wanita itu?." Tanya Becca.
"Mereka sudah tidak bekerja disini, mereka sudah berhenti."Jawab Arga
"Kenapa?."Tanya becca mengerutkan kening nya.
__ADS_1
Arga pun sejenak berfikir untuk menjawab pertanyaan istri nya itu.
"Aku tidak tahu."
Becca pun cemberut, karena tidak ada yang bisa membantu nya mengurus rumah atau pun memasak. karena ia pastikan hidup sendirian jika Arga pergi bekerja.
"Aku akan segera mencari yang baru untuk mengurus rumah."Ucap Arga.
Becca pun lalu tersenyum kala Arga Seolah mengerti apa yang ada di pikirannya saat ini.
Becca melingkarkan kedua tangan di leher suami nya, lalu mengecup bibir suami nya itu berkali-kali, Arga tersenyum melihat sikap manja becca.
Tanpa tahu kalau di luar pagar, Alice mengikuti mereka sampai di rumah baru, Alice menyunggingkan senyuman sinis nya, karena merasa Jijik dengan becca yang bisa bermesraan dengan pria mana saja.
•••
Di tempat lain.
Lia pun segera keluar dari rumah dengan semangat, berfikir itu adalah Arga yang datang menjenguk nya. karena Lia merasakan rindu terus dengan Arga dan ingin melihat laki-laki itu, Ia pun tidak tahu mengapa, setiap sehari tidak melihat Arga ia begitu gelisah. Mungkin karena Anak mereka ingin bisa bersama ayah nya yang selalu membagi waktu untuk 2 keluarga.
namun saat sampai di depan, Itu bukan lah Arga, tapi Robi. Agak kecewa Lia kala melihat Robi yang datang, Bahkan saat Robi telah turun dari mobil, ia masih melihat ke arah mobil, berharap Arga juga turun, namun Robi hanya datang sendirian.
"Pagi Nona."
Lia mengangguk."Iya sekertaris Robi, ada apa?." jawab Lia.
__ADS_1
"Bos Arga meminta saya untuk mengantar anda untuk membeli pakaian Bayi hari ini Nona." Tutur Robi menjelaskan kedatangan nya.
Kedatangan Robi sudah tidak asing bagi nya, Karena ia tahu, kedatangan nya pasti karena di suruh Oleh Arga.
"Em, Aku rasa terlalu awal untuk membeli nya, kehamilan ku baru beberapa bulan." Jawab Lia sembari melihat Perutnya yang memang masih sangat kecil karena baru berusia 4 bulan.
"Tidak apa-apa Nona, Agar tidak terburu-buru."Balas Robi.
Baik lah, Aku ganti baju dulu." Kata Lia, Robi pun menganggukkan kepala nya, mengiyakan.
Saat di dalam mobil, Lia duduk di kursi penumpang.
"Em, Sekertaris Robi."
"Iya Nona."
"Dimana Mas Arga?."
Robi menatap ke arah kaca spion mobil nya untuk melihat Lia.
"Bos Arga sedang sibuk karena pindah rumah baru Nona."Tutur Robi.
Mendengar hal itu, Lia pun mengerti kalau Suami nya kini tengah bersama Istri pertama nya.
Meski agak sedih, tapi Ia tidak punya hak untuk mengutarakan nya, kalau ia menginginkan Arga ada disini saat ini.
__ADS_1
Lia menatap keluar jendela dengan sendu, Robi pun melihat wajah sendu Lia melalui kaca spion.