
Saat Lia tengah tertidur, Lia di kejutkan Arga yang sudah ada di samping nya, dan tengah mengobati tangan nya yang terluka.
Lia sontak saja tercenung, ia lalu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 3 subuh.
"Tuan, anda sejak kapan datang?." Tanya Lia.
"Kenapa kau mematikan telefon dari ku seenaknya?, kau pikir kau bisa melakukan itu?." Tanya Arga.
Lagi-lagi ucapan di barengi bentakan kecil membuat Lia tidak nyaman.
"Aku tidak suka kamu membentak ku, Aku di nikahi bukan untuk di bentak."Ucap Lia protes.
"Kau." Arga reflek mencengkram tangan Lia dengan kuat, membuat wanita itu kesakitan, melihat Lia kesakitan Arga pun dengan cepat melepaskan nya.
Lia pun menangis karena hal itu, Arga kasar pada nya dan menyakiti nya.
"Maaf."Ucap Arga.
"Pergi dari sini."Bentak Lia. Namun Arga tak bergeming. menatap Lia penuh rasa bersalah.
"Aku hanya emosi, aku tidak bermaksud menyakiti mu."Arga langsung memeluk Lia untuk menenangkan wanita itu.
__ADS_1
Lia memberontak, ia mendorong tubuh Arga menjauh dari tubuh nya. Arga pun berdiri menatap Lia, binggung apa yang harus ia lakukan.
Karena khawatir mendengar Lia terluka, Arga jadi gelisah dan bercampur marah karena Lia mematikan sambungan telefon nya, Saya becca tidur, ia pun mengambil kunci mobil lalu pergi ke rumah yang Lia tepati. dengan kunci candangan ia masuk ke dalam dan melihat Lia tertidur. mengamati luka di tangan Lia yang lumayan besar, Arga mengambil saleb dan mengolesi nya.
sensasi perih pada saleb itu lah yang membuat Lia terbangun dan melihat Arga ada disisi nya.
•••
Arga lalu keluar dari kamar, Lia pun mencoba menenangkan diri nya dan berhenti menangis, cengkraman Arga masih terasa sakit di tangan, namun yang membuat Lia menangis adalah sikap Arga pada nya.
Namun beberapa saat kemudian, Arga masuk kembali ke kamar dan memberikan segelas air hangat pada Lia.
"Aku minta maaf kalau sikap ku kasar pada mu, Aku akan berusaha untuk bersikap lebih baik lagi."Ucap Arga. Lia hanya diam saja tanpa mau melihat ke arah laki-laki itu.
Lia masih diam, meski gelas sudah di tangan nya.
"Aku pulang dulu."Ucap Arga, lalu berjalan pergi dari sana.
Lia pun baru mengangkat kepala nya dan melihat punggung laki-laki itu berjalan keluar dari ruangan nya. Arga pun pulang kembali kerumah nya.
•••
__ADS_1
Di rumah.
Becca ingin memeluk Arga dalam tidur nya, namun dengan mata tertutup ia merasakan Arga tidak ada di samping nya, dengan mata yang masih agak kantuk ia membuka dan mencari sosok suami nya itu.
"Arga mana ya?." Gumam nya.
Ia pun turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar untuk mencari Arga.
Saat keluar dari kamar, ia melihat Arga berjalan masuk.
"Sayang kamu dari mana?."
"Aku gak bisa tidur, jadi cari angin di depan."Balas Arga.
"Kamu kenapa bangun?."
"Aku cari kamu. aku gak bisa tidur tanpa kamu."Balas Becca.
"Maaf ya, Ayo masuk ke kamar."Ajak Arga, Becca pun mengangguk. meski ia agak heran dengan sikap Arga.
Saat Arga sudah tertidur pulas, becca diam-diam mengecek ponsel Arga, Mencoba melihat apa ada sesuatu yang mencurigakan, karena ia takut Arga selingkuh dari nya.
__ADS_1
Namun ia tidak menemukan apa pun yang aneh, dan membuat ia membuang pikiran jelek nya itu dan lanjut tidur sembari memeluk suami nya itu.