Sang Buah Hati

Sang Buah Hati
19 - Merasa Bersalah


__ADS_3

Lia duduk di taman kampus sembari menangis bersama Fani. Fani pun mencoba menenangkan sahabat nya itu, Dimas datang menghampiri.


"Ada Apa dengan Lia?."


"Dia di D.O dari kampus karena foto itu.",Ucap Fani.


"Seenaknya banget sih main keluarin orang." Ketus Dimas dengan kesal.


"Fan, aku mau pulang aja."


"Iya, Yuk Li"


"Aku antar ya."


"Gak usah Dim."


"Please Li, jangan Nolak."


Lia terdiam, Fani merangkul nya dan mengajak nya ke mobil Dimas.


Di dalam mobil Lia tampak diam, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Lia, hati nya bagai teriris karena di keluarkan dari kampus, bagaimana cara menjelaskan pada Ibu dan Ayah tentang ini, Mereka pasti sangat kecewa mengetahui kalau dirinya telah di keluarkan dari kampus, Apa lagi saat tahu alasan nya karena dirinya bekerja di bar, kesedihan ibu dan Bapak nya pasti akan menjadi 2 kali lipat, karena Orang tua Lia hanya tahu Lia kerja di sebuah cafe, bulan club' malam.

__ADS_1


Saat sampai di rumah, Lia pun turun dari mobil, Ia menatap Dimas yang juga menatap nya dengan sendu.


"Li, kamu harus semangat ya, aku selalu disini untuk kamu, jangan pernah merasa sendiri."Ucap Dimas. Lia mencoba tersenyum kecil walau berat, karena Dimas sangat baik pada nya, terlepas karena Dimas menyukai nya, Dimata Lia Dimas memang laki-laki yang baik.


"Makasih Ya Dim."balas Lia.


"Iya, Istirahat ya, jangan sedih, nanti pasti akan ada solusi nya."Ucap Dimas.


Lia mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Dimas menatap Lia dengan sendu, ia kasihan dengan apa yang di rasakan Lia saat ini.


"Lia pasti sedih banget, padahal dia sangat serius pada kuliah nya, sabar ya Li, Aku pasti akan cari cara agar kamu bisa kuliah lagi." Gumam Dimas.


•••


Arga memikirkan Lia, ia tiba-tiba teringat saat bertemu Lia di rumah sakit, melihat wanita itu terbaring lemah, membuat Arga merasa sangat tidak nyaman dan bersalah, mungkin Lia Terbaring disana karena diri nya, tak bisa ia membayangkan trauma yang di alami oleh wanita itu.


"Apa aku salah melakukan ini pada nya?, Astaga, Aku harus bagaimana, Aku akan menikah dengan Becca, tak mungkin aku membatalkan pernikahan ini dan menikahi nya." Arga begitu di lema di perhadapkan dengan situasi seperti ini.


Arga lalu bangkit dari duduk nya berpapasan dengan Robi yang masuk ke dalam.


"Ada Apa Robi?." Tanya Arga.

__ADS_1


"Ada yang harus di tanda tangani bos."balas Robi.


"Letakkan saja disana, Aku akan keluar dulu." Ucap Arga.


"Mau saya antar bos?." Tanya Robi


"Tidak usah."balas Arga dan berjalan pergi.


Robi menatap Arga yang berjalan pergi penuh kekhawatiran nya.


Dengan mobil nya, Arga menuju ke rumah Lia, menghentikan mobil di tepi jalan, dan melihat ke arah rumah Lia, entah apa yang membuat ia datang kesini dan untuk apa, Arga tidak tahu, Ia hanya mengikuti kata hati nya dan sampai di sini.


Ada rasa bersalah pada Lia didalam lubuk hati Arga, tapi ia juga tidak tahu, apa yang harus ia lakukan. meski Lia sudah menerima dan meminta nya melupakan, tapi raut wajah Lia yang sedih membuat ia merasa tidak nyaman dan bersalah.


•••


Hi Teman-teman.


Bantu Like dan Vote nya ya Teman-teman. Biar Author tambah semangat buat Update setiap hari. tinggalkan komentar kalian, Supaya Author tahu ni, kalian suka dengan cerita ini.


Terima kasih banyak ya 🤗🙏

__ADS_1


selalu jaga kesehatan ya semua


__ADS_2