
Setelah mematikan telefon Lia, Pintu ruangan Arga terbuka, Arga tersenyum menyambut istri nya yang masuk ke dalam ruangan nya.
Dengan menyandarkan tubuh nya kesadaran kursi, Arga bertanya. "Ada apa sayang, kamu tampak memikirkan sesuatu?" Tanya Arga saat Becca tampak cemberut.
"Aku mencari mu, ternyata kamu lagi-lagi disini." Ucap Becca berdiri di depan meja kerja Arga.
"Aku harus menyelesaikan kerjaan ku sebelum kita pergi bukan madu." jelas Arga, berharap pengertian Becca.
"Iya, Aku mengerti, aku tidak marah sayang."Balasan Becca yang membuat Arga merasa bangga dengan wanita itu.
Arga lalu berdiri dari duduk nya, selangkah dan selangkah mendekati Becca dan berdiri tepat di hadapan nya.
"Sayang, soal rumah itu, Jujur saja aku sangat ingi kita tinggal disana, aku ingin seperti teman ku yang tinggal di rumah mereka sendiri, dengan keluarga kecil mereka. rumah yang akan kita tempati adalah rumah impian kita kan, tapi...., Aku tidak ingin menyakiti Mama, aku bingung harus menjawab apa, agar mama tidak tersinggung kita memilih pindah. Mama kan sudah baik sama aku."Tutur Becca mengungkapkan ke inginan nya untuk pindah.
"Aku mengerti, Kalau begitu kita akan tetap pindah setelah kita pindah."Ucap Arga.
"Tapi Mama..."
"Aku akan bicara dengan Mama nanti, jangan di pikirkan."Balas Arga. Becca pun tersenyum senang, di dalam hati nya rasanya ia ingin menari saat ini juga.
__ADS_1
Becca lalu melingkarkan tangan nya di pinggang suami nya.
"Makasih sayang." Ucap Becca dengan nada yang manja.
Kedua nya saling melihat dan larut dalam ciuman, gerakan tubuh becca yang mengoda Arga membuat Arga tidak tahan, ia menuntun duduk di atas meja kerja nya, Becca menyampingkan rambut nya, membuat wanita itu tampak begitu mengoda. Kedua nya pun terhanyut dalam perasaan mendamba yang tak tertahankan.
Hingga suara ketukan pintu ruangan membuat kedua nya menghentikan aktifitas mereka, dengan nafas yang masih terengah-engah kedua nya saling melihat hingga mereka tertawa kecil bersama, karena sesuatu yang menganggu mereka.
beruntung nya pintu sudah Arga kunci sebelum nya.
Arga mencium bibir Becca sekali, sebelum ia pun segera memperbaiki pakaian nya, begitu pun hal nya dengan Becca.
"Ada apa??" Tanya Arga pada pelayan yang berdiri di depan.
"Ini Tuan, ada titipan dari Tuan Robi." Jawab nya.
Arga pun mengambil barang itu, itu adlah tiket pesawat dan dokumen mereka, yang akan segera pergi berlibur.
Arga pun dengan semangat memperlihatkan pada Becca, melihat ia akan liburan dengan Arga, Becca sangat senang, ia memeluk Arga dengan erat, Arga pun membalas dengan mencium pucuk kepala wanita itu.
__ADS_1
"Aku tidak percaya kita akan pergi bulan madu secepat ini, aku pikir akan menunggu Minggu depan."Ucap Becca.
"Jadi kita akan pergi lusa?." Tanya Becca lagi memastikan.
"Iya, pergi lah bersiap sayang, aku harus kembali bekerja. aku akan sibuk 2 hari ini."Balas Arga.
"Baiklah, aku akan pergi merawat diri ku dulu, agar aku terlihat cantik saat kita pergi."Kata Becca.
"Iya, nikmati hari mu." balas Arga.
Becca pun mencium Arga sebelum ia berlaku pergi dari ruangan itu.
"Terima kasih sayang, Aku sudah tidak sabar. pasti akan sangat menyenangkan."Ucap Becca. Arga mengiyakan.
Disisi lain, Mengajak Becca bulan madu lebih cepat dari jadwal yang pernah Arga sampai kan, bukan tanpa alasan.
Karena Becca telah melihat Lia di rumah itu, Arga ingin membawa Becca pergi jauh, sementara Robi akan membantu nya segera memindahkan Lia ketempat baru. Ia tidak ingin semua jadi berantakan.
Dengan membawa Becca pergi adalah cara agar Becca tidak lagi ke rumah itu dan bertemu lagi dengan Lia, bagaimana pun ia juga memikirkan perasaan Lia, terlebih Becca mengira Lia adalah pembantu baru di rumah itu.
__ADS_1