Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
62 - Kembali Pulang


__ADS_3

"Mama sakit, Aku rasa kita harus pulang, Apa boleh sayang?"Ucap Arga pada Becca saat wanita itu telah kembali.


Becca terdiam sejenak, Menatap Arga penuh rasa kecewa yang tersembunyi dari balik mata nya itu.


"Baik lah, tidak apa-apa sayang, bukan kah mama juga penting untuk kita."Ucap Becca yang rasa nya saat itu juga ia ingin menarik kembali perkataan nya, atau membalikkan kata-kata itu, Kalau Mama tidak lah penting sama sekali untuk nya.


"Terima kasih sayang, aku janji lain waktu kita akan jalan jalan lagi."Ucap Arga.


"iya sayang."


"Rumah baru kita juga sudah siap, sudah bisa kita tempati." Tutur Arga lagi.


Mendengar hal itu, sontak saja Becca lansung kembali bersemangat.


"Benar kah?, Aku sangat senang sayang."Ucap Becca penuh antusias. karena ia akan bebas dari pondok indah mertua. ia memeluk Arga dengan penuh semangat, meski akan pulang lebih cepat dari rencana mereka, tapi kepindahan mereka ke rumah baru mengobati rasa kecewa nya saat ini.


"Aku kecewa karena Arga mengajak ku pulang lebih awal, tapi mau bagaimana lagi, dari pada nanti dia pikir aku tidak sayang pada Ibu nya."Becca bertelefon dengan Alice sahabat nya dan juga Roy.


"Tapi minimal kau tidak lagi tinggal di rumah mertua mu kan."Balas Alice.


"Iya, itu lah untung nya."Balas Becca.


"Lalu dimana dia?."

__ADS_1


"Sedang keluar membeli makanan."Balas Becca.


Becca lalu mengubah posisi duduk nya, membuat Alice bisa melihat gorden kamar hotel yang menggantung dan itu sama persis dengan gorden Tempat Roy berada saat ini.


"Bagaimana bisa sama?." Batin Alice.


"Roy, Aku ingin ke bar, Kau jemput aku ya?." Ucap Alice mencoba memancing dan mendengar balasan Roy.


"Aku sedang lelah Alice, bagaimana kalau besok." Ucap Roy.


"Iya, iya, baik lah."balas Alice.


Meski masih tenggelam dalam rasa penasaran nya, Alice memilih untuk diam dan tak bertanya dimana Roy saat ini, tak mungkin juga Roy sampai menyusul Becca pikir nya.


•••


Kini Arga dan Becca telah kembali ke tanah air. Mereka pun segera ke rumah sakit setelah mereka menaruh koper kembali ke rumah.


"Ma." Panggilan Arga mengalihkan pandangan Bu Rossa yang terbaring di tempat tidur rumah sakit, dengan tangan di infus.


"Kalian kenapa kok sudah pulang?." Tanya Bu Rossa heran.


"Dia masih bertanya?." Batin Becca sangat malas.

__ADS_1


"Mama keadaan nya seperti ini, bagaimana mungkin kami tidak pulang."Ucap Arga.


"Hm, Pasti Robi yang memberi tahu mu ya, Padahal Mama sudah minta dia untuk tidak memberitahu kalian, Karena mama tak ingin menganggu kalian."Ucap Bu Rossa lagi.


"Robi memang pengacau."Batin Becca.


"Tidak apa-apa Ma, liburan kami masih bisa lain kali."Ucap Becca.


Bu Rossa tersenyum mendengar ucapan Becca yang penuh pengertian itu.


•••


Di rumah Lia.


Lia yang sudah lebih sehat pun menyapu halaman depan, Robi yang datang melihat Lia segera menghampiri wanita itu.


"Nona, Jangan lakukan ini. Anda baru saja pulih."Ucap Robi mengambil penyapu dari tangan Lia.


"Ini hanya pekerjaan ringan."Balas Lia yang merasa Robi berlebihan.


"Nona, Apa anda lupa apa yang di minta dokter, Bos Arga sudah kembali, Kalau dia tahu Nona sakit, nanti Bos Arga bisa marah."Tutur Robi.


"Dia sudah kembali?."

__ADS_1


"Iya Nona, sebaiknya Anda istirahat."Ucap Robi.


Lia mendengarkan ucapan Robi, ia berjalan masuk ke dalam rumah, dari balik jendela Fani menatap Robi, Robi menatap Fani namun hanya sekilas sebelum ia berjalan pergi.


__ADS_2