Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
45 - Pura-pura Senang


__ADS_3

Keesokan pagi nya.


Arga yang terbangun dan menemukan Becca tak lagi ada di samping nya pun lekas bangun, sejenak ia mengumpulkan kesadaran nya sebelum akhir nya ia masuk ke kamar mandi.


Saat keluar, tampak Becca tengah memasak bersama Ibu nya, Pemandangan yang sangat sejuk membuat Arga tersenyum melihat nya.


"Selamat pagi." Sapa Arga pada kedua wanita itu.


"Pagi." jawab Becca bersamaan dengan Bu Rossa.


"Kamu sudah siap saya, lihat!, Aku sedang buatkan sarapan untuk mu, Mama yang mengajari ku."Ucap Becca terlihat bahagia.


"Wah, seperti nya enak."Balas Arga.


"Iya, Becca sangat bakat dalam memasak, Baru Mama ajarin saja sudah lansung cepat ngerti."Ucap Bu Rossa.


"Dengar, Mama memuji mu."Bisik Arga. Becca pun tersenyum malu-malu.


"Tunggu lah di meja makan, makanan akan segera datang."Ucap Becca.


"Baiklah." Arga pun berjalan ke meja makan, dimana Ayah nya sudah duduk membaca koran.


"Pagi Pa." Balas Arga.


"Pagi, Kamu bekerja hari ini?." Tanya Pak Adnan.

__ADS_1


"Iya, seperti biasa Pa."Balas Arga.


"Jangan terlalu sibuk bekerja, ingat istri mu, kau harus membagi waktu untuk keluarga."Ucap Pak Adnan.


"Iya Pa."Balas Arga. mata nya menatap becca yang tampak sibuk memasak dengan ibu nya.


Setelah selesai sarapan, Becca pun seperti biasa mengantar suami nya sampai ke teras rumah.


"Minggu ini kita akan berlibur."Ucap Arga sembari berjalan keluar dari rumah.


"Benar kah?." Becca tampak begitu antusias.


"Iya. tapi kita pergi ketempat yang dekat-dekat saja ya."Balas Arga.


"Iya, tidak apa-apa, asal bersama mu."Balas Becca. Arga pun merasa senang dan bangga menatap istri nya.


"Aku mencintai mu, bukan kah aku harus mencintai orang tua mu Juga."Balas Becca.


Balasan Becca tambah membuat Arga Bangga memiliki istri seperti nya, meski ia pun ada kegusaran hati karena ia memiliki istri lain.


"Aku pergi dulu." Arga mengakhiri perbincangan pagi mereka dengan mengecup kening Becca.


Becca pun melambaikan tangan nya, mengiringi mobil suami nya yang berlalu pergi dan tak terlihat lagi.


Setelah Arga pergi, Becca menghela nafas dan masuk ke dalam rumah lagi.

__ADS_1


•••


Di Bar.


Becca meneguk beberapa gelas bir, Roy yang baru saja tiba lekas menghampiri wanita itu.


"Hei, hei, ini masih pagi, sudah hampir sebotol kau habiskan minuman mu."Ucap Roy mengambil alih gelas yang masih berisi Bir yang siap di teguk kembali oleh Becca.


"Kembali kan pada ku, Aku butuh dia."Ucap Becca.


Roy pun tersenyum dan meneguk bir dalam gelas itu.


"Yang kau butuhkan bukan ini, tapi aku. ayo katakan, Apa yang membuat mu begini siang-siang." Tanya Roy.


Becca menyandarkan tubuh nya, Kepala nya mulai berat karena terlalu banyak minum.


"Kau tahu Roy, aku menikah dengan Arga karena aku mencintai nya, dan keinginan ku menjadi ratu bersama Arga, tapi kau tahu..., Aku malah di perlakukan seperti babu, pagi pagi aku sudah di bangunkan untuk belajar memasak oleh mertua ku, Itu menyebalkan."Ucap Becca dengan kesal.


"Kenapa kau tidak coba untuk mengajak Arga tinggal pisah dari orang tua nya?." Tanya Roy.


"Iya, harus nya begitu, tapi rumah kami belum siap, aku tak bisa membayangkan berapa lama lagi aku harus di kerjai mertua ku, harus tersenyum walau aku tidak suka, itu menyebalkan sekali, katanya aku harus jadi wanita yang mendiri dan pandai memasak." Becca terus mengumpat pada Roy yang selalu menjadi pendengar yang baik untuk nya.


"Lucu sekali, lalu apa gunanya pembantu."Lanjut Becca.


"Itu sudah resiko yang harus kau tanggung."Ucap Roy.

__ADS_1


"Iya-iya, aku tahu..." Ketus Becca.


__ADS_2