Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
70 - Ketahuan


__ADS_3

Malam itu.


Becca mendapatkan sebuah pesan dari Roy untuk bertemu di bar. Becca yang jenuh karena Arga harus lembur bekerja di kantor pun mengiyakan ajakan Roy.


Saat sampai di sana, kedua nya pun bersantai, minum dan bermesraan disana, tanpa mereka sadari, Alice berada disana mengamati mereka.


Meski merasa jijik dengan pemandangan itu, Alice dengan terpaksa harus terus melihat dan memastikan rencana nya berhasil.


Minuman yang di bawakan pelayan bar sudah di berikan obat perangsang dengan dosis kecil agar Becca dan Roy tetap sadar dengan apa yang mereka lakukan.


•••


Arga yang baru saja pulang bekerja pun ke rumah Lia, wanita yang sedang menatap keluar jendela untuk menghilangkan kesunyian nya di dalam hati nya.


Kehadiran Arga di belakang nya pun sampai tak ia sadari sama sekali. Tiba-tiba Arga memeluk Nya dari belakang, membuat Lia agak terkejut dan memutar tubuh nya, saat tahu itu adalah Arga, Lia pun tersenyum dan memeluk Arga tanpa rasa canggung atau pun malu lagi.


"Kau merindukan ku?." Tanya Arga.


"Iya." Balas Lia.


Lia merasa sangat senang hari ini, Meski ia merasa sunyi, tapi ada sesuatu yang membuat ia merasa senang. karena tadi pagi, Ia keluar belanja dengan Bi Inah, ia tidak sengaja melihat Becca sedang bercumbu dengan pria lain di dalam sebuah mobil.


Ia merasa kalau hubungan nya dengan Arga kini memiliki harapan, namun ia tidak memiliki keberanian untuk memberitahu Arga karena takut Arga akan sedih.

__ADS_1


Ketika kedua nya saling melihat, dan baru saja Arga akan mendaratkan ciuman di bibir wanita itu, Tiba-tiba ponsel Arga berbunyi.


Tentu saja hal itu sangat menganggu untuk mereka berdua.


Saat Arga melihat Alice yang menghubungi nya, Arga mengarahkan harinya ke bibirnya, Meminta Lia untuk tidak mengeluarkan suara. Lia pun menganggukan kepala nya pelan.


"Hallo."


"Arga. Becca Ga."


"Ada apa dengan becca."


"Kau harus segera ke bar dan melihat nya sendiri, ayo ga, kau harus segera kesini " Ucap Alice yang terdengar khawatir.


"Ada apa dengan dia?." Tanya Arga, namun Alice sudah lebih dulu mematikan sambungan telefon.


"Aku tidak tahu tahu apa yang terjadi pada Becca, Aku harus melihat nya dulu."ucap Arga


"Nona Becca."Batin Lia.


"Aku pergi dulu ya." Arga mengecup kening Lia sebelum ia berjalan pergi. Lia pun mengangguk dan mengantar Arga sampai ke teras rumah.


"Hati-hati Mas, jangan terburu-buru."

__ADS_1


•••


Arga terus berpikir, apa yang sedang terjadi pada Becca, tanpa ia tahu, reaksi obat yang di berikan ke dalam minuman telah bereaksi.


Becca dan Roy pun saling bercumbu, Alice tersenyum jahat melihat hal itu, kau akan rasakan rasa sakit hati yang ku rasakan melihat kalian seperti ini." gumam Alice.


Seseorang datang menghampiri Alice, dan membisikan sesuatu di telinga Alice. Alice pun mengangguk lalu berjalan pergi dari sana.


Arga yang tahu tempat Becca biasa berkumpul dengan teman-teman nya pun lansung kesana, tentu saja ia lansung melihat yang di lihat Alice tadi, Tampak Becca dan Roy saling bercumbu.


Arga mengepalkan tangan nya, Ia masuk ke dalam ruangan itu, membuat Becca dan Roy sangat terkejut.


Arga lansung melayangkan satu tonjokan kewajah Roy.


"Arga, kamu kenapa disini?."


"Kalau aku tidak datang malam ini, mungkin aku tidak akan tahu kelakuan kamu dan dia selama ini."Ucap Arga penuh kemarahan.


"Ga, aku bisa menjelaskan pada mu, ini gak sengaja sayang." Becca mencoba menjelaskan pada Arga, namun kepala nya terlalu pusing untuk beranjak berdiri.


Arga mengelengkan kepala nya, dan meninggalkan becca dan Roy.


"Arga, Aku bisa jelasin." Teriak Becca.

__ADS_1


Namun Arga menghiraukan nya, dan meninggalkan tempat itu penuh kemarahan.


Arga memukul setir mobil, saat ia sudah di dalam mobil, Entah sudah berapa lama becca membohongi nya. pemandangan yang ia lihat itu sangat menjijikan.


__ADS_2